UIN Bukittinggi Teguhkan Spirit Budaya, Rano Karno Resmikan Gedung Soekarno M. Noor dan Hadiri Wisuda

Bukittinggi (Humas) – Universitas Islam Negeri Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi menerima kunjungan kehormatan dariWakil Gubernur DKI Jakarta, H. Rano Karno dalam rangka peresmian Gedung Soekarno M. Noor sekaligus menghadiri Wisuda Angkatan ke-XII, Rabu (15/4/2026).

Figur publik yang akrab disapa “Bang Doel” tersebut secara langsung meresmikan gedung perkuliahan yang diberi nama Gedung Soekarno M. Noor. Nama tersebut diambil dari sosok seniman Minangkabau, Soekarno M. Noor, yang juga merupakan ayahanda Rano Karno. Peresmian ini turut dihadiri oleh Rektor UIN Bukittinggi, Prof. Silfia Hanani, beserta jajaran pimpinan, dewan senat, serta unsur pimpinan dari Pemerintah Kota Bukittinggi dan Kabupaten Agam.

Dalam sambutannya, Rano Karno menyampaikan rasa hormat dan terima kasih atas penghargaan yang diberikan kepada almarhum ayahnya. Ia menegaskan bahwa nama tersebut bukan sekadar identitas, melainkan mengandung nilai kenangan, pelajaran, dan cinta yang terus hidup lintas generasi.

Dok. Peresmian Gedung Soekarno M. Noor UIN Bukittinggi oleh H. Rano Karno

Usai prosesi peresmian, Rano Karno melanjutkan agenda dengan menghadiri Wisuda Angkatan ke-XII yang digelar di Aula Student Center UIN Bukittinggi. Dalam kesempatan tersebut, ia menyampaikan orasi ilmiah yang inspiratif di hadapan 821 wisudawan.

“Hari ini saudara-saudari tidak sekadar menamatkan studi. Gelar bukanlah mahkota, melainkan amanah dan tanggung jawab yang lebih besar untuk menjawab panggilan Indonesia,” ujarnya.

Ia juga menekankan bahwa ijazah bukanlah akhir, melainkan awal dari perjalanan kehidupan. “Ijazah itu ibarat kunci yang membuka pintu kesempatan. Namun tantangan sesungguhnya ada di balik pintu yang akan dibuka,” tambahnya.

Lebih lanjut, Rano Karno menyebut Bukittinggi sebagai “ruang batin” Indonesia yang melahirkan banyak tokoh besar bangsa. Ia mengajak para wisudawan untuk meneladani nilai integritas, kejujuran, dan kesederhanaan dari tokoh-tokoh nasional asal Sumatera Barat, seperti Haji Agus Salim, Mohammad Hatta, Sutan Sjahrir, Hamka, Mohammad Natsir, serta tokoh sastra seperti Marah Rusli, Abdul Muis, dan Taufiq Ismail.

Sementara itu, Rektor UIN Bukittinggi, Prof. Dr. Silfia Hanani, menjelaskan bahwa penamaan gedung dilakukan secara selektif dengan mempertimbangkan keahlian dan ketokohan figur asal Minangkabau. Ia menegaskan bahwa kampus Islam tidak hanya berfokus pada aspek akademik, tetapi juga harus menyentuh seni dan budaya guna membentuk karakter mahasiswa yang kreatif dan berdaya saing.

Kehadiran Rano Karno dalam kegiatan ini memperkuat pesan pentingnya menghargai akar sejarah dan budaya. Prof. Silfia Hanani berharap UIN Bukittinggi dapat terus berkembang menjadi “Kampus Sejuta Tokoh” yang melahirkan generasi unggul dan berkontribusi bagi bangsa.

(*Humas UIN Bukittinggi/YH)

Aksesibilitas