Ma’had Al Jami’ah UIN Bukittinggi Gelar Upgrading Pengasuh, Perkuat Kompetensi dan Pembinaan Mahasantri

Bukittinggi (Humas)Ma’had Al Jami’ah UIN Sjech Djamil Djambek Bukittinggi terus berkomitmen meningkatkan kualitas pembinaan mahasantri melalui penguatan kapasitas para pengasuh (musyrif). Salah satu upaya tersebut diwujudkan melalui kegiatan upgrading pengasuh yang menghadirkan narasumber profesional di bidangnya. Kegiatan ini dilaksanakan pada Sabtu (11/4/2026) di Aula Lantai 3 Gedung Khairuddin Kampus UIN Bukittinggi.

Kegiatan ini menghadirkan H. Muhammad Syarif, owner Jati Perabot dan Bukittinggi Furniture Center, yang memberikan pembekalan terkait kewirausahaan kepada para pengasuh. Materi ini diharapkan dapat memperluas wawasan musyrif dalam membimbing mahasantri agar memiliki jiwa mandiri dan kreatif.

Selain itu, Dr. H. Alber Nasir, pimpinan Pondok Pesantren Serambi Mekah, turut menyampaikan materi tentang manajemen Rasulullah dalam mendidik sahabat dan umat. Pemaparan ini menekankan pentingnya keteladanan, strategi dakwah, serta pendekatan pendidikan berbasis nilai-nilai Islam dalam membina generasi muda.

Dalam kesempatan yang sama, Ma’had Al Jami’ah juga menjalin kerja sama strategis melalui penandatanganan nota kesepahaman (MoU) dengan Ikatan Dai Indonesia yang diwakili oleh Dr. Dahyul Daipon selaku Sekretaris Umum IKADI Kota Bukittinggi, serta Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia yang diwakili oleh Akmal. Kerja sama ini diharapkan dapat memperkuat pembinaan dakwah ke depan, khususnya dalam pengembangan kapasitas mahasantri sebagai kader dai.

Kegiatan tersebut dihadiri oleh Kepala Ma’had Al Jami’ah, Dr. Fahmil Samiran, Wakil Kepala Ma’had, serta seluruh pengasuh. Dalam sambutannya, beliau menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian program berkelanjutan dalam pembinaan mahasantri dan peningkatan kualitas pengasuh.

Lebih lanjut, Kepala Ma’had menjelaskan bahwa pembinaan mahasantri dilakukan secara intensif selama satu tahun, meliputi bimbingan tahsin Al-Qur’an, penguatan ibadah, serta pembinaan akhlak. Selain itu, berbagai workshop juga dilaksanakan guna membekali mahasantri dengan keterampilan hidup (life skills) sehingga siap berperan aktif di tengah masyarakat.

Melalui kegiatan ini, diharapkan para pengasuh semakin profesional dalam menjalankan perannya, serta mampu melahirkan mahasantri yang unggul, berakhlak mulia, dan siap menjadi agen perubahan di masyarakat.

(*Humas UIN Bukittinggi/YH)

Aksesibilitas