Rektor UIN Bukittinggi: Pendampingan Terintegrasi Bantu UMKM Bangkit Dari Pasca Bencana

 

 

Bukittinggi (Humas)  – Rektor UIN Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi, Prof. Dr. Silfia Hanani, menyambut baik program pendampingan penguatan kapasitas produksi dan perluasan akses pembiayaan bagi 638 pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) terdampak bencana di Sumatera Barat. Menurutnya, pendampingan secara terintegrasi menjadi langkah penting untuk mempercepat pemulihan ekonomi masyarakat sekaligus mendorong pelaku UMKM mengembangkan usaha dan meningkatkan kesejahteraan.

Hal tersebut disampaikan Prof. Silfia Hanani dalam kegiatan Pendampingan Penguatan Kapasitas Produksi dan Perluasan Akses Pembiayaan bagi Wirausaha UMKM Terdampak Bencana di Sumatera Barat yang diselenggarakan Kementerian UMKM di Auditorium Gedung Student Center UIN Bukittinggi, Kamis (15/10/2026).

Dok. Foto. Rektor UIN Bukittinggi Prof. Dr. Silfia Hanani hadir dalam acara Pembukaan Pendampingan Penguatan Kapasitas Produksi dan Perluasan Akses Pembiayaan bagi Wirausaha UMKM Terdampak Bencana

Dalam sambutannya, Prof. Silfia Hanani menyampaikan bahwa program pemerintah tersebut merupakan bentuk perhatian terhadap masyarakat yang menghadapi kesulitan ekonomi akibat bencana. Ia berharap bantuan dan pendampingan yang diberikan dapat dimanfaatkan secara optimal oleh para pelaku usaha untuk membangun kembali aktivitas ekonomi mereka.

“Semoga Bapak dan Ibu yang hadir dalam acara ini dapat menjadi pelaku usaha UMKM yang sukses dan berhasil. Sehingga bantuan dari pemerintah kepada Bapak dan Ibu semuanya dapat bermanfaat dalam pemulihan ekonomi,” ujar Prof. Silfia Hanani.

Menurut Rektor, pemulihan UMKM tidak cukup hanya dengan mengembalikan kegiatan usaha seperti sebelum bencana. Para pelaku usaha juga perlu mendapatkan pendampingan yang berkelanjutan agar mampu meningkatkan kapasitas produksi, memperluas pemasaran, serta memperkuat daya saing produk di tengah perkembangan dunia usaha.

“Perlunya pelaku usaha UMKM dilakukan secara terintegrasi agar pelaku usaha tidak hanya mampu menjalankan aktivitas ekonomi, tetapi juga memiliki kemampuan untuk mengembangkan usaha, memperluas pemasaran, serta meningkatkan produksi usaha,” ungkap Prof. Silfia Hanani.

Ia menilai, keberhasilan pemulihan ekonomi masyarakat membutuhkan keterlibatan berbagai pihak, baik pemerintah pusat, pemerintah daerah, perguruan tinggi, maupun pelaku usaha itu sendiri. Sinergi tersebut diperlukan agar program bantuan tidak berhenti pada pemberian dukungan sesaat, tetapi mampu membangun kemandirian dan ketangguhan ekonomi masyarakat dalam jangka panjang.

Dalam konteks tersebut, UIN Bukittinggi menyambut baik kehadiran program Kementerian UMKM yang memberikan kesempatan kepada ratusan pelaku usaha terdampak bencana untuk memperoleh penguatan kapasitas, pendampingan usaha, serta akses pembiayaan dan pasar.

Kegiatan ini diikuti sebanyak 638 pelaku UMKM dari wilayah sasaran di Sumatera Barat. Program dilaksanakan melalui tiga bentuk intervensi utama, yakni kemudahan akses pembiayaan bagi 219 UMKM, peningkatan kapasitas wirausaha bagi 255 UMKM, serta peningkatan akses pasar bagi 164 UMKM.

Sekretaris Deputi Bidang Kewirausahaan Kementerian UMKM RI, Rahmadi, menyampaikan apresiasi kepada Rektor UIN Bukittinggi yang telah memfasilitasi tempat penyelenggaraan kegiatan tersebut.

“Ucapan terima kasih kepada Ibu Rektor UIN Bukittinggi, Prof. Dr. Silfia Hanani, yang telah memfasilitasi tempat acara di gedung ini dengan jumlah peserta sebanyak 638 pelaku UMKM yang terdampak bencana di Sumatera Barat,” ungkap Rahmadi.

Ia menjelaskan, program kemudahan akses pembiayaan diarahkan untuk memperkuat kesiapan pelaku usaha dalam memperoleh dukungan modal dari lembaga jasa keuangan. Sementara itu, peningkatan kapasitas wirausaha difokuskan pada penguatan kemampuan mengelola bisnis, beradaptasi terhadap perubahan, dan memanfaatkan digitalisasi.

Adapun peningkatan akses pasar dilakukan melalui perluasan peluang pemasaran produk, penguatan jejaring usaha, pengembangan kemitraan, serta pendampingan untuk meningkatkan peluang transaksi melalui Katalog Elektronik. Kementerian UMKM juga mendorong optimalisasi layanan SAPA UMKM untuk memudahkan pelaku usaha memperoleh informasi dan fasilitasi pengembangan bisnis.

Dok. Foto. Kepala Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Sumatera Barat, Dr. H. Endrizal,

Sementara itu, Kepala Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Sumatera Barat, Dr. H. Endrizal, menyampaikan bahwa tantangan akibat bencana dapat menjadi momentum bagi pelaku UMKM untuk bangkit dan meningkatkan kualitas usahanya.

“Melalui upaya pemulihan ekonomi dan semangat masyarakat untuk bangkit lewat usaha UMKM, bukan tidak mungkin pelaku UMKM dapat  hidup makmur dan sejahtera atau bisa disebut dengan UMKM Naik Kelas,” ujar Endrizal.

Kegiatan tersebut turut dihadiri perwakilan dinas yang membidangi UMKM dari Provinsi Sumatera Barat, Kabupaten Agam, Kabupaten Pasaman, Kabupaten Pasaman Barat, dan Kabupaten Lima Puluh Kota.

Dok. Foto. Rektor UIN Bukittinggi Prof. Dr. Silfia Hanani menerima plakat penghargaan dari Sekretaris Deputi Bidang Kewirausahaan Kementerian UMKM RI Rahmadi.

Menjelang penutupan acara pembukaan, Rahmadi menyerahkan plakat penghargaan kepada Rektor UIN Bukittinggi, Prof. Dr. Silfia Hanani, sebagai bentuk apresiasi atas kegiatan pendampingan dan penguatan UMKM Wirausaha.

Melalui kegiatan ini, Prof. Silfia Hanani berharap pendampingan yang diberikan pemerintah dapat menjadi dorongan nyata bagi pelaku UMKM untuk kembali produktif, mengembangkan usaha secara berkelanjutan, dan meningkatkan kesejahteraan keluarga. Dengan dukungan serta kerja sama berbagai pihak, UMKM di Sumatera Barat diharapkan tidak hanya mampu pulih dari dampak bencana, tetapi juga tumbuh menjadi usaha yang tangguh, mandiri, dan berdaya saing. (nz)

Aksesibilitas