UIN Bukittinggi Kukuhkan 1.311 Guru Profesional PPG Dalam Jabatan Batch 2 dan 3 Tahun 2025

Bukittinggi (Humas) – Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK) Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) Universitas Islam Negeri (UIN) Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi sukses menyelenggarakan Prosesi Pengukuhan Guru Profesional Program Pendidikan Profesi Guru (PPG) Dalam Jabatan Batch 2 dan 3 Tahun 2025, Kamis (14/1/2026). Kegiatan ini berlangsung di Gedung Student Center UIN Bukittinggi.

Sebanyak 1.311 guru profesional bidang Pendidikan Agama Islam (PAI) dari berbagai kabupaten dan kota di Provinsi Sumatera Barat resmi dikukuhkan oleh Rektor UIN Bukittinggi, Prof. Silfia Hanani. Pengukuhan ini menjadi momentum penting dalam upaya penguatan kompetensi dan profesionalisme guru agama Islam di Sumatera Barat. Prosesi pengukuhan dilaksanakan secara luring dan daring melalui Zoom Meeting bagi peserta yang tidak dapat hadir secara langsung.

Kegiatan ini dihadiri oleh jajaran pimpinan UIN Bukittinggi, antara lain Kepala Biro UAPK, para Wakil Rektor, Dekan FTIK, Wakil Dekan, Ketua Program Studi, Dosen Pembimbing, serta Guru Pamong. Turut hadir tamu kehormatan dari berbagai instansi, seperti Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sumatera Barat, Ketua Asosiasi Guru Pendidikan Agama Islam (AGPAI) Bukittinggi, Kepala Dinas Pendidikan, serta Kepala Kantor Kementerian Agama kabupaten dan kota peserta PPG, beserta para pemangku kepentingan yang selama ini mendukung pelaksanaan program PPG.

Dok. Pengukuhan Guru Profesional oleh Rektor UIN Bukittinggi pada PPG Batch 2 dan 3 LPTK UIN Bukittinggi

Dalam sambutannya, Rektor UIN Bukittinggi, Prof. Silfia Hanani, menyampaikan rasa syukur atas suksesnya pengukuhan guru profesional pada hari tersebut. Ia menegaskan bahwa guru memiliki peran strategis dalam menentukan kualitas generasi masa depan.

“Bapak dan Ibu yang hari ini resmi dikukuhkan sebagai guru profesional adalah guru-guru hebat. Guru memiliki peran yang tidak tergantikan dalam mencetak generasi bangsa yang berkualitas. Oleh karena itu, kami berharap Bapak dan Ibu terus meningkatkan kualitas dan potensi diri dengan senantiasa memperbarui ilmu dan kompetensi di bidang pendidikan,” ujar Prof. Silfia Hanani.

Lebih lanjut, Rektor menegaskan komitmen UIN Bukittinggi dalam mendukung pengembangan karier akademik para guru. “UIN Bukittinggi membuka kesempatan seluas-luasnya bagi Bapak dan Ibu untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang magister dan doktor. Di era digital, guru berperan sebagai penentu kompas pendidikan, yang mampu mengarahkan tujuan pembelajaran serta membentuk karakter peserta didik yang kompetitif,” tambahnya.

Sementara itu, Dekan FTIK UIN Bukittinggi, Dr. Junaidi, menyampaikan apresiasi dan ucapan selamat kepada seluruh peserta PPG yang telah berhasil menyandang predikat guru profesional.

“Predikat guru profesional yang diraih hari ini bukanlah sesuatu yang mudah. Banyak perjuangan dan pengorbanan yang telah Bapak dan Ibu lalui selama proses PPG. Kami berharap amanah ini dapat dijalankan dengan penuh tanggung jawab, serta diiringi dengan semangat untuk terus berkembang dan berinovasi dalam memberikan pendidikan terbaik bagi anak bangsa,” ungkap Dr. Junaidi.

Pada rangkaian acara yang sama, juga dilakukan penandatanganan Nota Kerja Sama antara UIN Bukittinggi dan Asosiasi Guru Pendidikan Agama Islam Indonesia (AGPAII) Bukittinggi. Nota kesepahaman tersebut ditandatangani langsung oleh Rektor UIN Bukittinggi, Prof. Silfia Hanani, bersama Ketua AGPAII Bukittinggi, Herlina Rasyid, sebagai wujud sinergi dan kolaborasi dalam penguatan pendidikan agama Islam.

Menutup rangkaian kegiatan, UIN Bukittinggi secara resmi meluncurkan Pusat Kajian Kurikulum Berbasis Cinta. Surat Keputusan (SK) penetapan pusat kajian tersebut diserahkan langsung oleh Rektor UIN Bukittinggi kepada Kepala Pusat Kajian Kurikulum Berbasis Cinta, Prof. Zulfani Sesmiarti.

Dengan terselenggaranya pengukuhan Guru Profesional PPG Dalam Jabatan Batch 2 dan 3 Tahun 2025 ini, UIN Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi menegaskan komitmennya sebagai LPTK yang unggul dalam mencetak pendidik profesional, berkarakter, dan berdaya saing. Diharapkan para guru yang telah dikukuhkan mampu mengimplementasikan kompetensi profesional, pedagogik, sosial, dan kepribadian secara optimal di satuan pendidikan masing-masing, serta menjadi agen perubahan dalam mewujudkan pendidikan agama Islam yang berkualitas dan berkelanjutan.

(*Humas UIN Bukittinggi/YH)

Aksesibilitas