
Bukittinggi (Humas) — UIN Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi akan melaksanakan Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK) Tahun 2026 pada 18–21 Agustus 2026. Kegiatan yang dipusatkan di Student Center UIN Bukittinggi tersebut akan diikuti sekitar 1.700 mahasiswa baru.
PBAK menjadi tahapan awal yang penting bagi mahasiswa baru untuk mengenal lebih dekat lingkungan kampus, budaya akademik, kehidupan kemahasiswaan serta berbagai nilai yang akan menjadi bagian dari perjalanan mereka selama menempuh pendidikan di perguruan tinggi.
Pada PBAK tahun ini, UIN Bukittinggi mengusung tema “Kampus Berdampak: Cinta sebagai Landasan, Moderasi sebagai Karakter, Digital sebagai Peradaban.”
Rektor UIN Bukittinggi, Prof. Dr. Hj. Silfia Hanani, M.Si, mengatakan tema tersebut memiliki pesan penting bagi mahasiswa baru dalam memahami kehidupan kampus sekaligus mempersiapkan diri menghadapi perkembangan zaman.
Menurutnya, mahasiswa tidak cukup hanya memiliki kemampuan akademik, tetapi juga harus mempunyai karakter, kepedulian sosial dan kemampuan untuk beradaptasi dengan perkembangan teknologi.
“PBAK ini menjadi pintu awal bagi mahasiswa baru untuk mengenal kampusnya. Kita ingin mereka tidak hanya mengenal ruang-ruang akademik, tetapi juga memahami nilai-nilai yang harus dibangun sebagai mahasiswa UIN Bukittinggi,” ujar Prof. Silfia Hanani.
Rektor menjelaskan, nilai cinta yang menjadi landasan diharapkan dapat membangun hubungan yang baik antara mahasiswa baru dengan kakaknya para mahasiswa senior, dan semua mahasiswa dengan dosen maupun dengan seluruh civitas akademika lainnya.
Sementara moderasi, kata Rektor, menjadi karakter penting dalam kehidupan kampus yang memiliki keberagaman latar belakang, pemikiran dan budaya.
“Cinta menjadi landasan dalam membangun kebersamaan, moderasi menjadi karakter dalam menyikapi perbedaan, sedangkan digital harus kita jadikan bagian dari peradaban yang dimanfaatkan secara bijak dan memberikan manfaat,” katanya.
Prof. Silfia Hanani berharap mahasiswa baru yang mengikuti PBAK 2026 mampu memahami bahwa menjadi mahasiswa bukan hanya tentang mendapatkan pendidikan di ruang kelas, tetapi juga tentang bagaimana mereka dapat memberikan dampak positif bagi lingkungan dan masyarakatnya.
Ketua Panitia PBAK UIN Bukittinggi Tahun 2026 yang juga Wakil Dekan III Fakultas Syariah UIN Bukittinggi, Dr.H. Bustamar, mengatakan seluruh rangkaian PBAK telah dipersiapkan secara matang untuk memberikan pengenalan yang komprehensif kepada mahasiswa baru.
Menurutnya, pelaksanaan PBAK tidak hanya diarahkan untuk mengenalkan struktur, fasilitas dan sistem akademik kampus, tetapi juga memperkenalkan berbagai aspek kehidupan kemahasiswaan.
“PBAK Tahun 2026 ini kita desain sebagai momentum awal mahasiswa baru mengenal kehidupan kampus secara utuh. Mereka akan mendapatkan berbagai informasi dan pengalaman yang berkaitan dengan akademik, organisasi kemahasiswaan, budaya kampus serta nilai-nilai yang harus mereka pegang selama menjadi mahasiswa di kampus UIN Bukittinggi,” ujar Dr. Bustamar.
Ia menyebutkan, dengan jumlah peserta sekitar 1.700 mahasiswa baru, pelaksanaan PBAK membutuhkan kesiapan dan koordinasi seluruh pihak agar kegiatan dapat berjalan tertib, edukatif dan memberikan kesan positif bagi mahasiswa.
Dr. Bustamar juga menekankan pentingnya mahasiswa memahami makna tema yang diangkat dalam PBAK tahun ini.
“Harapan kita, mahasiswa baru tidak hanya menghafal tema PBAK, tetapi mampu mengimplementasikan maknanya. Cinta harus menjadi landasan dalam membangun kebersamaan, moderasi menjadi karakter dalam menghadapi perbedaan, dan digital harus digunakan sebagai sarana untuk membangun peradaban yang memberikan manfaat,” jelasnya.
Lebih lanjut, perkembangan teknologi yang semakin cepat menjadi tantangan sekaligus peluang bagi mahasiswa. Karena itu, mahasiswa UIN Bukittinggi diharapkan mampu menjadi generasi yang adaptif terhadap perkembangan digital, namun tetap memiliki nilai dan tanggung jawab dalam penggunaannya.
Melalui PBAK 2026, mahasiswa baru diharapkan tidak hanya mengenal UIN Bukittinggi sebagai tempat menuntut ilmu, tetapi juga memahami tanggung jawab mereka sebagai bagian dari civitas akademika UIN Bukittinggi.
Dengan jumlah peserta yang mencapai sekitar 1.700 mahasiswa baru, PBAK 2026 menjadi momentum untuk membangun semangat kebersamaan sekaligus memperkenalkan arah pengembangan mahasiswa yang berkarakter, moderat, adaptif terhadap perkembangan digital dan mampu memberikan dampak positif di tengah masyarakat.
Kegiatan yang berlangsung selama empat hari tersebut diharapkan menjadi langkah awal bagi mahasiswa baru UIN Bukittinggi dalam menjalani kehidupan akademik dan kemahasiswaan dengan semangat baru, membawa nilai cinta, moderasi serta memanfaatkan teknologi secara bijak untuk kemajuan bersama. (nz)
