UIN Bukittinggi dan KRIRK University Bangkok Perkuat Jangkar Industri Halal di Asia Tenggara

Jakarta (Humas)—Upaya membangun ekosistem industri halal yang tangguh di kawasan Asia Tenggara terus bergulir. Kolaborasi lintas batas negara kini menjadi strategi krusial bagi perguruan tinggi Islam demi merespons pesatnya pertumbuhan pasar syariah global sekaligus mencetak sumber daya manusia yang adaptif.

Momentum tersebut ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara Universitas Islam Negeri (UIN) Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi, Sumatera Barat, dan International Islamic College of Bangkok (IICB) Krirk University, Thailand. Prosesi tersebut berlangsung di sela-sela Pertemuan Tahunan Asian Islamic Universities Association (AIUA) di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Kamis (25/6/2026).

Sinergi dua institusi ini membidik penguatan sektor hilir industri halal, mulai dari keuangan syariah, tata kelola wisata halal, hingga manajemen bisnis Islam. Langkah ini sekaligus menjadi babak baru bagi pendidikan tinggi Islam di Indonesia untuk memperluas rekognisi di tingkat regional.

 “Kolaborasi ini merupakan langkah progresif dalam memperluas rekognisi global. Kami menargetkan kerja sama ini diimplementasikan secara konkret melalui program inovatif yang berdampak langsung pada mutu akademik, riset internasional, dan kualitas lulusan,” ujar Rektor UIN Bukittinggi Prof. Dr. Silfia Hanani secara terpisah.

Sinergi Dua Kekuatan

Kerja sama ini mempertemukan dua karakteristik lembaga yang saling melengkapi. Krirk University selama ini dikenal sebagai salah satu pelopor dalam pengembangan manajemen bisnis Islam di Thailand, sebuah negara minoritas Muslim yang justru sangat progresif dalam mengembangkan industri pangan dan wisata halal.

Di sisi lain, UIN Bukittinggi membawamodalitas kuat berupa kekayaan khazanah keilmuan di bidang syariah, tarbiyah (pendidikan), dan ekonomi Islam.

Secara teknis, implementasi kerja sama akan diwujudkan melalui:

  •  Pertukaran akademisi: Pertukaran dosen dan ahli untuk memperkaya perspektif ruang kelas.
  •  Riset kolaboratif: Penelitian bersama guna memetakan tantangan dan peluang pasar halal ASEAN.
  •  Pengembangan kurikulum: Penyelarasan materi ajar agar lulusan memiliki standar kompetensi global.

Hadir dalam penandatanganan tersebut delegasi utama IICB Krirk University Bangkok, antara lain Wakil Rektor Urusan Internasional Prof. Dr. Jaran Maluleem, Dekan IICB Dr. Sarawut Laesan, dan Dr. Piranut. Sementara UIN Bukittinggi dihadiri oleh Wakil Rektor Urusan Kemahasiswaan, Alumni, dan Kerja Sama Dr. Edi Rosman, dan Kepala Pusat Hubungan Internasional Dr. Irwandi.

Melalui integrasi akademik lintas batas ini, kedua universitas berharap tidak hanya melahirkan lulusan yang unggul secara teoretis, tetapi juga mampu menjadi motor penggerak ekonomi umat di ranah global.

 Di tengah kompetisi kawasan yang kian ketat, penguatan ekosistem halal berbasis ruang akademik diharapkan mampu menjadi jangkar pertumbuhan ekonomi yang inklusif di ASEAN. (*Humas UIN Bukittinggi/YH)

*Kontributor : International Office

Aksesibilitas