
Bukittinggi (Humas) — Kegiatan Kajian Dhuha yang dilaksanakan di Masjid Ulul Albab Kampus II Universitas Islam Negeri Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi pada Jumat (13/03/2026) berlangsung dengan penuh khidmat. Kajian Dhuha yang disampaikan oleh Dekan Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) Dr. Junaidi ini menjadi momentum penting dalam memperkuat pembinaan spiritual di lingkungan kampus.
Kegiatan Kajian Dhuha tersebut dihadiri oleh jajaran pimpinan universitas, di antaranya Rektor Silfia Hanani, para Wakil Rektor, para dekan fakultas, Kepala Biro UAPK Eramli Jantan Abdullah, MM, serta para dosen dan tenaga kependidikan. Kehadiran para pimpinan dan sivitas akademika menunjukkan komitmen bersama dalam memperkuat nilai-nilai religius di lingkungan UIN Bukittinggi.
Para peserta Kajian Dhuha tampak antusias dan khusyuk mengikuti tausiyah yang disampaikan. Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya pembinaan spiritual sekaligus penguatan nilai-nilai keislaman bagi dosen dan tenaga kependidikan, sehingga diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi kehidupan pribadi maupun profesional mereka.
Dalam pemaparannya pada Kajian Dhuha, Dr. Junaidi menekankan pentingnya meneladani akhlak mulia Muhammad. Ia menjelaskan bahwa Rasulullah SAW merupakan teladan utama bagi umat Islam, khususnya dalam membangun kehidupan keluarga yang harmonis, penuh kasih sayang, dan dilandasi sikap saling menghormati.
“Keteladanan Rasulullah Nabi Muhammad SAW dalam keluarga merupakan contoh nyata bagi umat Islam dalam membangun rumah tangga yang harmonis, penuh cinta, dan saling menghormati. Kita menjadikan nilai-nilai keteladanan Nabi sebagai landasan dalam menjalani kehidupan, baik dalam keluarga, lingkungan kerja, maupun dalam interaksi sosial,” ujar Dr. Junaidi dalam Kajian Dhuha tersebut.
Ia juga menambahkan bahwa nilai kasih sayang, kelembutan, serta tanggung jawab merupakan pesan penting yang diwariskan Rasulullah SAW kepada umatnya. Nilai-nilai tersebut perlu diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari, baik dalam keluarga, lingkungan kerja, maupun dalam hubungan sosial yang lebih luas.
Setelah sesi Kajian Dhuha, kegiatan dilanjutkan dengan arahan dari Wakil Rektor I Afrinaldi. Dalam arahannya, ia menyampaikan apresiasi dari pimpinan universitas kepada seluruh dosen dan tenaga kependidikan yang telah berpartisipasi dalam kegiatan tersebut. Ia juga menyampaikan pesan dari Rektor terkait pengaturan pelaksanaan Work From Home (WFH) dan Work From Office (WFO) menjelang Hari Raya Idulfitri serta beberapa hari setelahnya.
Melalui kegiatan Kajian Dhuha ini, pihak universitas berharap tradisi kajian keagamaan dapat terus dilaksanakan secara rutin di lingkungan kampus. Selain memperkuat spiritualitas, kegiatan tersebut juga diharapkan mampu mempererat silaturahmi serta menanamkan nilai-nilai keteladanan Rasulullah SAW dalam kehidupan sivitas akademika UIN Bukittinggi.
{TimHumas/NZ}
