
Bukittinggi (Humas) — Universitas Islam Negeri (UIN) Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi terus memperkuat komitmen dalam mewujudkan kampus hijau dan berkelanjutan melalui kegiatan Workshop Capacity Building: Strengthening Institutional Capacity for UI GreenMetric: Integrated Data Management, Evidence-Based Reporting, and Sustainable Campus Performance, yang digelar oleh Lembaga Penjaminan Mutu (LPM) UIN Bukittinggi di Ruang Cinema Gedung S, Kamis (8/10/2026).
Kegiatan ini dihadiri Wakil Rektor II UIN Bukittinggi Prof. Dr. Iiz Izmuddin , Wakil Rektor I Dr. Afrinaldi, Ketua LPM Dr. Iswantir M., serta narasumber Ketua UI GreenMetric, Dr. Vishnu Juwono, dan Asesor UI GreenMetric, Prof. Dr. Sumi Hudiyono. Peserta workshop terdiri atas para dekan fakultas, dosen, dan tenaga kependidikan di lingkungan UIN Bukittinggi.

Dalam sambutan dan arahannya mewakili Rektor, Prof. Dr. Iiz Izmuddin menekankan pentingnya membangun komitmen bersama dalam meningkatkan kualitas kelembagaan, khususnya dalam mendukung capaian UIN Bukittinggi pada pemeringkatan UI GreenMetric. Menurutnya, upaya mewujudkan kampus berkelanjutan membutuhkan keterlibatan seluruh unsur perguruan tinggi, bukan hanya satu unit kerja.
Ia mengarahkan agar seluruh fakultas dan unit kerja memperkuat koordinasi serta pengelolaan data yang terintegrasi, sehingga setiap program dan kegiatan yang berkaitan dengan keberlanjutan kampus dapat terdokumentasi dengan baik dan didukung bukti yang dapat dipertanggungjawabkan.
“Penguatan kapasitas kelembagaan melalui workshop ini menjadi langkah penting bagi UIN Bukittinggi untuk meningkatkan kualitas tata kelola kampus yang berkelanjutan. Seluruh unsur kampus perlu berkolaborasi, mulai dari pengelolaan data, pelaporan berbasis bukti, hingga pelaksanaan program yang mendukung lingkungan kampus yang sehat, hijau, dan berkelanjutan,” ungkap Prof. Iiz Izmuddin.

Sementara itu, Ketua LPM UIN Bukittinggi, Dr. Iswantir M., menyampaikan bahwa kegiatan workshop ini merupakan bagian dari upaya penguatan penjaminan mutu institusi, terutama dalam memastikan data dan dokumen pendukung pemeringkatan UI GreenMetric dikelola secara terstruktur, akurat, dan terintegrasi.
Menurutnya, capaian dalam pemeringkatan keberlanjutan tidak hanya ditentukan oleh ketersediaan data, tetapi juga oleh kualitas pelaksanaan program, konsistensi pelaporan, serta bukti nyata dari kebijakan dan kegiatan yang dijalankan oleh perguruan tinggi.
“Melalui workshop ini, kita ingin membangun pemahaman yang sama di seluruh unit kerja mengenai pentingnya pengelolaan data yang terintegrasi dan pelaporan berbasis bukti. Data yang disampaikan harus sesuai dengan kondisi dan program nyata yang dilaksanakan oleh institusi, sehingga dapat mendukung peningkatan mutu dan kinerja keberlanjutan UIN Bukittinggi,” ungkap Dr. Iswantir.
Ia berharap kegiatan tersebut dapat memperkuat sinergi antara LPM, fakultas, dan seluruh unit kerja dalam menyiapkan data serta dokumen pendukung UI GreenMetric. Dengan demikian, upaya peningkatan kinerja keberlanjutan dapat dilakukan secara terukur, berkesinambungan, dan menjadi bagian dari budaya mutu di lingkungan kampus.

Pada sesi pertama, Ketua UI GreenMetric, Dr. Vishnu Juwono, menyampaikan materi tentang pemahaman pemeringkatan UI GreenMetric, indikator kinerja utama, serta strategi peningkatan peringkat UIN Bukittinggi.
Dalam pemaparannya, Dr. Vishnu menjelaskan bahwa UI GreenMetric merupakan pemeringkatan keberlanjutan global yang digagas oleh Universitas Indonesia pada 2010 untuk menilai kebijakan dan program keberlanjutan di lingkungan perguruan tinggi. Seiring perkembangannya, ekosistem UI GreenMetric juga mencakup berbagai inisiatif keberlanjutan pada tingkat kota dan perusahaan.
Ia menegaskan bahwa pemahaman terhadap konsep, visi, dan misi UI GreenMetric menjadi dasar penting bagi perguruan tinggi dalam menyusun strategi peningkatan kinerja keberlanjutan.
“Konsep UI GreenMetric mesti dipahami artinya, sehingga kita tahu dan paham konsep UI GreenMetric tersebut,” ungkap Dr. Vishnu Juwono.
Ia menjelaskan bahwa visi UI GreenMetric adalah menjadi pemeringkatan universitas dunia yang terbuka, terpercaya, dan dihormati, serta memberikan dampak berkelanjutan bagi universitas di seluruh dunia.
Sementara itu, misinya mencakup penyelenggaraan pemeringkatan universitas dunia setiap tahun di bidang keberlanjutan, mendorong penerapan praktik keberlanjutan di berbagai universitas, mengajak perguruan tinggi untuk terus meningkatkan praktik keberlanjutan, serta memfasilitasi kemitraan internasional di bidang tersebut.
Dalam kesempatan itu, Dr. Vishnu juga memaparkan gambaran partisipasi UI GreenMetric 2026 yang disebutnya melibatkan 2.016 universitas dari 110 negara. Ia turut menjelaskan daftar sepuluh besar peringkat keseluruhan UI GreenMetric 2026 sebagaimana materi yang dipaparkan dalam workshop, sebagai gambaran persaingan sekaligus referensi bagi perguruan tinggi dalam meningkatkan kinerja keberlanjutan.
Selain itu, pada sesion kedua , Asesor UI GreenMetric, Prof. Dr. Sumi Hudiyono, menyampaikan materi mengenai pemahaman kembali kategori UI GreenMetric Sustainable University Ranking serta pengenalan UI GreenMetric Tree Rating. Pemaparan tersebut memberikan wawasan kepada peserta mengenai kategori penilaian dan aspek yang perlu diperhatikan dalam pengembangan kampus berkelanjutan.
Melalui workshop ini, UIN Bukittinggi diharapkan semakin memperkuat tata kelola data, meningkatkan kualitas pelaporan berbasis bukti, serta mengoptimalkan program keberlanjutan di seluruh unit kerja. Upaya tersebut menjadi bagian penting dalam membangun budaya mutu sekaligus mewujudkan kampus yang hijau, sehat, dan berkelanjutan. (nz)
