Rektor UIN Bukittinggi Ajak Alumni Luar Negeri Perkuat Jejaring

Dok. Foto. Gusti Milla Quaidy (Kyrgyzstan)

Bukittinggi (Humas) – Alumni UIN Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi telah tersebar di berbagai daerah di Indonesia hingga ke sejumlah negara di luar negeri. Keberadaan alumni tersebut menjadi potensi besar dalam memperkuat jejaring, berbagi pengalaman, membuka peluang kerja, sekaligus mendukung peningkatan mutu lulusan dan daya tarik UIN Bukittinggi bagi calon mahasiswa.

Hal ini disampaikan Rektor UIN Bukittinggi, Prof. Dr. Silfia Hanani, dalam sambutannya pada kegiatan Bincang Alumni Luar Negeri UIN Bukittinggi yang dilaksanakan secara daring melalui Zoom, Kamis (22/10/2026).

Menurut Prof. Silfia Hanani, komunikasi dan silaturahmi yang intensif antar  alumni perlu terus diperkuat agar keberadaan alumni memberikan manfaat bagi sesama alumni maupun bagi institusi. Jejaring yang terbangun diharapkan menjadi ruang berbagi informasi, pengalaman, dan kesempatan, terutama dalam menghadapi persaingan dunia kerja yang semakin luas.

Melalui kontribusi alumni, UIN Bukittinggi juga diharapkan semakin dikenal masyarakat, sehingga mampu meningkatkan kepercayaan dan minat calon mahasiswa untuk melanjutkan pendidikan di kampus tersebut.

Dalam kegiatan tersebut, sejumlah alumni yang kini berkiprah di luar negeri turut berbagi pengalaman mengenai proses memperoleh pekerjaan, melanjutkan pendidikan, serta menghadapi berbagai tantangan ketika membangun karier di negara tempat mereka berada.

Gusti Milla Quaidy, alumni Program Studi Bahasa Inggris Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) UIN Bukittinggi yang kini berdomisili di Kyrgyzstan, menyampaikan bahwa jejaring alumni sangat diperlukan untuk saling berbagi informasi dan pengalaman, khususnya terkait prospek pekerjaan dan peluang lowongan kerja di luar negeri.

Menurutnya, komunikasi yang terjalin antar alumni dapat membantu para lulusan memperoleh informasi yang lebih luas mengenai kesempatan kerja, sekaligus memberikan gambaran tentang persiapan yang perlu dilakukan sebelum memasuki dunia kerja internasional.

Dok. Foto. Suci Fitriani (Australia)

Sementara itu, Suci Fitriani, alumni UIN Bukittinggi yang kini berkiprah di Australia, memaparkan sejumlah peluang kerja dan pendidikan yang dapat dimanfaatkan oleh alumni. Salah satunya adalah kesempatan menjadi guru Bahasa Indonesia di sejumlah sekolah di Australia yang masih membutuhkan tenaga pengajar sesuai kualifikasi dan persyaratan yang berlaku.

Ia juga mendorong alumni untuk mencari informasi mengenai peluang beasiswa pendidikan di Australia. Menurutnya, kemampuan bahasa Inggris menjadi salah satu modal penting untuk membuka kesempatan melanjutkan pendidikan maupun mengembangkan karier di negara tersebut.

Selain kemampuan bahasa, Suci mengingatkan pentingnya memahami prosedur administrasi dan ketentuan hukum yang berlaku, terutama dalam pengurusan visa dan penyetaraan ijazah.

Ia mengimbau para alumni agar tidak menggunakan jasa pengurusan visa secara ilegal karena dapat menimbulkan kerugian dan berdampak terhadap kesempatan bekerja maupun tinggal di Australia.

Suci juga menjelaskan bahwa penyetaraan ijazah S1 dengan kualifikasi pendidikan yang diakui di Australia perlu diperhatikan sesuai bidang pekerjaan dan persyaratan yang ditetapkan. Ia menyatakan kesediaannya untuk membantu dan membimbing adik-adik alumni yang ingin mengetahui proses penyetaraan ijazah tersebut.

Berdasarkan pengalamannya, Suci mengungkapkan bahwa kesempatan untuk bekerja dan mengembangkan karier di luar negeri dapat menjadi motivasi tersendiri ketika seseorang mampu mempersiapkan diri dan memenuhi kebutuhan dunia kerja.

Karena itu, ia mendorong para alumni agar tidak minder ataupun ragu untuk mencoba mencari peluang di luar negeri. Keberanian untuk mencoba harus diiringi dengan persiapan kemampuan bahasa, kelengkapan dokumen, pemahaman terhadap aturan yang berlaku, serta kesungguhan dalam meningkatkan kompetensi diri.

Pengalaman lainnya disampaikan Fajri Amrida, alumni UIN Bukittinggi yang berhasil diterima melanjutkan pendidikan S2 di Mesir. Ia menjelaskan bahwa persiapan studi ke luar negeri membutuhkan kesiapan akademik, kemampuan bahasa, serta dukungan keluarga agar proses persiapan hingga keberangkatan dapat berjalan dengan baik.

Dok. Foto. Ketua Unit Pengembangan Karir UIN Bukittinggi, Dr. Dewi Sandra

Dalam kegiatan tersebut, Ketua Unit Pengembangan Karir UIN Bukittinggi, Dr. Dewi Sandra, menyampaikan bahwa pengalaman alumni yang berkiprah di luar negeri merupakan sumber inspirasi sekaligus informasi penting bagi mahasiswa dan lulusan. “Kami mendorong mahasiswa dan alumni untuk memanfaatkan jejaring ini sebagai ruang belajar, berkonsultasi, serta mempersiapkan diri menghadapi peluang karier global. Unit Pengembangan Karir siap memfasilitasi penguatan kompetensi, informasi lowongan kerja, dan pendampingan agar lulusan UIN Bukittinggi lebih percaya diri bersaing di tingkat nasional maupun internasional,” ujarnya.

Dok. Foto. Nia Yulianti (Lithuania)

Dalam kegiatan tersebut, alumni lainnya, seperti Nia Yulianti yang berada di Lithuania dan Putri Laila Ramadhani yang berada di Kyrgyzstan, juga menjadi bagian dari jejaring alumni yang memiliki pengalaman internasional.

Berbagai pengalaman yang dibagikan dalam kegiatan Bincang Alumni Luar Negeri tersebut memperlihatkan bahwa kesempatan untuk bekerja dan melanjutkan pendidikan di luar negeri terbuka bagi lulusan yang mau berusaha, mempersiapkan diri, dan terus meningkatkan kemampuan.

Kegiatan ini sekaligus menjadi ruang untuk mempererat silaturahmi dan memperkuat hubungan antara alumni dengan almamater. Jejaring yang terbentuk diharapkan tidak berhenti pada komunikasi semata, tetapi berkembang menjadi kerja sama nyata yang memberikan manfaat bagi alumni, mahasiswa, dan institusi.

Dengan semakin kuatnya komunikasi dan kolaborasi tersebut, alumni diharapkan mampu menjadi jembatan informasi dan inspirasi bagi generasi berikutnya, sekaligus berkontribusi dalam meningkatkan mutu lulusan serta memperluas peluang karier mahasiswa dan alumni UIN Bukittinggi di tingkat nasional maupun internasional. (nz)

Aksesibilitas