
Bukittinggi (Humas)_Rektor UIN Bukittinggi Prof. Dr. Silfia Hanani bersama sejumlah personel Humas UIN Bukittinggi mengikuti kegiatan Breakfast Meeting Kehumasan Kementerian Agama RI Tahun 2026 secara daring pada Selasa, 10 Februari 2026. Kegiatan ini diselenggarakan oleh Biro Humas Kemenag RI dan diikuti oleh jajaran Humas PTKIN, Kanwil Kemenag Provinsi, serta Kankemenag Kabupaten/Kota se-Indonesia.
Breakfast Meeting tersebut dipimpin langsung oleh Sekretaris Jenderal Kemenag RI Prof. Dr. Kamaruddin Amin dan dihadiri oleh Menteri Agama RI Nasaruddin Umar, staf khusus Menteri Agama, para Direktur Jenderal, serta Kepala Biro di lingkungan Kementerian Agama Republik Indonesia. Forum ini menjadi ruang strategis untuk menyamakan visi dan memperkuat peran kehumasan Kemenag di tingkat nasional maupun internasional.
Dalam arahannya, Menteri Agama RI Nasaruddin Umar menegaskan bahwa Target kita (Kemenag RI) itu tidak hanya Indonesia, tapi bagaimana Kementerian Agama menjadi juru bicara Indonesia di Forum Dunia sekarang ini. Pak Prabowo Subianto sebagai Kepala Negara dikenal di Negara mayoritas Islam, Pak Prabowo Subianto dikenal sebagai Negarawan yang sangat Teduh Moderat, dan Toleransi. Pak Prabowo Subianto dikenal sebagai orang yang mengembangkan kualitas perekonomian. Sekarang ini kita suarakan itu semuanya, jangan hanya untuk kepentingan birokrasi Kementerian Agama, tapi kita menjadi bagian dari pada visi misi Pak Presiden kita di Indonesia yang kita cintai ini. Bagaimana bisa meng gaungi di Tingkat Internasional. Karena itu harus kita melihat dari sudut pandang tersebut dan mari kita tingkatkan kualitas mutu dan kuantitas kehumasan kita di Kementerian Agama. Tantangan kita sangat besar, mari kita lihat ke depan langkah-langkah kita, kita adakan semacam perbaikan strukturnya, terutama pendanaannya dan SDM nya. Mungkin kita perlu pelatihan-pelatihan khusus, kita ingin betul-betul Indonesia itu , Di Juru Bicarai oleh Kementerian Agama.
Rektor UIN Bukittinggi Prof. Silfia Hanani menyampaikan bahwa arahan Menteri Agama tersebut menjadi motivasi kuat bagi UIN Bukittinggi untuk terus memperkuat peran kehumasan kampus sebagai bagian dari ekosistem Kementerian Agama. “UIN Bukittinggi siap berkontribusi dalam menyuarakan nilai-nilai moderasi, toleransi, dan keunggulan akademik Indonesia, sejalan dengan visi Kementerian Agama dan Presiden RI di level global,” ujarnya.
Prof. Silfia Hanani menambahkan, peningkatan kapasitas SDM kehumasan melalui pelatihan khusus, penguatan struktur organisasi, serta dukungan pendanaan yang memadai merupakan langkah strategis yang sangat relevan. Menurutnya, Humas perguruan tinggi keagamaan Islam negeri memiliki posisi penting dalam membangun citra Indonesia sebagai bangsa yang religius, inklusif, dan berdaya saing internasional.
Melalui partisipasi aktif dalam Breakfast Meeting Kehumasan Kemenag RI ini, UIN Bukittinggi menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan kualitas kehumasan institusi. Ke depan, UIN Bukittinggi siap mengambil peran dalam menyukseskan agenda komunikasi strategis Kementerian Agama RI sebagai juru bicara Indonesia di forum dunia, sesuai dengan arah kebijakan nasional yang berorientasi global.
(TimHumas/NZ)
