
Bukittinggi (Humas) — Wakil Rektor II UIN Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi, Prof. Iiz Izmuddin, bertindak sebagai pembina upacara dalam peringatan Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) Tahun 2026 yang digelar pada Rabu (20/5/2026). Upacara berlangsung khidmat dengan mengusung tema “Jaga Tunas Bangsa Demi Kedaulatan Negara” dan diikuti oleh unsur pimpinan, dosen dan tenaga kependidikan di lingkungan kampus UIN Bukittinggi.
Dalam kesempatan tersebut, Prof. Iiz Izmuddin membacakan naskah sambutan resmi Menteri Komunikasi dan Digital Republik Indonesia, Meutya Viada Hafid, yang menekankan pentingnya memperkuat semangat kebangkitan nasional di tengah tantangan perubahan zaman.
Pada bagian akhir sambutan, ditegaskan bahwa momentum Hari Kebangkitan Nasional menjadi ajang untuk meneguhkan kembali arah perjalanan bangsa melalui implementasi Asta Cita, delapan misi besar yang menjadi panduan pembangunan nasional.
“Dalam momen peringatan Hari Kebangkitan Nasional ini, kita meneguhkan kembali arah perjalanan bangsa dengan menempatkan Asta Cita, delapan misi besar yang harus dicapai bersama, sebagai kompas utama. Kita harus mampu mewujudkan misi tersebut untuk menghadirkan perubahan nyata dan terasa di tengah kehidupan rakyat,” demikian kutipan sambutan yang dibacakan Prof. Iiz Izmuddin.
Sambutan tersebut juga menegaskan bahwa peringatan Harkitnas 2026 merupakan panggilan bersama bagi seluruh elemen masyarakat, mulai dari kalangan akademisi, praktisi hingga generasi muda, untuk kembali menghidupkan semangat perjuangan yang diwariskan oleh organisasi Boedi Oetomo dalam berbagai aspek kehidupan.
Melalui momentum tersebut, masyarakat diajak memperkuat solidaritas sosial, meningkatkan literasi digital, serta memastikan setiap kebijakan dan langkah pembangunan berorientasi pada kemajuan bersama.
“Kebangkitan nasional adalah milik kita semua, bermula dari kesadaran individu yang terakumulasi secara kolektif dan berujung pada kejayaan bangsa di kancah dunia,” lanjut kutipan sambutan itu.
Peringatan Hari Kebangkitan Nasional di UIN Bukittinggi tidak hanya menjadi seremoni tahunan, tetapi juga refleksi bagi civitas akademika untuk memperkuat peran perguruan tinggi dalam menyiapkan generasi bangsa yang berdaya saing, berkarakter, dan memiliki komitmen terhadap pembangunan nasional. (NZ)
