Ma’had Al-Jami’ah UIN Bukittinggi Bekali Mahasantri Jiwa Wirausaha melalui Workshop Entrepreneurship

Bukittinggi (Humas) – Ma’had Al-Jami’ah UIN Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi menggelar Workshop Entrepreneurship bertajuk “Bagaimana Menjadi Entrepreneur yang Sukses” pada Ahad (21/6/2026). Kegiatan ini diikuti oleh seluruh mahasantri Ma’had Al-Jami’ah serta dihadiri oleh pimpinan Ma’had, para musyrif (pengasuh Ma’had), dan jajaran pengelola.

Kepala Ma’had Al-Jami’ah UIN Bukittinggi menjelaskan bahwa workshop tersebut merupakan bagian dari upaya pembinaan karakter dan penguatan kompetensi mahasantri agar tidak hanya unggul dalam bidang keagamaan, tetapi juga memiliki jiwa kewirausahaan yang mampu menciptakan peluang usaha di masa depan.

Hadir sebagai narasumber, H. Muhammad Syarif, S.Ag., seorang pengusaha sukses sekaligus Owner Jati Perabot Bukittinggi, Furniture Center Bukittinggi, dan berbagai unit usaha lainnya. Dalam paparannya, ia memberikan motivasi kepada para mahasantri untuk mulai membangun pola pikir sebagai pencipta lapangan kerja, bukan sekadar pencari kerja.

Menurut Muhammad Syarif, tidak semua lulusan perguruan tinggi harus bercita-cita menjadi Aparatur Sipil Negara (ASN) atau bekerja di Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Dunia usaha juga menawarkan peluang besar untuk meraih kesuksesan sekaligus memberikan manfaat yang lebih luas bagi keluarga dan masyarakat.

“Jadilah pribadi yang mampu menciptakan lapangan pekerjaan. Dengan menjadi entrepreneur, kita tidak hanya meningkatkan kesejahteraan diri sendiri, tetapi juga dapat membuka kesempatan kerja bagi orang lain,” ujarnya.

Ia juga mengajak para mahasantri untuk mengenali potensi diri dengan menggali bakat dan minat, meminta masukan dari orang-orang terdekat, memilih ide usaha yang tepat, kemudian merealisasikannya dengan sungguh-sungguh.

Dalam kesempatan tersebut, Muhammad Syarif mengungkapkan beberapa faktor yang menyebabkan masih banyak lulusan perguruan tinggi menganggur. Menurutnya, hal itu dipengaruhi oleh pola pikir bahwa kuliah hanya untuk mencari pekerjaan, rendahnya keberanian mengambil risiko, kurangnya keterampilan, terlalu selektif dalam memilih pekerjaan karena merasa telah bergelar sarjana, serta belum memiliki visi dan tujuan hidup yang jelas.

Lebih lanjut, ia membagikan lima kunci utama meraih kesuksesan dalam berwirausaha, yaitu memiliki niat yang ikhlas karena Allah SWT, berbakti dan memuliakan kedua orang tua, membekali diri dengan ilmu pengetahuan dan keterampilan, memiliki tekad yang kuat, serta bertawakal kepada Allah SWT setelah melakukan ikhtiar terbaik.

Sebagai bentuk apresiasi terhadap semangat para mahasantri, di penghujung kegiatan Muhammad Syarif memberikan hadiah kepada peserta yang memiliki hafalan Al-Qur’an. Mahasantri yang telah menghafal lima juz memperoleh hadiah sebesar Rp500.000, hafalan tiga juz menerima Rp300.000, dan hafalan dua juz memperoleh Rp200.000.

Workshop berlangsung dengan antusias. Para peserta aktif mengikuti sesi diskusi dan berbagi pengalaman mengenai dunia kewirausahaan. Kegiatan ini diharapkan mampu menumbuhkan semangat berwirausaha sejak dini sehingga para mahasantri memiliki bekal untuk menjadi lulusan yang mandiri, inovatif, dan mampu berkontribusi terhadap pembangunan ekonomi masyarakat.

Pimpinan UIN Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi memberikan apresiasi atas terselenggaranya workshop tersebut. Kegiatan ini dinilai sejalan dengan komitmen universitas dalam mencetak lulusan yang tidak hanya memiliki kompetensi akademik dan keagamaan, tetapi juga berjiwa entrepreneur, adaptif terhadap perkembangan zaman, serta siap menjadi agen perubahan di tengah masyarakat. (*Humas UIN Bukittinggi/YH)

Aksesibilitas