Asdospram Indonesia Dorong Penguatan Pendidikan Kepramukaan bagi Calon Guru di UIN Bukittinggi

Bukittinggi (Humas) – Ketua Asosiasi Dosen Pendidikan Kepramukaan Indonesia (Asdospram Indonesia), Adzanil Prima Septy, menilai pendekatan pembelajaran berbasis pengalaman (experiential learning) dan pendidikan luar ruang (outdoor education) sangat penting diterapkan dalam mempersiapkan calon guru. Pendekatan ini dinilai mampu membentuk calon pendidik yang memiliki ketahanan mental, karakter, serta etika kepemimpinan.

Menurut Adzanil, metode kepramukaan memiliki peran strategis dalam membekali mahasiswa calon guru dengan pengalaman dan keterampilan yang dibutuhkan ketika nantinya terjun ke dunia pendidikan. Melalui kegiatan kepramukaan, mahasiswa tidak hanya memperoleh pengetahuan secara teori, tetapi juga belajar menghadapi tantangan, membangun kerja sama, mengambil keputusan, dan bertanggung jawab.

“Pramuka modern tidak sekadar kegiatan ekstrakurikuler. Di dalamnya mencakup manajemen risiko serta Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) yang wajib dikuasai pendidik saat mengelola kegiatan siswa,” kata Adzanil, akademisi Universitas Bung Hatta Padang yang memiliki lisensi World Organization of the Scout Movement (WOSM).

Kedatangan Adzanil Prima Septy di UIN Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi disambut Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan, Alumni, dan Kerja Sama, Prof. Dr. Edi Rosman, M.Hum., bersama Pembina UKM Pramuka UIN Bukittinggi, Adlan Sanur Tarihoran dan Prof. Dr. Rusyaida.

Dalam kesempatan tersebut, Prof. Edi Rosman menyambut baik kajian pengembangan pendidikan kepramukaan di lingkungan UIN Bukittinggi. Menurutnya, kepramukaan memiliki potensi besar dalam mendukung pengembangan karakter mahasiswa, terutama dalam membangun kedisiplinan, kemandirian, tanggung jawab, dan jiwa kepemimpinan.

Ia berharap kajian tersebut dapat ditindaklanjuti melalui pembahasan bersama jajaran dekanat sehingga pengembangan pendidikan kepramukaan dapat dirancang secara terarah dan memberikan manfaat bagi mahasiswa, khususnya calon guru.

Sebagai tindak lanjut dari kajian tersebut, Asdospram Indonesia menyatakan kesiapannya untuk mendampingi jajaran dekanat UIN Bukittinggi dalam merancang struktur mata kuliah apabila pendekatan pendidikan kepramukaan tersebut nantinya diterapkan dalam kurikulum.

Melalui langkah ini, pengembangan pendidikan kepramukaan diharapkan dapat memberikan kontribusi nyata dalam membentuk calon guru yang tangguh, berkarakter, memiliki jiwa kepemimpinan, serta mampu menghadirkan proses pendidikan yang lebih kreatif dan berbasis pengalaman. (nz)

Aksesibilitas