Bukittinggi (Humas) – UIN Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi kembali menorehkan prestasi membanggakan di bidang publikasi ilmiah. Sebanyak lima jurnal ilmiah berhasil meraih akreditasi Sinta 2, sehingga semakin memperkuat posisi UIN Bukittinggi sebagai perguruan tinggi yang terus berkomitmen meningkatkan mutu riset dan publikasi akademik.
Kelima jurnal tersebut yakni Alhurriyah, Usraty, Knowbase, Islam Transformatif, dan HuRuf. Dengan tambahan lima jurnal tersebut, kini UIN Bukittinggi memiliki tujuh jurnal ilmiah terakreditasi Sinta 2, sebuah capaian yang menjadi tonggak penting dalam penguatan kualitas publikasi ilmiah sekaligus meningkatkan reputasi akademik universitas di tingkat nasional.

Rektor UIN Bukittinggi, Prof. Dr. Silfia Hanani, M.Si, menyampaikan apresiasi kepada Rumah Jurnal UIN Bukittinggi beserta seluruh tim pengelola jurnal yang telah bekerja keras hingga berhasil mengantarkan lima jurnal memperoleh akreditasi Sinta 2.
“Selamat dan sukses kepada Rumah Jurnal UIN Bukittinggi serta seluruh pengelola jurnal. Ada lima jurnal yang berhasil terakreditasi Sinta 2. Ini merupakan prestasi yang patut kita syukuri bersama,” ujar Prof. Silfia Hanani.
Menurut Prof. Silfia Hanani, keberhasilan tersebut menunjukkan bahwa pengelolaan jurnal ilmiah di lingkungan UIN Bukittinggi terus mengalami perkembangan yang signifikan. Capaian itu tidak terlepas dari pembenahan tata kelola jurnal, peningkatan kualitas artikel ilmiah, serta konsistensi dalam menjaga keberlangsungan proses penerbitan sesuai standar nasional.
Namun demikian, Prof. Silfia Hanani mengingatkan agar keberhasilan tersebut tidak membuat seluruh pengelola cepat merasa puas. Akreditasi Sinta 2 harus menjadi pijakan untuk terus meningkatkan kualitas pengelolaan jurnal, memperluas jejaring editor dan reviewer, serta mendorong jurnal-jurnal UIN Bukittinggi mampu menembus reputasi nasional maupun internasional.
“Terima kasih atas kerja keras seluruh tim. Kita berharap capaian ini menjadi motivasi untuk terus melangkah menuju akreditasi Sinta 1 bahkan jurnal bereputasi internasional yang terindeks Scopus,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua Rumah Jurnal UIN Bukittinggi, Firdaus Annas, M.Kom., mengungkapkan telah diselenggarakannya acara evaluasi pengelola jurnal UIN Bukittinggi pada Rabu (28/07/2026), yang bertujuan untuk melihat sejauh mana progres kemajuan jurnal sesuai dengan standar akreditasi dan rule akreditasi yang telah ditetapkan. Dan berkat kerja Tim Rumah Jurnal UIN Bukittinggi telah terbit sk Akreditasi baru di tahun 2026 untuk periode ketiga di tahun 2025. Dengan 14 (empat belas) jurnal yang terakreditasi dari UIN Bukittinggi, 5 (lima) diantaranya sinta 2, 3 (tiga) sinta 3 dan ada 6 (enam) sinta 4. Sehingga pencapaian Jurnal UIN Bukittinggi yang sebelumnya baru 7 (tujuh), sekarang telah menjadi 19 (sembilan belas) jurnal yang terakreditasi.
“sebenarnya acara kegiatan Rabu (28/07/2026) kemarin adalah evaluasi kepada seluruh pengelola terkait dengan proses penerbitan artikel di edisi juni 2 (dua) tahun 2026 . Kegiatan ini bertujuan untuk melihat sejauh mana progres dari publikasi artikel sesuai denan standar akreditasi dan rule akreditasi yang telah ditetapkan. Dan sebagai peserta sudah hadir walaupun perwakilan di setiap jurnal dan kita menghadirkan sebanyak 27 (dua puluh tujuh) jurnal dengan masing-masing pengelola itu ada 4 atau 5 orang. Kemudian target kegiatan ini adalah kita akan menuntaskan akreditasi , menuntaskan artikel, terbitan edisi Juni per bulan Juli tahun 2026 ini. Kemudian menargetkan untuk publikasi di edisi desember itu per bulan Oktober agar seluruh administrasi – administrasi bisa diselesaikan dengan baik. Alhamdulillah berkat kerja Tim, dari proses pengajuan akreditasi dan ReAkreditasi jurnal ke Kemenristekdikti itu sekarang sudah muncul dan terbit sk Akreditasi baru di tahun 2026 untuk periode ketiga di tahun 2025 itu. Dengan 14 (empat belas) jurnal yang terakreditasi dari UIN Bukittinggi, 5 (lima) diantaranya sinta 2, 3 (tiga) sinta 3 dan ada 6 (enam) sinta 4. Capaian ini tentunya menambah jumlah akreditasi jurnal UIN Bukittinggi yang sebelumnya baru 7 (tujuh), alhamdulillah sekarang menjadi 19 (sembilan belas) jurnal yang terakreditasi. Ini barangkali yang menjadi target dan capaian, dan juga proses manajemen yang terus kita perbaharui agar kualitas naskah dan konsentrasi pengelolaan juga semakin meningkat” ungkap Firdaus Anas.
Firdaus Anas juga mengucapkan terima kasih kepada Rektor UIN Bukitinggi dan semua pimpinan UIN Bukittinggi lainnya atas dukungan, arahan, dan kebijakan terhadap pengembangan serta penguatan pengelolaan jurnal ilmiah di lingkungan UIN Bukittinggi
“Alhamdulillah, kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Ibu Rektor serta Bapak Wakil Rektor I, Wakil Rektor II, dan Wakil Rektor III atas dukungan, arahan, serta kebijakan dalam memperkuat pengelolaan jurnal ilmiah di lingkungan UIN Bukittinggi,” ungkap Firdaus.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pengelola jurnal, editor, reviewer, penulis, dan semua pihak yang telah berkontribusi dalam proses penerbitan, pendampingan, hingga akreditasi jurnal.
Menurut Firdaus Anas, keberhasilan meraih akreditasi Sinta 2 bukan hanya ditentukan oleh kelengkapan administrasi semata. Penilaian juga mencakup konsistensi penerbitan, mutu artikel ilmiah, kualitas proses telaah sejawat (peer review), profesionalitas dewan editor, serta kepatuhan terhadap etika publikasi ilmiah.
Oleh karena itu, ia berharap prestasi tersebut semakin memperkuat komitmen seluruh pengelola jurnal untuk terus menjaga mutu dan marwah publikasi ilmiah di lingkungan UIN Bukittinggi.
“Semoga capaian ini menjadi awal dari komitmen bersama untuk terus menjaga marwah publikasi ilmiah, meningkatkan kualitas tata kelola jurnal, serta memperkuat reputasi akademik UIN Bukittinggi,” katanya.
Ke depan, Rumah Jurnal UIN Bukittinggi akan terus memfokuskan langkah pada peningkatan kualitas tata kelola jurnal melalui konsistensi penerbitan, perluasan jumlah penulis dari luar institusi, peningkatan keterlibatan reviewer nasional dan internasional, serta pemenuhan standar jurnal bereputasi global sebagai bagian dari upaya menuju Sinta 1 dan indeksasi Scopus. (nz)
