
Bukittinggi (Humas) — Lembaga Ketahanan Nasional Republik Indonesia (Lemhannas RI) menggelar kegiatan Lemhannas Goes to Campus di Convention Hall Universitas Andalas, Padang, Kamis (03/09/2026).
Kegiatan tersebut menghadirkan Gubernur Lemhannas RI Dr. H. TB. Ace Hasan Syadzily, M.Si. sebagai pembicara. Kegiatan ini diikuti berbagai unsur pimpinan daerah dan tokoh masyarakat di Sumatera Barat, sekaligus mempertemukan Lemhannas RI dengan para pimpinan perguruan tinggi di daerah.
Hadir dalam kegiatan tersebut pimpinan daerah Provinsi Sumatera Barat, Pangdam, Kapolda, Lantamal, Ketua LKAAM, Ketua MUI, serta sekitar 20 orang pimpinan perguruan tinggi di Sumatera Barat.
Kehadiran para pimpinan daerah, unsur pertahanan dan keamanan, tokoh adat, tokoh agama serta pimpinan perguruan tinggi menjadikan kegiatan Lemhannas Goes to Campus sebagai momentum penting dalam memperkuat wawasan kebangsaan dan ketahanan nasional di tengah berbagai perubahan dan tantangan yang dihadapi bangsa Indonesia.
Salah satu pimpinan perguruan tinggi yang hadir dalam kegiatan tersebut adalah Rektor UIN Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi, Prof. Dr. Silfia Hanani, S.Ag., M.Si. Dalam kesempatan tersebut, Prof. Silfia Hanani menjadi salah satu pimpinan perguruan tinggi yang menerima penghargaan dari Gubernur Lemhannas RI Dr. H. TB. Ace Hasan Syadzily, M.Si.
Bagi Prof. Silfia Hanani, penghargaan tersebut merupakan sebuah kehormatan sekaligus bentuk apresiasi yang tidak hanya ditujukan kepada dirinya secara pribadi, tetapi juga menjadi kebanggaan bagi UIN Bukittinggi.
“Penghargaan ini tentu menjadi sebuah kehormatan dan kebanggaan bagi kami. Saya memaknainya sebagai bentuk apresiasi sekaligus amanah untuk terus memberikan kontribusi melalui perguruan tinggi dalam memperkuat wawasan kebangsaan dan ketahanan nasional,” ujar Prof. Silfia Hanani.
Menurutnya, perguruan tinggi mempunyai posisi strategis dalam membangun ketahanan bangsa. Perguruan tinggi tidak hanya bertugas mengembangkan ilmu pengetahuan, tetapi juga mempunyai tanggung jawab membentuk generasi yang memiliki karakter, wawasan kebangsaan dan kepedulian terhadap kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.
“Perguruan tinggi memiliki peran yang sangat strategis dalam menyiapkan generasi bangsa. Mahasiswa bukan hanya harus cerdas secara akademik, tetapi juga harus memiliki karakter, rasa kebangsaan, kemampuan membaca perubahan dan tanggung jawab terhadap masa depan bangsa,” katanya.
Prof. Silfia juga menilai kegiatan Lemhannas Goes to Campus menjadi ruang yang sangat baik untuk membangun komunikasi dan kolaborasi antara perguruan tinggi dengan berbagai komponen bangsa.
“Ketahanan nasional bukan hanya menjadi tanggung jawab satu institusi. Ini adalah tanggung jawab bersama. Pemerintah, TNI, Polri, tokoh adat, tokoh agama dan perguruan tinggi harus saling bersinergi sesuai dengan perannya masing-masing,” ungkapnya.
Ia menambahkan, dinamika perkembangan teknologi dan perubahan sosial saat ini menghadirkan tantangan baru bagi bangsa Indonesia. Karena itu, perguruan tinggi harus mampu menjadi salah satu kekuatan intelektual yang memberikan kontribusi pemikiran dan solusi terhadap berbagai persoalan bangsa.
“Kita menghadapi perubahan yang sangat cepat. Karena itu, generasi muda harus dibekali dengan ilmu pengetahuan sekaligus nilai-nilai kebangsaan. Perguruan tinggi harus hadir menjadi bagian dari solusi dan ikut menjaga persatuan serta ketahanan bangsa,” tutur Prof. Silfia.
Menurutnya, penghargaan yang diberikan Gubernur Lemhannas RI Dr. H. TB. Ace Hasan Syadzily, M.Si. tersebut akan menjadi motivasi bagi dirinya dan keluarga besar UIN Bukittinggi untuk terus meningkatkan kontribusi perguruan tinggi dalam kehidupan kebangsaan.
“Kami tentu menyampaikan apresiasi kepada Lemhannas RI atas kegiatan ini. Mudah-mudahan sinergi antara Lemhannas dan perguruan tinggi di Sumatera Barat dapat terus diperkuat dan memberikan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat dan bangsa,” pungkasnya.
Kegiatan Lemhannas Goes to Campus di Convention Hall Universitas Andalas tersebut menjadi momentum penting dalam memperkuat jejaring kebangsaan di Sumatera Barat. Keterlibatan sekitar 20 pimpinan perguruan tinggi bersama unsur pemerintah, pertahanan dan keamanan, tokoh adat serta tokoh agama menunjukkan bahwa pembangunan ketahanan nasional membutuhkan kolaborasi seluruh komponen bangsa.
Sementara itu, penghargaan yang diterima Rektor UIN Bukittinggi Prof. Dr. Silfia Hanani menjadi salah satu bagian penting dalam kegiatan tersebut sekaligus menjadi apresiasi atas kontribusi pimpinan perguruan tinggi dalam memperkuat nilai-nilai kebangsaan dan ketahanan nasional.
