Bukittinggi (Humas)_Kemeriahan dan nuansa kekeluargaan mewarnai kegiatan Halal Bihalal dan Silaturahim 50 Tahun Persahabatan Alumni PARPIS 76 Fakultas Syariah (Fasya) IAIN Imam Bonjol yang digelar di Aula Kampus I UIN Bukittinggi, Sabtu (28/03/2026). Puluhan alumni angkatan 76 yang hadir, menjadikan momentum ini sebagai ajang mempererat ukhuwah sekaligus mengenang perjalanan panjang institusi.
Acara berlangsung hangat dengan penuh canda dan tawa, mencerminkan eratnya ikatan persahabatan sesama Alumni angkatan 76 Fakultas Syariah IAIN Imam Bonjol. Para alumni yang kini tersebar di berbagai profesi mulai dari akademisi, praktisi hukum, hingga tokoh masyarakat—tampak larut dalam suasana kebersamaan.
Rektor UIN Bukittinggi, Prof. Dr. Silfia Hanani, dalam sambutannya mengapresiasi soliditas para alumni angkatan 76 Fasya IAIN Imam Bonjol yang terus menjaga silaturahim hingga mencapai usia emas 50 tahun. Prof. Silfia menegaskan bahwa kekuatan alumni merupakan salah satu pilar penting dalam pengembangan institusi pendidikan.
“Alumni adalah wajah keberhasilan kampus. Kegiatan seperti ini tidak hanya mempererat hubungan emosional, tetapi juga menjadi energi besar untuk mendorong kemajuan UIN Bukittinggi ke depan,” ujar Prof. Silfia.
Senada dengan itu, Ketua Alumni UIN Bukittinggi, Sabar AS, S.Ag., MM, menekankan pentingnya peran alumni dalam membangun jejaring yang produktif dan berkontribusi bagi masyarakat. Menurutnya, momentum 50 tahun ini menjadi refleksi sekaligus titik tolak untuk memperkuat peran strategis alumni.
“Silaturahim ini bukan sekadar temu kangen, tetapi juga wadah memperkuat kolaborasi lintas generasi demi kemajuan bersama,” ungkapnya.
Sementara itu, Mantan Ketua Pengadilan Tinggi Agama Padang, Pelmizar, menyampaikan bahwa Alumni Fakultas Syariah IAIN Imam Bonjol memiliki kontribusi nyata dalam bidang hukum dan peradilan agama di Indonesia. Ia berharap semangat kebersamaan ini terus dijaga sebagai modal sosial yang kuat.
“Alumni angkatan 76 Fasya telah banyak berkiprah di lembaga peradilan. Ini menjadi bukti bahwa pendidikan syariah memiliki peran strategis dalam pembangunan hukum nasional,” katanya.
Hal serupa juga disampaikan oleh mantan Ketua Pengadilan Tinggi Agama Yogyakarta, Dr. Sisva Yetti, SH, MH. Ia menilai bahwa solidaritas alumni yang tetap terjaga hingga setengah abad merupakan pencapaian luar biasa.
“Tidak semua komunitas mampu mempertahankan ikatan selama ini. Ini menunjukkan bahwa Alumni angkatan 76 Fakultas Syariah IAIN Imam Bonjol memiliki nilai kebersamaan yang kuat dan berkelanjutan,” tuturnya.
Kegiatan ini ditutup dengan ramah tamah dan sesi foto bersama yang semakin mempererat rasa kebersamaan. Momen 50 tahun ini diharapkan menjadi tonggak penting dalam memperkuat eksistensi dan kontribusi Alumni Fakultas Syariah IAIN Imam Bonjol di masa mendatang.
(TimHumas/NZ)
