Bukittinggi (Humas) – Sebanyak 147 peserta Pendidikan Profesi Guru (PPG) Pendidikan Agama Islam Batch 2 dan 3 Tahun 2025 untuk daerah Padang Pariaman resmi dikukuhkan pada Kamis (15/01/2026) di Hall IKK Kantor Bupati Padang Pariaman.
Pengukuhan ini merupakan bagian dari rangkaian acara pengukuhan PPG yang digelar sebelumnya pada Rabu (14/01/2026), dan diselenggarakan oleh Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK) UIN Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi sebagai bagian dari program PPG Dalam Jabatan (Daljab) Kementerian Agama Republik Indonesia (Kemenag RI) yang bertujuan meningkatkan kualitas guru di seluruh Indonesia.
Dok: Prosesi Pengukuhan PPG PAI Padang Pariaman, Kamis (15/01/2026)
Acara pengukuhan dihadiri oleh Rektor UIN Bukittinggi, Prof. Silfia Hanani, Wakil Rektor I Afrinaldi, Dekan Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) Junaidi, Kepala Program Studi PPG, Wakil Dekan II dan III, Kepala Kantor Kemenag Kab. Padang Pariaman, serta jajaran pengurus PPG LPTK UIN Bukittinggi. Pemerintah daerah Padang Pariaman turut hadir melalui perwakilan Bupati, yaitu Elfi Delita, Asisten Perekonomian dan Pembangunan, yang secara resmi mewakili pengukuhan para guru.
Dalam sambutannya, Elfi Delita menyampaikan apresiasi kepada para peserta dan penyelenggara. “Kami mengapresiasi LPTK UIN Bukittinggi dan Kemenag RI atas terselenggaranya PPG ini, yang sangat relevan dengan kebutuhan peningkatan kualitas guru di Padang Pariaman. Dukungan Pemerintah Daerah melalui APBD memastikan program ini berjalan optimal dan memberikan manfaat nyata bagi pendidikan di daerah,” ujarnya.
Dok : Sambutan Rektor Prof. Dr. Silfia Hanani, M.Si
Rektor UIN Bukittinggi, Prof. Silfia Hanani, menegaskan bahwa PPG ini merupakan sarana strategis untuk menyiapkan guru profesional. “PPG hadir bukan hanya sebagai formalitas, tetapi untuk meningkatkan kompetensi, profesionalisme, dan inovasi guru. Saya berharap pengukuhan ini menjadi langkah nyata bagi peserta untuk mengimplementasikan ilmu yang diperoleh secara efektif di sekolah masing-masing,” jelas Prof. Silfia.
Program Pendidikan Guru Transformasi ini merupakan bagian dari upaya strategis Pemerintah untuk menyiapkan guru profesional yang mampu menghadapi dinamika pendidikan modern.
Program PPG Dalam Jabatan (Daljab) sendiri dibiayai dari berbagai sumber, antara lain APBN Kemenag, APBD Pemda Padang Pariaman, LPDP Kemenkeu, dan lembaga negara lainnya, dengan penekanan kuat pada pembiayaan yang ditanggung negara melalui APBN dan APBD. Hal ini menunjukkan komitmen pemerintah pusat dan daerah untuk memastikan setiap guru mendapatkan dukungan penuh dalam pengembangan kompetensi professional.
Pengukuhan ini juga menjadi momentum penting untuk memperkuat sinergi antara pemerintah daerah, Kemenag RI, dan LPTK UIN Bukittinggi. Para peserta diharapkan tidak hanya menguasai kompetensi akademik, tetapi juga mampu menerapkan metode pembelajaran inovatif yang relevan dengan kebutuhan peserta didik saat ini.
Selama masa pembelajaran PPG, peserta mendapatkan sejumlah kegiatan pendukung untuk menambah wawasan, mulai dari pelatihan pengembangan kurikulum, metode pembelajaran kreatif, hingga pembekalan kompetensi manajerial di sekolah. Dengan demikian, guru yang dikukuhkan tidak hanya siap mengajar, tetapi juga menjadi motor penggerak perubahan positif di sekolah dan masyarakat.
Pengukuhan ini menandai awal perjalanan profesional para guru PAI Padang Pariaman, yang diharapkan mampu meningkatkan mutu pendidikan, menjawab tantangan pendidikan di daerah, dan mewujudkan visi pendidikan Indonesia yang lebih merata dan berkualitas.
Dok : Penandatanganan Nota Kesepahaman antara UIN Bukittinggi dengan Pemkab. Padang Pariaman
Pada kesempatan yang sama, dilakukan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara UIN Bukittinggi dan Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman, sebagai bentuk sinergi untuk meningkatkan kualitas pendidikan dan pengembangan kompetensi guru jangka panjang.
Prof. Silfia Hanani menutup kegiatan dengan pesan motivasi yang membekas, “Selamat kepada seluruh peserta. Jadilah guru yang kreatif, berdedikasi, dan mampu memberikan kontribusi nyata bagi pendidikan di Padang Pariaman. Peran guru sangat menentukan masa depan generasi bangsa. Ingat, guru adalah agen perubahan yang membawa ilmu dan inspirasi bagi setiap anak didik,” tutupnya. (*Humas UIN Bukittinggi/WA)
