Wakaf Mendorong Solusi Bencana Berbasis Global

Bukittinggi (Humas) — Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam UIN Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi menggelar Studium Generale bertema Optimizing Waqf Asset Utilization for Community Development in Disaster-Affected Areas, Senin (20/4/2026). Kegiatan ini dilaksanakan secara daring melalui Zoom Meeting dan menghadirkan narasumber internasional dari Universiti Kebangsaan Malaysia.

Dekan FEBI, Dr. Aidil Alfin, dalam sambutannya menegaskan bahwa isu pemanfaatan wakaf dalam penanggulangan bencana merupakan kebutuhan mendesak, khususnya bagi wilayah Sumatera Barat yang berada di kawasan rawan bencana.

Menurutnya, selama ini pengelolaan wakaf di Indonesia masih cenderung terbatas pada fungsi tradisional, sehingga belum optimal dalam mendukung pemulihan ekonomi masyarakat pasca bencana.

“Wakaf harus kita dorong menjadi instrumen yang produktif dan solutif, bukan hanya bersifat simbolik,” ujarnya.

Ia menambahkan, transformasi wakaf dari aset pasif menjadi aset produktif menjadi kunci agar wakaf dapat berperan dalam mitigasi, respons, hingga rekonstruksi pascabencana.

 

Dok. Foto Prof. Madya Dr. Azima Abdul Manaf dari Universiti Kebangsaan Malaysia sebagai narasumber “Wakaf Mendorong Solusi Bencana Berbasis Global” secara Daring

Sementara itu, narasumber Prof. Madya Dr. Azima Abdul Manaf menyampaikan bahwa wakaf memiliki potensi besar sebagai sistem terintegrasi dalam penanggulangan bencana, jika dikelola secara modern dan berbasis kolaborasi global.

Ia menjelaskan, berbagai negara telah mengembangkan model wakaf yang adaptif, seperti wakaf produktif di Turki dan wakaf tunai di Bangladesh yang mampu memberikan respons cepat dalam situasi darurat.

“Wakaf perlu dikembangkan sebagai sistem ketahanan bencana yang mencakup aspek keuangan, infrastruktur, dan tata kelola,” jelasnya.

Melalui pendekatan tersebut, lanjutnya, wakaf dapat mempercepat penyaluran bantuan, memperkuat pemulihan ekonomi, serta meningkatkan ketahanan masyarakat di daerah terdampak bencana.

Kegiatan ini diikuti oleh dosen, mahasiswa, serta civitas akademika dan menjadi bagian dari upaya penguatan internasionalisasi akademik di lingkungan FEBI.

Melalui forum ini, diharapkan lahir gagasan dan inovasi baru dalam pengembangan ekonomi syariah, khususnya dalam menjawab tantangan kebencanaan secara lebih terstruktur dan berkelanjutan. (HP)

Aksesibilitas