Sinergi UIN Bukittinggi-UIS: Ikhtiar Memacu Transformasi Bahasa Arab Lewat Kecerdasan Buatan

Bukittinggi (Humas) – Para peneliti dan akademisi bahasa Arab didesak untuk segera keluar dari zona nyaman dan mulai merangkul Kecerdasan Buatan (Artificial Intelligence/AI) sebagai mitra strategis. Langkah ini dipandang krusial guna menjawab tantangan disrupsi digital yang kian tajam menggerus tatanan konvensional.

Pakar dari ICESCO Malaysia, Dr. MD Noor Bin Hussin, menegaskan bahwa integrasi teknologi bukan lagi sekadar pilihan, melainkan keniscayaan untuk mendongkrak kualitas riset bahasa ke level global. Ia menggariskan tiga agenda utama: literasi teknologi dalam manajemen data, riset lintas disiplin yang aplikatif, serta orientasi penelitian yang memberikan dampak nyata bagi umat.

Gagasan besar tersebut mengemuka dalam kuliah umum yang dihelat Program Magister Pendidikan Bahasa Arab (MPBA) UIN Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi, Selasa lalu (12/5/2026). Forum internasional ini sekaligus mempertegas komitmen kolaborasi strategis antara UIN Bukittinggi dengan Universiti Islam Selangor (UIS) dalam memacu keunggulan akademik di kawasan serumpun.

Manifestasi Kerjasama Serumpun

Kehadiran MD Noor di ranah Minang disambut hangat oleh Rektor UIN Bukittinggi, Prof. Dr. Silfia Hanani. Dalam kesempatan tersebut, ia memaknai pertukaran intelektual ini sebagai tonggak penting dalam penguatan institusi di kancah internasional.

“Kehadiran pakar dari Malaysia bukan sekadar kunjungan akademik biasa, melainkan manifestasi komitmen kami untuk memastikan UIN Bukittinggi tetap relevan di arus globalisasi. Sinergi ini membuka ruang kolaborasi strategis yang lebih luas dalam ranah penelitian dan inovasi,” ungkap Silfia.

Senada dengan itu, Dekan Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) UIN Bukittinggi, Dr. Junaidi, menyatakan bahwa kerja sama dengan UIS merupakan langkah proaktif dalam menaikkan standar akademik fakultas. Ia menekankan bahwa paparan internasional sangat kritikal untuk melahirkan lulusan pendidikan yang kompetitif dan melek teknologi.

Melahirkan Sarjana ‘Hybrid Competence

Ketua Pusat Hubungan Internasional UIN Bukittinggi, Dr. Irwandi, menjelaskan bahwa sinergi lintas negara ini bertujuan mencetak sarjana yang memiliki karakter Hybrid Competence.

 “Kita mendambakan mahasiswa yang lincah menavigasi teks klasik (turats) Arab, namun di saat yang sama piawai menggunakan metodologi modern. Kita tidak ingin mereka sekadar menjadi ‘fotokopi’ Timur Tengah tanpa memiliki daya saing di panggung internasional,” jelas Irwandi.

Ia mencontohkan, mahasiswa masa kini harus mampu membedah konsep klasik seperti gharar (ketidakpastian), lalu mengontekstualisasikannya ke dalam kerangka ekonomi modern seperti asymmetric information.

Sementara itu, Ketua Program Studi MPBA, Dr. Zubaidah, selaku moderator diskusi, menyimpulkan bahwa arah studi kini telah bergeser dari sekadar analisis kesalahan tata bahasa menuju interaksi strategis. Sinergi antara UIN Bukittinggi, UIS, dan para mitra di Malaysia diharapkan mampu memastikan ide-ide keislaman yang adaptif dapat mewarnai diskursus dunia tanpa harus kehilangan jati diri asli. (*Humas UIN Bukittinggi/YH )

*Kontributor: International Office

Aksesibilitas