
Bukittinggi (Humas) – Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) Universitas Islam Negeri (UIN) Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi kembali memperkuat komitmennya dalam mengembangkan jejaring akademik internasional melalui penyelenggaraan Bukittinggi International Conference on Education (BiCED) Ke-7. Kegiatan tersebut berlangsung di Gedung Student Center UIN Bukittinggi, Kamis (10/9/2026).
Mengusung tema “The Future of Integrated Learning: Bridging STEM, Islamic Values and Global Literacy”, BiCED Ke-7 mengangkat gagasan tentang masa depan pembelajaran terintegrasi yang memadukan Science, Technology, Engineering, and Mathematics (STEM), nilai-nilai Islam, serta literasi global sebagai bagian penting dalam menghadapi tantangan pendidikan di era digital dan globalisasi.
Kegiatan dibuka secara resmi oleh Rektor UIN Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi, Prof. Dr. Silfia Hanani, M.Si. Turut hadir Dekan FTIK Dr. Junaidi, para Wakil Dekan, dosen, serta ratusan mahasiswa FTIK UIN Bukittinggi.
BiCED Ke-7 menjadi ruang akademik internasional yang mempertemukan akademisi dan praktisi pendidikan dari berbagai negara untuk bertukar gagasan, pengalaman, dan perspektif mengenai transformasi pendidikan. Forum ini sekaligus menjadi wadah untuk membahas berbagai peluang dan tantangan dalam membangun sistem pembelajaran yang inovatif, adaptif, berkarakter, serta memiliki daya saing global.
Konferensi internasional ini menghadirkan sejumlah narasumber dari Indonesia dan mancanegara, yaitu Dr. S. Vimal, M.E., Ph.D., PostDoc dari Kalaignarkarunanidhi Institute of Technology (KIT), India; Prof. Ts. Anitawati Mohd Lokman, Ph.D. dari Universiti Teknologi MARA (UiTM), Malaysia; H.E. Dr. Sles Nazy dari Cambodia University of Management and Technology (CUMT), Cambodia; Dr. Supriadi, S.Ag., M.Pd. dari UIN Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi; serta Leli Lismay, M.Pd., Ph.D. dari UIN Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi.

Dok. Para Narasumber BICED ke – 7 yang Hadir Melalui Media Zoom Meeting dan yang Hadir Langsung di Student Center UIN Bukittinggi
Melalui berbagai perspektif yang disampaikan, para narasumber mengembangkan pembahasan mengenai pentingnya membangun model pembelajaran yang mampu merespons perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi tanpa mengesampingkan aspek nilai dan karakter. Integrasi STEM tidak hanya diarahkan pada penguatan kompetensi akademik dan keterampilan teknologi, tetapi juga perlu dipadukan dengan nilai-nilai Islam, etika, moral, dan literasi global.
Pendekatan pembelajaran terintegrasi tersebut diharapkan mampu menciptakan proses pendidikan yang lebih inovatif, kontekstual, dan relevan dengan kebutuhan generasi masa depan. Perkembangan teknologi digital memberikan peluang besar bagi dunia pendidikan untuk menghadirkan pembelajaran yang lebih kreatif, kolaboratif, dan adaptif. Namun, pemanfaatannya tetap membutuhkan landasan etika dan nilai keagamaan agar teknologi dapat digunakan secara bertanggung jawab dan memberikan manfaat bagi kehidupan masyarakat.
Selain itu, BiCED Ke-7 menempatkan global literacy atau literasi global sebagai salah satu kompetensi penting dalam mempersiapkan peserta didik menghadapi dunia yang semakin terhubung. Literasi global tidak hanya berkaitan dengan kemampuan memahami perkembangan dunia, tetapi juga mencakup kemampuan berpikir kritis, berkomunikasi, berkolaborasi lintas budaya, serta menghargai keberagaman perspektif.

Dok. Kata Sambutan oleh Rektor UIN Bukittinggi pada Pembukaan secara resmi BICED ke – 7 Tahun 2026
Dalam konteks tersebut, pembelajaran terintegrasi diharapkan mampu membentuk generasi yang tidak hanya memiliki kemampuan dalam bidang sains dan teknologi, tetapi juga memiliki karakter Islami, kemampuan berpikir kritis, wawasan luas, serta kesiapan untuk berkontribusi di tengah masyarakat global.
Dalam sambutannya, Rektor UIN Bukittinggi Prof. Dr. Silfia Hanani, M.Si. menegaskan bahwa konferensi internasional merupakan salah satu bentuk kolaborasi akademik yang penting dalam memperluas jejaring dan meningkatkan kualitas pengembangan ilmu pengetahuan.
“Seminar internasional ini merupakan salah satu bentuk kolaborasi akademik yang sangat baik untuk pengembangan ilmu pengetahuan dan penguatan akademik di tingkat internasional. Mari kita terus memperluas jejaring akademik ke dunia internasional,” ujar Rektor.
Menurutnya, sivitas akademika harus terus memperbarui pengetahuan dan meningkatkan kapasitas diri melalui berbagai forum akademik. Kemajuan teknologi yang semakin mudah diakses juga perlu dimanfaatkan sebagai sarana untuk mengembangkan potensi diri sekaligus memberikan kontribusi bagi kemajuan ilmu pengetahuan.
“Kita dapat menjadi pribadi yang hebat dengan terus belajar, memperbarui ilmu pengetahuan, dan menyerap berbagai pengalaman dari kegiatan BiCED Ke-7 ini. UIN Bukittinggi sangat membutuhkan kontribusi akademik dari seluruh sivitas akademika, salah satunya melalui karya ilmiah dan artikel yang dapat memberikan manfaat bagi kemajuan akademik universitas,” jelasnya.
Rektor juga mendorong seluruh sivitas akademika untuk menjadikan perkembangan teknologi sebagai peluang dalam melakukan inovasi dan pengembangan keilmuan. Ia berharap BiCED Ke-7 dapat melahirkan gagasan-gagasan baru sekaligus memperkuat kolaborasi akademik antara UIN Bukittinggi dengan perguruan tinggi dan akademisi dari berbagai negara.
Sementara itu, Dekan FTIK UIN Bukittinggi, Dr. Junaidi, menyampaikan apresiasi kepada seluruh narasumber yang telah berkenan hadir dan berbagi wawasan dalam penyelenggaraan BiCED Ke-7.
“Perkembangan teknologi saat ini berlangsung sangat pesat. Karena itu, pemanfaatan teknologi dan pengembangan ilmu pengetahuan harus tetap diiringi dengan pendidikan etika, agama, dan moral sebagai fondasi. Kemajuan teknologi tidak hanya membutuhkan kecakapan intelektual, tetapi juga harus dibangun di atas nilai-nilai kemanusiaan dan moral,” ungkapnya.
Dekan menambahkan, forum internasional seperti BiCED menjadi momentum penting bagi FTIK UIN Bukittinggi untuk memperluas kerja sama akademik, khususnya dalam bidang pendidikan dan penelitian.
“Kami berharap seminar internasional ini dapat menjadi inspirasi bagi sivitas akademika untuk melahirkan inovasi baru serta membuka ruang kolaborasi penelitian lintas negara demi kemajuan pendidikan dan pengembangan akademik di UIN Bukittinggi,” ujarnya.

Penyelenggaraan BiCED Ke-7 diharapkan tidak berhenti sebagai forum pertukaran gagasan, tetapi dapat ditindaklanjuti melalui penguatan kerja sama, kolaborasi penelitian, publikasi ilmiah, serta pengembangan inovasi pembelajaran yang berkelanjutan.
Melalui kegiatan ini, FTIK UIN Bukittinggi terus menunjukkan komitmennya dalam memperkuat budaya akademik dan jejaring internasional dengan mendorong integrasi antara sains dan teknologi, nilai-nilai Islam, serta literasi global. Upaya tersebut diharapkan dapat berkontribusi dalam mempersiapkan generasi pendidik yang kompeten, berkarakter, adaptif terhadap perkembangan zaman, dan memiliki wawasan global. (Humas UIN Bukittinggi/YH)
