
Bukittinggi (Humas) — Fakultas Ushuluddin, Adab dan Dakwah (FUAD) Universitas Islam Negeri (UIN) Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi secara resmi meluncurkan Pusat Kajian Ekoteologi melalui kegiatan diskusi akademik bertema “Building an Ecotheology Research Agenda: Interdisciplinary Methods and Global Challenges”. Kegiatan ini diselenggarakan di Aula FUAD, Gedung Mohammad Hatta Lantai 3, dan diikuti oleh sekitar 50 peserta secara luring.
Acara dibuka dengan sambutan Dekan FUAD UIN Bukittinggi, Prof. Dr. Syafwan Rozi, yang menegaskan pentingnya kehadiran Pusat Kajian Ekoteologi sebagai respons akademik terhadap semakin kompleksnya persoalan kerusakan lingkungan. Menurutnya, krisis ekologi tidak dapat dilepaskan dari dimensi teologis, etis, dan kultural, sehingga memerlukan kontribusi keilmuan dari fakultas yang mengembangkan studi keushuluddinan dan humaniora.
“Pembentukan Pusat Kajian Ekoteologi ini merupakan ikhtiar FUAD untuk menghadirkan kontribusi nyata dalam merespons isu-isu lingkungan hidup. Kajian teologi tidak boleh terlepas dari realitas kerusakan ekologis yang kita hadapi hari ini,” ujar Prof. Syafwan.
Pada kesempatan tersebut, Prof. Syafwan juga menyampaikan apresiasi kepada Prof. Anna M. Gade, Ph.D. sebagai narasumber utama, serta mengucapkan terima kasih kepada Rektor UIN Bukittinggi yang telah mendorong, memfasilitasi, dan menjadi mitra strategis dalam pendirian pusat kajian ini.

Selanjutnya, Rektor UIN Bukittinggi, Prof. Dr. Silfia Hanani, memberikan sambutan sekaligus secara resmi melaunching Pusat Kajian Ekoteologi FUAD UIN. Dalam sambutannya, Rektor menegaskan bahwa pendirian pusat kajian ini sejalan dengan mandat Kementerian Agama Republik Indonesia dan merupakan wujud tanggung jawab intelektual UIN Bukittinggi sebagai perguruan tinggi keagamaan Islam.
“Pusat Kajian Ekoteologi ini bukan hanya kebutuhan akademik, tetapi juga bagian dari tanggung jawab moral dan intelektual UIN Bukittinggi dalam merespons isu-isu global, khususnya krisis lingkungan dan keberlanjutan,” tegas Prof. Silfia Hanani.

Dok. Prof. Anna M. Gade bersama Rektor, Dekan FUAD dan Direktur Pusat Kajian Ekoteologi FUAD UIN Bukittinggi
Rektor berharap pusat kajian ini dapat berkembang menjadi ruang kolaborasi riset, publikasi ilmiah, serta pengabdian kepada masyarakat yang berdampak luas, baik di tingkat nasional maupun internasional.
Usai peluncuran, kegiatan dilanjutkan dengan diskusi akademik yang menghadirkan Prof. Anna M. Gade, Ph.D., Vilas Distinguished Achievement Professor dari Nelson Institute for Environmental Studies, University of Wisconsin–Madison, Amerika Serikat. Dalam paparannya, Prof. Gade menekankan bahwa krisis lingkungan global tidak dapat dipahami semata-mata sebagai persoalan teknis atau kebijakan, melainkan juga sebagai persoalan etika, moral, dan teologis.
Ia menjelaskan bahwa ekoteologi perlu dikembangkan sebagai agenda riset interdisipliner yang menghubungkan refleksi teologis dengan environmental humanities, ilmu sosial, serta isu-isu keadilan lingkungan dan perubahan iklim. Prof. Gade juga menyoroti pentingnya pendekatan lintas-spesies (multispecies approaches), konsep keadilan ekologis, serta tanggung jawab manusia sebagai bagian dari komunitas ciptaan dalam merumuskan etika lingkungan yang relevan secara global maupun lokal.

Dok. Diskusi Akademik Kajian Ekoteologi FUAD bersama Prof. Anna M. Gade
Diskusi akademik ini dipandu oleh Dr. Zulfan Taufik, yang juga diamanahi sebagai Direktur Pusat Kajian Ekoteologi FUAD UIN. Dalam pengantarnya, ia menjelaskan bahwa pusat kajian ini bertujuan mengembangkan riset ekoteologi berbasis pendekatan interdisipliner, memperkuat publikasi ilmiah, membangun jejaring nasional dan internasional, serta mendorong pengabdian kepada masyarakat yang berorientasi pada isu lingkungan dan keberlanjutan.
“Diskusi akademik bersama Prof. Anna M. Gade ini menjadi milestone awal dalam pengembangan Pusat Kajian Ekoteologi FUAD UIN Bukittinggi, sekaligus langkah awal untuk merumuskan model-model kajian ekoteologi interdisipliner yang akan dikembangkan secara berkelanjutan,” jelas Dr. Zulfan.
Kegiatan ini diikuti oleh dosen lintas keilmuan di lingkungan FUAD dan fakultas lain, serta mahasiswa program Sarjana, Magister, dan Doktor. Antusiasme peserta terlihat dari diskusi yang berlangsung aktif dan reflektif, menandai komitmen bersama civitas akademika UIN Bukittinggi dalam mengembangkan kajian teologi yang responsif terhadap krisis ekologi global. (*Humas UIN Bukittinggi/YH)
*Kontributor : Zulfan Taufik
