Tim Rukhyat Kota Bukittinggi Pantau Hilal Awal Zulhijjah 1447 H


Bukittinggi (Humas)— Tim Rukhyat Kota Bukittinggi melaksanakan kegiatan pemantauan hilal awal Zulhijjah 1447 Hijriah pada Minggu (17/05/2026) bertempat di Gedung Laboratorium UIN Bukittinggi. Kegiatan ini menggunakan alat teropong bintang yang tersedia di laboratorium kampus sebagai sarana observasi penentuan awal bulan Hijriah.
Kegiatan rukhyatul hilal tersebut dikoordinir oleh Kantor Kementerian Agama Kota Bukittinggi bekerja sama dengan UIN Bukittinggi, dengan melibatkan berbagai unsur keagamaan dan lembaga terkait, di antaranya Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Bukittinggi, Dewan Masjid Indonesia (DMI), KUA Mandiangin Koto Selayan, serta Pengadilan Tinggi Agama Kota Bukittinggi.

Wakil Rektor III UIN Bukittinggi Edi Rosman, menyampaikan bahwa keterlibatan UIN Bukittinggi dalam kegiatan rukhyatul hilal merupakan bagian dari kontribusi perguruan tinggi dalam mendukung pelayanan keagamaan kepada masyarakat. “UIN Bukittinggi terus berkomitmen mendukung kegiatan-kegiatan keagamaan berbasis keilmuan dan teknologi. Pemanfaatan alat teropong bintang di laboratorium ini menjadi bukti bahwa sains dan syariat dapat berjalan beriringan dalam memberikan kepastian kepada umat,” ujar  Edi Rosman.

Sementara itu, Kasi Bimas Islam Kantor Kementerian Agama Kota Bukittinggi, Zulfikar, mengatakan bahwa kami Tim Hisab Rukyatul Kota Bukittinggi melakukan pemantauan lihat hilal bulan awal Zulhijjah bersama dengan perwakilan pengadilan Agama Kota Bukittinggi, Ketua MUI Kota Bukittinggi, Ketua DMI Kota Bukittinggi, Kepala KUA MKS Kota Bukittinggi, beserta pejabat di lingkungan KanKemenag Kota Bukittinggi lainnya di kampus UIN Bukittinggi sore tadi sekitar jam 18.00 wib. Tidak terlihat hilal bulan disebabkan sore tadi keadaan cuaca masih mendung sehingga bulan tertutup awan. Sebenarnya kegiatan rukyatul hilal ini menjadi agenda penting dalam menentukan awal bulan Zulhijjah yang berkaitan erat dengan pelaksanaan ibadah Hari Idul Adha.

Ketua MUI Kota Bukittinggi  Buya Aidil Alfin, mengapresiasi kerja sama lintas lembaga yang terjalin dalam kegiatan tersebut. Menurutnya, rukhyatul hilal merupakan tradisi ilmiah sekaligus syar’i yang perlu terus dijaga dan dikembangkan, terutama dalam hal penetapan awal bulan Zulhijjah 1447 H. “Kegiatan ini menunjukkan semangat kebersamaan dalam menjaga khazanah keilmuan Islam. Kehadiran berbagai unsur lembaga membuktikan bahwa penentuan awal bulan Hijriah dilakukan secara serius, ilmiah, dan penuh tanggung jawab,” ungkap Buya Aidil.

Hal serupa juga disampaikan Ketua Dewan Masjid Indonesia Kota Bukittinggi, Heru Triastanawa. Ia berharap kegiatan rukhyatul hilal dapat menjadi sarana edukasi bagi masyarakat tentang pentingnya pemahaman astronomi Islam. “Kami berharap kegiatan seperti ini terus berlanjut dan dapat melibatkan generasi muda agar semakin mengenal ilmu falak serta memahami proses penentuan kalender Hijriah secara lebih mendalam,” tuturnya.

Kegiatan pemantauan hilal berlangsung lancar dan dengan penuh antusias dari seluruh peserta yang hadir. Selain menjadi agenda keagamaan, kegiatan ini juga menjadi momentum mempererat kolaborasi antar instansi dalam mendukung pengembangan ilmu falak dan pelayanan umat di Kota Bukittinggi.  (NZ)

Aksesibilitas