
Bukittinggi (Humas) — Mahasiswa baru Universitas Islam Negeri (UIN) Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi mengikuti hari pertama Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK) 2026, Rabu (19/08/2026) di auditorium Student Center UIN Bukittinggi.
Kegiatan yang berlangsung di lingkungan kampus UIN Bukittinggi tersebut dihadiri Rektor UIN Bukittinggi Prof. Dr. Hj. Silfia Hanani, M.Si., Ketua Senat UIN Bukittinggi Prof. Dr. Busyro, para Wakil Rektor, Plt. Kabiro UAPK, anggota Senat, pimpinan fakultas, pimpinan organisasi mahasiswa (ormawa), serta sejumlah undangan lainnya.

Acara Pembukaan PBAK Mahasiswa Baru UIN Bukittinggi 2026 dibuka oleh Ketua Senat UIN Bukittinggi Prof. Busyro. Kegiatan PBAK dijadwalkan berlangsung selama tiga hari, mulai 19 hingga 21 Agustus 2026.

Ketua Panitia PBAK Mahasiswa Baru UIN Bukittinggi, Dr. H. Bustamar, dalam laporannya menyampaikan bahwa PBAK tahun ini diikuti sebanyak 1.777 mahasiswa baru.
“Jumlah mahasiswa baru yang mengikuti PBAK sebanyak 1.777 orang. Kegiatan ini berlangsung mulai tanggal 19 sampai 21 Agustus 2026,” ujar Bustamar.
Menurutnya, panitia telah menyiapkan sejumlah narasumber yang akan menyampaikan berbagai materi yang dapat menunjang ketercapaian tujuan PBAK. Para pimpinan ormawa se-lingkup UIN Bukittinggi juga diperkenalkan kepada peserta PBAK sebagai bagian dari pengenalan kehidupan kemahasiswaan di kampus.
Bustamar juga menyampaikan ucapan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah memberikan dukungan dan kerja sama sehingga pelaksanaan PBAK 2026 dapat terlaksana.

Sementara itu, Rektor UIN Bukittinggi Prof. Dr. Hj. Silfia Hanani, M.Si., memberikan pesan khusus kepada 1.777 mahasiswa baru agar menjadikan masa perkuliahan sebagai momentum untuk membangun karakter, meningkatkan kemampuan akademik, serta mempersiapkan diri menghadapi dunia yang semakin luas.
Prof. Silfia Hanani menegaskan bahwa mahasiswa baru UIN Bukittinggi harus memiliki keberanian untuk membuka wawasan dan tidak hanya berpikir dalam lingkup kampus.
“Pada hari ini mahasiswa baru UIN Bukittinggi adalah mahasiswa internasional, mahasiswa yang mendunia,” tegas Prof. Silfia Hanani.
Menurutnya, mahasiswa internasional bukan hanya mahasiswa yang belajar atau melakukan kegiatan di luar negeri, tetapi mahasiswa yang memiliki wawasan luas, mampu berkreasi, berinovasi dan berani mencari pengalaman baru.
Rektor juga mengingatkan mahasiswa baru ketika memasuki lingkungan kampus agar memperhatikan nama-nama tokoh yang dijadikan nama gedung di UIN Bukittinggi. Tokoh-tokoh tersebut diharapkan dapat menjadi inspirasi dan motivasi bagi mahasiswa dalam meraih kesuksesan.
“Jadikan tokoh-tokoh yang dapat menjadi inspirasi dan motivasi bagi ananda semuanya dalam meraih kesuksesan dan mencapai cita-cita,” pesan Prof. Silfia Hanani.
Selain memiliki wawasan internasional, mahasiswa baru juga diminta memperkuat karakter religius. Sebagai mahasiswa perguruan tinggi Islam, kemampuan keagamaan menurut Rektor harus terus diperbaiki dan ditingkatkan.
Mahasiswa diharapkan tidak hanya menguasai ilmu akademik, tetapi juga memiliki kemampuan keagamaan seperti menjadi khatib, mampu mengaji, serta memiliki kemampuan menjadi ustaz atau penceramah di tengah masyarakat.
Prof. Silfia Hanani juga mengajak mahasiswa baru membangun kebiasaan membaca. Menurutnya, budaya membaca harus menjadi bagian dari kehidupan mahasiswa selama menjalani pendidikan di UIN Bukittinggi.
“Jadikan karakter membaca menjadi suatu kebiasaan positif bagi ananda semuanya,” katanya.
Untuk mendukung hal tersebut, mahasiswa baru diminta memanfaatkan perpustakaan dan berbagai fasilitas yang telah disediakan kampus.
“Manfaatkan perpustakaan kampus kita. Manfaatkan fasilitas kampus lainnya untuk menulis ilmiah,” ujarnya.
Ia menjelaskan, kemampuan menulis ilmiah sangat penting bagi mahasiswa karena akan menunjang proses perkuliahan. Mahasiswa harus terbiasa menuangkan gagasan dalam bentuk tulisan ilmiah sehingga kemampuan akademiknya terus berkembang.
Dalam kesempatan tersebut, Rektor juga mendorong mahasiswa baru yang sebagian besar merupakan Generasi Z untuk berani mengembara dalam arti positif, yaitu memperluas wawasan, pengalaman dan jaringan.
“Ananda semuanya adalah Generasi Z. Salah satu ciri Generasi Z itu adalah suka mengembara. Untuk menunjang pengembaraan tersebut, silahkan ananda berkreasi dan berinovasi,” tuturnya.
Ia mencontohkan sejumlah mahasiswa UIN Bukittinggi yang telah mendapatkan pengalaman studi di luar negeri, seperti Malaysia dan Thailand melalui program KKN dan magang internasional.
“Mahasiswa kakak ananda semuanya telah ada yang melakukan pengembaraan tersebut dalam kegiatan studi di luar negeri seperti Malaysia dan Thailand, walaupun itu bersinergi dengan program KKN dan magang internasional,” katanya.
Pengalaman tersebut, menurut Rektor, dapat menjadi motivasi bagi mahasiswa baru untuk memanfaatkan berbagai kesempatan yang tersedia selama menjalani pendidikan di UIN Bukittinggi.
Prof. Silfia Hanani juga mengajak mahasiswa membangun kebiasaan menabung. Menurutnya, mahasiswa dapat memanfaatkan fasilitas perbankan yang telah bekerja sama dengan UIN Bukittinggi.
Di akhir sambutannya, Rektor berpesan kepada seluruh mahasiswa baru agar selalu menjaga sikap dan martabat almamater, baik selama berada di lingkungan kampus maupun ketika berada di tengah masyarakat.
“Saya berharap kepada ananda semuanya untuk menjaga martabat kampus UIN Bukittinggi ini, jaga sikap ananda semuanya sebagai mahasiswa UIN Bukittinggi,” pesannya.
Ia juga menyampaikan rasa bangga kepada 1.777 mahasiswa baru yang telah terpilih menjadi bagian dari keluarga besar UIN Bukittinggi.
“Saya bangga ananda semuanya adalah terpilih kuliah di UIN Bukittinggi,” ungkapnya.
Melalui PBAK 2026, mahasiswa baru UIN Bukittinggi diharapkan mampu mengenal lebih dekat lingkungan kampus, membangun karakter religius, meningkatkan budaya membaca dan kemampuan menulis ilmiah, serta berani berkreasi dan berinovasi.
Lebih dari itu, mahasiswa baru juga didorong untuk membuka wawasan seluas-luasnya sehingga mampu menjadi mahasiswa internasional dan mahasiswa yang mendunia, sekaligus tetap menjaga nama baik dan martabat UIN Bukittinggi. (nz)
