748 Mahasiswa FTIK UIN Bukittinggi Ikuti Yudisium

Bukittinggi (Humas) — Sebanyak 748 mahasiswa Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) UIN Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi mengikuti yudisium di Auditorium Student Centre, Selasa (8/9/2026).

Yudisium tersebut dihadiri Dekan FTIK Junaidi, Wakil Dekan I, Wakil Dekan II, Wakil Dekan III, Kepala Bagian Tata Usaha FTIK serta jajaran Dosen dan Tenaga Kependidikan.

Di hadapan ratusan mahasiswa, Junaidi menyoroti satu hal yang menurutnya perlu menjadi perhatian lulusan setelah menyelesaikan pendidikan di kampus, yakni kemampuan membawa pengetahuan akademik ke dalam persoalan nyata yang akan mereka hadapi di tengah masyarakat.

Menurutnya, gelar akademik yang diperoleh mahasiswa bukan titik akhir dari proses belajar. Terlebih bagi lulusan FTIK yang sebagian besar akan bersentuhan dengan dunia pendidikan.

“Saudara hari ini boleh bangga dengan capaian yang sudah diraih. Tetapi setelah keluar dari kampus, masyarakat tidak akan bertanya berapa nilai yang saudara dapatkan. Masyarakat akan melihat apa yang bisa saudara lakukan dengan ilmu itu,” kata Junaidi.

Ia meminta lulusan tidak berhenti pada kemampuan yang diperoleh selama perkuliahan. Perubahan di dunia pendidikan, kata dia, menuntut lulusan untuk terus memperbarui pengetahuan sekaligus memahami kebutuhan masyarakat.

Dok: Sambutan Dekan FTIK, Junaidi, dalam kegiatan Yudisium FTIK, Selasa (08/09/2026)

“Jangan pernah merasa ilmu yang kita dapatkan selama kuliah sudah cukup. Dunia pendidikan bergerak cepat. Teknologi berubah, karakter peserta didik berubah, kebutuhan masyarakat juga berubah. Karena itu, kemampuan untuk terus belajar justru menjadi bekal yang penting setelah saudara menyelesaikan pendidikan,” ujarnya.

Junaidi juga mengingatkan para lulusan mengenai tanggung jawab yang melekat pada identitas mereka sebagai alumni UIN Bukittinggi. Menurutnya, reputasi perguruan tinggi tidak hanya dibentuk dari prestasi institusi, tetapi juga dari sikap dan kontribusi para alumninya ketika berada di tengah masyarakat.

“Ke mana pun saudara pergi setelah ini, nama FTIK dan UIN Bukittinggi ikut bersama saudara. Jaga itu melalui cara saudara bekerja, bersikap dan memperlakukan orang lain. Jangan hanya menjadi lulusan yang selesai kuliah, tetapi jadilah alumni yang keberadaannya dirasakan,” katanya.


Dok : Lulusan Terbaik dan Skripsi Terbaik FTIK

Total 748 mahasiswa yang mengikuti yudisium tersebut selanjutnya akan menjalani tahapan prosesi wisuda. Bagi FTIK, jumlah tersebut sekaligus menjadi tambahan lulusan yang akan membawa kompetensi bidang kependidikan dan keilmuan masing-masing ke ruang kerja dan pengabdian yang lebih luas.

Dekan berharap para lulusan mampu menjadikan apa yang diperoleh selama berada di UIN Bukittinggi sebagai dasar untuk terus berkembang, bukan sekadar memenuhi persyaratan memperoleh gelar akademik.

“Kalau selama di kampus saudara belajar untuk mendapatkan nilai, setelah ini belajarlah untuk memberikan nilai bagi kehidupan. Di situlah ilmu yang saudara miliki benar-benar diuji,” tutup Junaidi. (*Humas UIN Bukittinggi/WA)

Aksesibilitas