Kajian Dhuha UIN Bukittinggi, Ustad Irwandi: Hidup Adalah Ujian untuk Membuktikan Keikhlasan Manusia

Bukittinggi (Humas) — Setiap manusia yang hidup di muka bumi tidak terlepas dari berbagai ujian kehidupan. Ujian tersebut menjadi bagian dari ketentuan Allah SWT untuk melihat sejauh mana manusia mampu menjalani kehidupan dengan penuh kesabaran dan keikhlasan.

Hal tersebut disampaikan Ustad Dr. Irwandi saat memberikan tausiah dalam kegiatan Kajian Dhuha di Masjid Ulul Al Bab UIN Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi (30/10/2026). Kegiatan tersebut diikuti oleh pimpinan universitas dan fakultas, dosen, serta tenaga kependidikan di lingkungan UIN Bukittinggi.

Dok. Foto. Ustad Irwandi di Masjid Ulul Al Bab UIN Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi

Dalam tausiahnya, Ustad Irwandi menjelaskan bahwa setiap manusia mendapatkan ujian dalam kehidupannya untuk membuktikan siapa saja yang benar-benar menjadi mukhlisin, yakni orang-orang yang ikhlas dalam menjalani kehidupan dan menerima segala ketentuan Allah SWT.

Menurutnya, pemahaman tentang ujian kehidupan ini juga berkaitan dengan pemikiran Qadariah dan Jabariah dalam memahami hubungan antara kehendak manusia dan ketentuan Allah SWT.

“Setiap kita manusia hidup di muka bumi ini untuk diuji. Ujian yang dijalani bertujuan untuk melihat siapa saja yang ikhlas dalam menjalani hidup,” ungkap Ustad Irwandi.

Ia juga mengingatkan pentingnya menanamkan keyakinan kepada Allah SWT serta percaya bahwa setiap kesabaran manusia dalam menghadapi ujian kehidupan akan mendapatkan balasan berupa pahala dari Allah SWT.

“Yakin dengan kepercayaan kita kepada Allah dan balasan dari Allah atas orang-orang yang sabar dengan pahala,” ujarnya.

Lebih lanjut, Ustad Irwandi menjelaskan bahwa keadilan dan keikhlasan memiliki hubungan yang berbeda dalam kehidupan manusia. Keadilan berkaitan dengan bagaimana manusia memperlakukan sesamanya, sedangkan keikhlasan merupakan hubungan seorang hamba dengan Allah SWT.

“Adil berhubungan dengan sesama manusia, sedangkan ikhlas adalah hubungan kita kepada Allah,” pungkasnya.

Di akhir tausiahnya, Ustad Irwandi mengingatkan bahwa dalam menjalani kehidupan bersama, manusia perlu memahami bahwa tidak semua orang yang berada dalam satu lingkungan memiliki karakter dan perilaku yang sama. Karena itu, setiap orang harus mampu menjaga keikhlasan, kesabaran, dan sikap bijaksana dalam menghadapi berbagai keadaan kehidupan. (nz)

Aksesibilitas