Tim Dosen UIN Bukittinggi Gelar Trauma Healing tahap II di Paninggahan

Bukittinggi (Humas) _ Tim Dosen UIN Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi menggelar Trauma Healing tahap II  bagi masyarakat terdampak bencana di Jorong Gando, Nagari Paninggahan, Kabupaten Solok. Kegiatan yang berlangsung pada Minggu (8/3/2026) tersebut dipusatkan di Masjid Baitul Ikhlas dan diikuti oleh puluhan ibu-ibu yang menjadi korban terdampak bencana di wilayah tersebut.

Kegiatan Trauma Healing tahap II oleh Tim Dosen UIN Bukittinggi merupakan sebagai bentuk kepedulian akademisi UIN Bukittinggi terhadap kondisi psikologis dan spiritual masyarakat yang sedang menghadapi masa pemulihan pascabencana. Trauma healing tidak hanya diarahkan pada pemulihan mental, tetapi juga penguatan nilai-nilai spiritual agar masyarakat mampu bangkit dan menjalani kehidupan dengan lebih optimis.

Tim trauma healing  UIN Bukittinggi hadir dengan melibatkan 10 orang dosen lintas fakultas, yaitu Ali Rahman, MH., Dr. Carles, M.Pd.I, Dr. Januar, M.Pd., Genta Sakti, MA., Dr. Salmi Wati, M.Ag., Dr. Deswalantri, M.Pd., Dr. Alfi Rahmi, M.Pd., Dr., Dr. Ulva Rahmi, M.Pd., Dr. Linda Yarni, M.Si., Reflinda, M.Pd.,dan Eliza, M.Pd

Acara dipandu oleh Dr. Januar, M.Pd., yang dalam pengantarnya menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk nyata pengabdian dosen kepada masyarakat. Ia menegaskan bahwa masyarakat yang mengalami bencana tidak hanya membutuhkan bantuan material, tetapi juga dukungan moral dan spiritual agar dapat kembali bangkit. Bencana tidak hanya meninggalkan kerusakan fisik, tetapi juga luka batin. Karena itu, melalui kegiatan trauma healing ini kami ingin menghadirkan ruang penguatan mental dan spiritual, terutama bagi para ibu yang memiliki peran penting dalam menjaga ketahanan keluarga,” ungkapnya di hadapan para peserta.

Selanjutnya, Ali Rahman, M.Hum. selaku Ketua Rombongan Tim Trauma Healing Dosen UIN Bukittinggi menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen civitas akademika UIN Bukittinggi untuk hadir di tengah masyarakat yang membutuhkan. Menurutnya, para dosen tidak hanya berkewajiban menjalankan tri dharma perguruan tinggi dalam bidang pendidikan dan penelitian, tetapi juga pengabdian kepada masyarakat. Kami berharap kehadiran kami di sini dapat sedikit mengurangi beban psikologis masyarakat, sekaligus memberikan motivasi agar para ibu tetap kuat, sabar, dan optimis menghadapi ujian kehidupan,” ujarnya.

Kegiatan tersebut juga mendapat sambutan hangat dari Wali Jorong Gando Nagari Paninggahan, yang dalam sambutannya menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih kepada tim dosen UIN Bukittinggi yang telah meluangkan waktu untuk datang langsung ke tengah masyarakat. Ia menyampaikan bahwa masyarakat Jorong Gando sangat membutuhkan kegiatan seperti ini, karena setelah bencana banyak warga yang masih merasakan kekhawatiran, kecemasan, dan kesedihan. Kehadiran bapak dan ibu dosen dari UIN Bukittinggi sangat berarti bagi masyarakat kami. Selain membawa bantuan, kegiatan ini juga memberikan semangat dan kekuatan batin bagi warga yang sedang berusaha bangkit dari musibah, dan kegiatan ini akan tetap berlajut dalam berbagai bentuk kegiatan, tuturnya.

Setelah sesi sambutan, kegiatan dilanjutkan dengan tausiah agama yang disampaikan oleh Dr. Carles, M.Pd.I. Dalam ceramahnya, ia menekankan bahwa setiap musibah yang terjadi merupakan bagian dari ujian kehidupan yang memiliki hikmah di baliknya. Ia mengingatkan para peserta bahwa dalam ajaran Islam, musibah dapat menjadi sarana untuk meningkatkan kesabaran, memperkuat keimanan, serta mendekatkan diri kepada Allah SWT. Dalam setiap ujian selalu ada hikmah yang Allah siapkan. Yang terpenting adalah bagaimana kita menyikapinya dengan sabar, tawakal, dan tetap menjaga harapan bahwa Allah akan mengganti kesulitan dengan kemudahan, jelasnya.

Suasana kegiatan berlangsung hangat dan penuh kekeluargaan. Para ibu yang hadir tampak antusias mengikuti rangkaian kegiatan, mulai dari sesi penguatan mental, refleksi spiritual, hingga tausiah keagamaan. Sebagian peserta bahkan mengaku merasa lebih tenang dan termotivasi setelah mengikuti kegiatan tersebut. Mereka merasa diperhatikan dan didukung oleh berbagai pihak, termasuk kalangan akademisi.

Di akhir kegiatan, Tim Trauma Healing Dosen UIN Bukittinggi juga menyerahkan bantuan berupa paket sembako dan seperangkat alat shalat kepada masyarakat yang terdampak bencana di Jorong Gando. Penyerahan bantuan dilakukan secara simbolis kepada perwakilan masyarakat sebagai bentuk solidaritas dan kepedulian terhadap warga yang sedang menjalani masa pemulihan pascabencana.

Melalui kegiatan trauma healing ini, diharapkan masyarakat Jorong Gando Nagari Paninggahan dapat kembali bangkit secara mental dan spiritual, serta mampu menata kehidupan dengan semangat baru setelah melewati masa-masa sulit akibat bencana. Jnr

 

Kontributor : Dr. Januar

Aksesibilitas