
Bukittinggi (Humas) – PKPEU UIN Bukittinggi menggelar Diskusi Publik Virtual pada Jumat (13/02/2026) dengan melibatkan berbagai penggiat koperasi dan lembaga syariah. Kegiatan yang berlangsung melalui Zoom Meeting itu diikuti perwakilan Koperasi Pusako Syariah, Badan Kontak Majelis Taklim Bukittinggi, BWA Bukittinggi, serta dosen FEBI di lingkungan UIN Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi.
Diskusi berlangsung hangat dan dinamis, dipandu oleh Dr. Awaluddin. Dalam pengantarnya, ia menegaskan bahwa penguatan ekonomi umat tidak dapat berjalan parsial, melainkan harus dibangun di atas kolaborasi yang terarah, sistematis, dan berkelanjutan antar-lembaga.
“Sinergi antara perguruan tinggi, koperasi syariah, dan organisasi masyarakat Islam merupakan kunci membangun ekosistem ekonomi umat yang kokoh. Forum ini menjadi ruang strategis untuk menyatukan gagasan dan langkah konkret,” ujar Awaluddin.
Hal senada Ketua PKPEU Prof . Asyari menyampaikan bahwa pengelolaan dana umat mesti secara sinergis dan konkret kolaborasinya dalam membangun ekosistem ekonomi umat yang kokoh.
Dalam sesi diskusi, Fahmil, dosen UIN Bukittinggi, memaparkan sejumlah rekomendasi strategis, di antaranya membangun jejaring kolaboratif sebagai fondasi penguatan ekonomi umat. Ia juga mendorong pemberdayaan dimulai dari skala kecil seperti pelatihan kewirausahaan mikro, literasi keuangan syariah, dan pembinaan usaha dengan tetap menjaga fokus dan konsistensi program agar tidak terfragmentasi.
Perwakilan Koperasi Pusako Syariah, Rinaldi, menyampaikan bahwa lembaganya telah bertransformasi dari sistem konvensional menjadi koperasi berbasis syariah. Transformasi tersebut, menurutnya, merupakan komitmen terhadap prinsip ekonomi Islam serta langkah strategis untuk memperluas kontribusi dalam pembiayaan usaha mikro dan pemberdayaan anggota secara berkeadilan.
Sementara itu, perwakilan BKMT Bukittinggi dan BWA Bukittinggi mendorong penguatan kapasitas SDM, pendampingan sertifikasi nazir wakaf dan amil zakat, serta pemetaan masyarakat yang masih buta baca Al-Qur’an di Sumatera Barat. Menutup diskusi, Dr. Awaluddin menegaskan bahwa hasil forum harus segera ditindaklanjuti. “Kita perlu menurunkan gagasan ini ke dalam program konkret dan terukur. PKPEU siap menjadi penghubung dan penggerak kolaborasi demi terwujudnya kemandirian ekonomi umat,” tandasnya.
(TimHumas/NZ)
