
Bukittinggi (Humas) – Mahasiswa Fakulti Sains Sosial dan Kemanusiaan Universiti Kebangsaan Malaysia (UKM) mengikuti pembekalan sebelum menjalani program latihan industri pariwisata di Kota Bukittinggi. Pembekalan yang digelar Program Studi Pariwisata Syariah (Parsya) Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi ini menjadi bagian dari penguatan diplomasi akademik sekaligus mempersiapkan mahasiswa mengenal lebih dekat industri pariwisata Ranah Minang.
Kegiatan yang berlangsung di Ruang Cinema Gedung S, Rabu (29/7/2026), diikuti 30 peserta yang terdiri dari mahasiswa Program Studi Pariwisata Syariah UIN Bukittinggi bersama mahasiswa Fakulti Sains Sosial dan Kemanusiaan Universiti Kebangsaan Malaysia (UKM). Seluruh peserta akan melaksanakan magang atau latihan industri di Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga Kota Bukittinggi mulai 3 Agustus hingga 18 September 2026.
Pembekalan diawali dengan Focus Group Discussion (FGD) bertema “Latihan Industri Kepariwisataan di Kota Bukittinggi” yang menghadirkan praktisi Pariwisata Pusaka Bukittinggi, Tourpreneur sekaligus pengelola BUBOroom, Faisal Zulfi, S.E., MPPar. Ia membagikan pengalaman mengenai pengembangan pariwisata berbasis potensi lokal, pelayanan wisata, serta kesiapan mahasiswa menghadapi dinamika dunia industri pariwisata.
Kegiatan dilanjutkan dengan kuliah tamu bertema “Hospitaliti dan Akomodasi dalam Industri Pariwisata” yang disampaikan HR Manager Grand Rocky Hotel Bukittinggi, Witra Neldi, A.Md.Par., S.M. Materi yang diberikan menitikberatkan pada standar pelayanan industri perhotelan, etika kerja, komunikasi, dan profesionalisme yang harus dimiliki mahasiswa ketika memasuki dunia kerja.
Sekretaris Program Studi Pariwisata Syariah FEBI UIN Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi, Cahya Agung Mulyana, M.PPar., mengatakan pembekalan ini menjadi tahapan penting agar mahasiswa memiliki kesiapan akademik maupun keterampilan praktis sebelum memasuki dunia industri.
“Mahasiswa Fakulti Sains Sosial dan Kemanusiaan Universiti Kebangsaan Malaysia akan belajar langsung dari ekosistem pariwisata Kota Bukittinggi. Kami berharap mereka tidak hanya memperoleh pengalaman profesional selama latihan industri, tetapi juga memahami kekayaan budaya, pariwisata pusaka, serta nilai-nilai lokal yang menjadi kekuatan destinasi wisata di Sumatera Barat. Pada saat yang sama, mahasiswa UIN Bukittinggi juga memperoleh pengalaman belajar dalam lingkungan internasional,” ujar Cahya.
Sementara itu, Kepala Pusat Urusan Internasional UIN Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi, Dr. Irwandi, menilai kehadiran mahasiswa UKM merupakan implementasi nyata internasionalisasi kampus yang terus dikembangkan UIN Bukittinggi melalui berbagai program kolaborasi dengan perguruan tinggi di luar negeri.
“Program latihan industri ini tidak sekadar menjadi media pembelajaran bagi mahasiswa, tetapi juga menjadi jembatan diplomasi akademik antara Indonesia dan Malaysia. Mahasiswa UKM akan mengenal langsung praktik pengelolaan pariwisata di Bukittinggi, sementara UIN Bukittinggi memperoleh kesempatan memperluas jejaring kerja sama internasional yang berdampak pada peningkatan kualitas pendidikan, mobilitas mahasiswa, dan penguatan reputasi kampus di tingkat global,” kata Dr. Irwandi.
Ia menambahkan, kolaborasi tersebut diharapkan terus berkembang melalui pertukaran mahasiswa, penelitian bersama, hingga pengembangan program akademik yang memberikan manfaat bagi kedua perguruan tinggi.
Melalui program latihan industri yang berlangsung di Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga Kota Bukittinggi pada 3 Agustus hingga 18 September 2026, mahasiswa UKM bersama mahasiswa UIN Bukittinggi akan terlibat dalam berbagai aktivitas kepariwisataan. Program ini diharapkan semakin memperkuat sinergi antara UIN Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi, Universiti Kebangsaan Malaysia, dan Pemerintah Kota Bukittinggi dalam mengembangkan sumber daya manusia pariwisata yang berdaya saing internasional sekaligus memperluas konektivitas akademik yang berdampak bagi kelembagaan maupun pembangunan daerah.
