Bukittinggi (Humas) — Universitas Islam Negeri (UIN) Bukittinggi melaksanakan pelantikan dan pengukuhan jabatan fungsional Aparatur Sipil Negara (ASN) sebagai bagian dari penguatan sistem karier dan profesionalisme birokrasi kampus. Kegiatan ini dilaksanakan pada Kamis (18/12/2025) bertempat di Aula Rektorat Lantai 3 UIN Bukittinggi.
Pelantikan dan pengukuhan jabatan fungsional tersebut dipimpin langsung oleh Kepala Biro Umum, Akademik, dan Keuangan (UAPK) UIN Bukittinggi, Eramli Jantan Abdullah, dan dihadiri oleh unsur pimpinan serta pejabat terkait di lingkungan universitas.
Adapun ASN yang dilantik dalam jabatan fungsional baru adalah Aldino Sukma sebagai Analis Sumber Daya Manusia Aparatur Ahli Pertama. Sementara itu, pengukuhan kenaikan jenjang jabatan fungsional diberikan kepada Ria Adrian sebagai Analis SDM Aparatur Ahli Muda, Silfasia sebagai Analis SDM Aparatur Ahli Madya, Rendra Akbar sebagai Perencana Ahli Muda, serta Restika sebagai Analis Pengelolaan Keuangan APBN Ahli Madya.
Dalam amanatnya, Kepala Biro UAPK menegaskan bahwa jabatan fungsional bukan sekadar pengakuan administratif, melainkan amanah profesional yang menuntut integritas, kompetensi, dan kinerja yang terukur. Menurutnya, ASN pada jabatan fungsional memiliki peran strategis dalam mendukung efektivitas birokrasi dan pengambilan kebijakan berbasis data serta analisis yang akurat.
“Jabatan fungsional adalah tulang punggung profesionalisme birokrasi. Setiap jenjang yang diraih harus diiringi dengan peningkatan kualitas kerja, kedisiplinan, serta komitmen melayani institusi secara berkelanjutan,” tegasnya.
Dok : Foto Bersama Pelantikan, Kamis (18/12/2025)
Pelantikan dan pengukuhan ini juga menjadi bagian dari upaya UIN Bukittinggi dalam membangun sistem karier ASN yang berbasis merit, kinerja, dan kompetensi. Melalui penguatan jabatan fungsional, universitas berupaya menciptakan birokrasi kampus yang profesional, efektif, dan akuntabel dalam mendukung pelaksanaan tridharma perguruan tinggi. Pejabat Fungsional yang dilantik mampu bekerja secara kolaboratif, responsif terhadap dinamika organisasi, serta menjunjung tinggi etika ASN.
Kepala Biro berharap capaian jabatan fungsional ini dapat menjadi motivasi untuk terus meningkatkan kontribusi nyata bagi kemajuan UIN Bukittinggi serta pelayanan publik di lingkungan Kementerian Agama Republik Indonesia.
Menutup kegiatan, Eramli Jantan Abdullah, kembali menekankan pentingnya menjadikan jabatan fungsional sebagai ruang pengabdian dan aktualisasi keahlian.
“Pelantikan dan pengukuhan ini hendaknya tidak dimaknai sebagai capaian akhir, melainkan sebagai titik awal untuk bekerja lebih profesional, lebih terukur, dan lebih berdampak bagi organisasi. ASN dituntut untuk terus belajar, menjaga etos kerja, serta menghadirkan kontribusi nyata dalam mendukung tata kelola kelembagaan yang efektif dan berkelanjutan,” ujarnya. (Humas UIN Bukittinggi/WA)
