UIN Bukittinggi gelar Pembekalan Mahasiswa KKN Tahun 2026

 

Bukittinggi (Humas)_Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) UIN Bukittinggi Tahun 2026 sebanyak 2114 orang mengikuti kegiatan pembekalan  KKN yang diselenggarakan LP2M UIN Bukittinggi pada Senin-Selasa (18-19/05/2026) di auditorium gedung SC UIN Bukittinggi. Di acara pembukaan pembekalan mahasiswa KKN hadir Wakil Rektor I UIN Bukittinggi Dr. Afrinaldi yang didampingi Ketua LP2M UIN Bukittinggi Dr. Muhiddinur Kamal, Ketua Badan Pelaksana KKN UIN Bukittinggi 2026 Dr. Arjoni, Kabag TU FTIK Melvita, Kapus PSGA Dr. Linda Yarni dan Kapus LP2M UIN Bukittinggi  lainnya.

Arjoni dalam laporan nya menyampaikan bahwa mahasiswa KKN 2026 akan ditempatkan di  lokasi daerah kabupaten Sumatera Barat (seperti : Padang Pariaman, Agam, Tanah Datar), kampus UIN Bukittinggi, dan kampus perguruan tinggi di luar Sumatera Barat seperti : kampus di perguruan tinggi di Malaysia. “Dengan adanya kegiatan Kuliah Kerja Nyata ini diharapkan dapat memberikan kontribusi terhadap masyarakat kita baik secara daerah maupun nasional. Lokasi mahasiswa KKN UIN Bukittinggi 2026  di samping 3 (tiga) daerah kabupaten (seperti : Padang Pariaman, Agam, Tanah Datar), juga sudah disiapkan secara internasional lokasinya di luar Sumatera Barat seperti kampus perguruan tinggi Malaysia.

Selanjutnya Muhiddinur Kamal dalam sambutannya menyampaikan pelaksanaan kegiatan KKN UIN Bukittinggi Tahun 2026 juga menjadi daya tarik tersendiri bagi kampus perguruan tinggi lainnya untuk bergabung dengan kegiatan KKN UIN Bukittinggi. Kegiatan KKN ini adalah sebagai salah satu bagian Tri Dharma Perguruan Tinggi. Secara Historis kegiatan KKN ini telah muncul sejak di kampus perguruan tinggi di Yogyakarta. ” Pelaksanaan KKN UIN Bukittinggi juga menjadi incaran bagi kampus lainnya untuk bergabung dengan kampus kita. Di samping itu juga perlu saya sampaikan bahwa KKN adalah salah satu implementasi TRI DHARMA PERGURUAN TINGGI dan sangat berkorelasi secara historis mulai pertama kalinya KKN  dilakukan oleh kampus-kampus perguruan tinggi di Yogyakarta ” ujar Muhiddinur Kamal.

Afrinaldi menyampaikan tentang sikap seorang mahasiswa KKN ketika dilokasi KKN. Dimana mahasiswa KKN harus bisa menempatkan diri atau menyesuaikan dirinya pada lokasi KKN. Karena masing-masing daerah punya budayanya masing-masing, sehingga jangan disamakan kondisi di semua daerah yang menjadi lokasi KKNnya. “usahakan nanti dilapangan menyesuaikan dengan situasi dan kondisi yang ada di daerah lokasi KKN. Kenapa demikian, karena tidak semua kita berasal dari daerah yang sama. Sebagai contoh orang Payakumbuh adat istiadat nya belum tentu sama adat istiadat nya yang ada di Padang Pariaman. Atau orang Jambi belum tentu sama adat istiadat nya yang ada di kabupaten Agam. Begitupun orang Pekanbaru belum tentu sama adat istiadat nya yang ada di Kabupaten Tanah Datar. Maka coaching KKN adalah sebagai wadah untuk memperkenalkan kearifan lokal, termasuk tiga kabupaten yang telah disampaikan oleh Ketua Badan Pelaksana KKN tadi. Jadi dengan hadirnya adik-adik mahasiswa dimana ditempatkan lokasi KKN, maka secara otomatis kita harus menghargai budaya lokal setempat dan tidak boleh kita mencinderai budaya yang sudah ada. Maka kehadiran coaching menjadi sangat penting untuk bisa memperkenalkan 3 wilayah itu agar kita nanti bisa menyatu dengan budaya setempat” ungkap Afrinaldi,

“Adik – adik yang berbahagia, KKN ini menjadi momentum yang sangat indah, kita bisa mentransformasikan keilmuan kita dengan budaya setempat.Karena belajar di kampus itu sangat formal, artinya kita diperkaya dengan wawasan pengetahuan dan teori yang sudah mumpuni mulai dari semester satu sampai sekarang sudah semester enam. Tetapi nanti ilmu yg kita dapat di kampus belum tentu berbanding lurus dengan situasi dan keadaan yang kita dapati di tengah masyarakat. Maka disini dibutuhkan kepiawaian kita Ilmu komunikasi atau ilmu sosiologi, bagaimana berinteraksi dengan masyarakat. Jadi IPK yang tinggi di kampus belum ada jaminan dia nanti dapat bersosialisasi baik dengan masyarakat. Nilai yang bagus belum tentu berbanding lurus dengan kemampuan komunikasinya terhadap masyarakat dengan baik. Maka disinilah kita perlu hadir di tengah masyarakat mempergunakan ilmu kita yang ada di kampus itu dan kita praktekkan dengan sebaik-baiknya. Banyak pengalaman indah yang akan didapatkan disana. Kenapa demikian? karena apa yang kita rasakan di kampus belum tentu kita dapatkan di masyarakat. Begitu pula sebaliknya, apa yang ada di masyarakat belum tentu ada di kampus. Maka turun nya adik-adik ke masyarakat itu secara otomatis akan mengasah nyali kita , empati kita, kemudian mengasah tanggung jawab bagaimana kita mengamalkan prilaku menjadi seorang pemimpin untuk bisa bersatu dengan masyarakat setempat. Banyak cerita – cerita nantinya yang akan kita dapatkan ketika kita sudah sampai di lapangan lokasi KKN ” tambah Afrinaldi.

Selanjutnya peserta pembekalan KKN menerima beberapa materi-materi pendukung untuk penguatan persiapan mahasiswa selama KKN di lokasi  seperti materi Pencegahan Penanganan Kekerasan Seksual yang di sampaikan oleh Kapus PSGA LP2M Linda Yarni. Peserta antusias  dinamika diskusi forumnya dalam mengikuti serangkaian kegiatan pembekalan  KKN. Dan juga  tampilnya beberapa mahasiswa KKN  menyumbangkan lagu menambah semarak kegiatan pembekalan tersebut dihadapan peserta yang hadir. (NZ)

 

Aksesibilitas