


Bukittinggi (Humas) – Universitas Islam Negeri (UIN) Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi menorehkan prestasi membanggakan dengan meraih tiga penghargaan pada Konsolidasi Nasional Kerja-Kerja Pusat Studi Gender dan Anak (PSGA) Perguruan Tinggi Keagamaan Islam (PTKI) yang digelar di UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon pada 30 Juni–3 Juli 2026.
Tiga capaian tersebut meliputi penghargaan sebagai perguruan tinggi dengan pengirim paper terbanyak pada konferensi internasional, peringkat kedua Best Paper yang diraih oleh Afdila Nisa dan Elfiani, serta Perguruan Tinggi Responsif Gender (PTRG) Award kategori Madya dengan peningkatan nilai sebesar 100 persen dibandingkan capaian pada tahun 2024.
Kegiatan Konsolidasi Nasional Kerja-Kerja PSGA PTKI tahun 2026 menghadirkan sejumlah agenda penting, antara lain Galeri PSGA, konferensi internasional, penganugerahan Perguruan Tinggi Responsif Gender (PTRG) Award, dan Musyawarah Nasional PSGA PTKI. Penghargaan yang diraih UIN Bukittinggi diterima oleh Kepala Pusat PSGA LP2M UIN Bukittinggi, Dr. Linda Yarni, S.Ag., M.Si., sebagai wakil institusi.
Ketua Pusat PSGA LP2M UIN Bukittinggi, Dr. Linda Yarni mengungkapkan rasa syukur atas capaian tersebut. Menurutnya, tiga penghargaan yang diraih merupakan hasil kerja kolektif seluruh sivitas akademika dalam memperkuat budaya riset sekaligus mengembangkan program-program pengarusutamaan gender di lingkungan kampus.
“Alhamdulillah, nama UIN Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi tiga kali disebutkan dalam forum nasional ini. Capaian ini menunjukkan bahwa komitmen kami tidak hanya terlihat melalui program-program PSGA, tetapi juga melalui produktivitas karya ilmiah dan peningkatan kualitas tata kelola perguruan tinggi yang responsif gender. Terima kasih kepada pimpinan universitas, tim PSGA, dosen, peneliti, dan seluruh pihak yang telah bekerja bersama hingga prestasi ini dapat diraih,” ujar Linda Yarni.
Ia menambahkan, penghargaan PTRG Award menjadi motivasi untuk terus meningkatkan kualitas program, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, serta kebijakan kampus yang berpihak pada prinsip kesetaraan gender dan perlindungan anak.
Sementara itu, Rektor UIN Bukittinggi, Prof. Silfia Hanani, menyampaikan apresiasi atas dedikasi tim PSGA dan seluruh sivitas akademika yang telah mengharumkan nama universitas di tingkat nasional.
“Prestasi ini merupakan bukti bahwa UIN Bukittinggi terus bergerak maju dalam membangun budaya akademik yang unggul sekaligus memperkuat implementasi kampus yang responsif gender. Penghargaan sebagai pengirim paper terbanyak, peraih Best Paper, dan peningkatan signifikan pada PTRG Award menunjukkan bahwa kualitas riset, kolaborasi, serta tata kelola kelembagaan kita semakin mendapat pengakuan di tingkat nasional,” kata Prof. Silfia Hanani.
Menurutnya, penghargaan tersebut menjadi penyemangat bagi UIN Bukittinggi untuk terus melahirkan inovasi, memperkuat penelitian yang berdampak, serta menghadirkan kebijakan yang inklusif dan berkeadilan.
“Kami berharap capaian ini menjadi motivasi bagi seluruh sivitas akademika untuk terus meningkatkan kualitas tridarma perguruan tinggi. UIN Bukittinggi akan terus berkomitmen menjadi kampus yang unggul, inklusif, dan responsif terhadap isu-isu strategis, khususnya dalam pengarusutamaan gender dan perlindungan anak,” tutupnya.
Keberhasilan meraih tiga penghargaan sekaligus pada forum nasional tersebut semakin memperkuat posisi UIN Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi sebagai salah satu PTKI yang aktif mengembangkan penelitian, pengabdian masyarakat, serta tata kelola perguruan tinggi yang responsif gender di Indonesia. (nz)
