Bukittinggi (Humas) – Universitas Islam Negeri (UIN) Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi kembali menunjukkan komitmennya dalam peningkatan mutu pendidikan berbasis sertifikasi profesi. Teranyar, UIN Bukittinggi melalui Unit Pengembangan Bisnis menggelar kegiatan Internalisasi Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) UIN Bukittinggi.
Acara yang berlangsung di Gedung S, pada Kamis (25/09/2025) ini dibuka langsung oleh Rektor UIN Bukittinggi, Prof. Silfia Hanani, dan dihadiri oleh Direktur LSP, Prof. Zulfani Sesmiarni, serta Rektor Universitas Fort De Kock Prof. Evi Hasnita secara daring via zoom meeting.
Kegiatan ini bertujuan mempersiapkan 21 calon asesor profesional dari berbagai bidang, yang masuk ke dalam skema sertifikasi yakni Digital Marketing, Asisten Pengembangan Web, Kualifikasi 4 Bidang General Banking, Pendampingan Manajemen Pemasaran, Perancangan Strategi dan Metode Pembelajaran, Penyelia Halal, Pembuatan Konten (Content Creator), Perencanaan Pengelolaan dan Pengembangan Harta Benda Wakaf, Pengimplementasian Taktik Komunikasi Kehumasan, dan Pelaksanaan Penyediaan Informasi Akuntansi Keuangan.
Dalam sambutannya, Rektor Silfia Hanani mengungkapkan bahwa kegiatan ini adalah langkah penting untuk meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) di lingkungan UIN Bukittinggi.
“Kita harus pastikan bahwa lulusan kita nanti siap untuk menghadapi tantangan di dunia kerja,” ujarnya. Ia juga menekankan pentingnya peran asesor dalam mengukur kompetensi mahasiswa.
Dok : Narasumber Noflidaputri menyampaikan pemaparan dalam kegiatan internalisasi LSP, Kamis (25/09/2025)
Narasumber utama Direktur LSP Universitas Fort De Kock, Resty Noflidaputri, hadir memberikan pemahaman mendalam mengenai standar kompetensi kerja, prosedur sertifikasi, hingga etika seorang asesor.
Resty menyoroti pentingnya sertifikasi profesi di era modern. “Sertifikat kompetensi adalah nilai tambah bagi lulusan, karena dapat meyakinkan dunia kerja bahwa kompetensi yang dimiliki lulusan UIN Bukittinggi sudah sesuai dengan tuntutan kebutuhan dunia kerja,” jelasnya.
Senada dengan itu, Direktur LSP UIN Bukittinggi, Zulfani Sesmiarni, menambahkan bahwa LSP UIN Bukittinggi akan membantu memastikan bahwa standar kompetensi lulusan terpenuhi.
“Dengan adanya LSP, mahasiswa yang lulus tidak hanya membawa ijazah, tetapi juga sertifikat kompetensi yang diakui secara nasional bahkan internasional,” tambahnya.
Kegiatan internalisasi ini diharapkan dapat menghasilkan para asesor yang tidak hanya memahami teori, tetapi juga mampu mengimplementasikannya. UIN Bukittinggi berharap para calon asesor ini nantinya dapat melaksanakan tugasnya dengan penuh integritas. Dengan demikian, UIN Bukittinggi akan terus mencetak lulusan yang tidak hanya unggul dari segi akademik, tetapi juga kompeten di bidangnya. (Humas UIN Bukittinggi/WA)
