
Bukittinggi (Humas) — Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Bukittinggi melalui Program Studi Manajemen Haji dan Umrah (MHU) menggelar pertemuan dengan UPT Asrama Haji Kelas I Padang di Aula Pertemuan Lantai III Rektorat UIN Bukittinggi, Senin (06/04/2026). Kegiatan ini bertujuan untuk melanjutkan kembali program magang mahasiswa sekaligus sebagai tindak lanjut dari kerja sama (MoU) antara UIN Bukittinggi dengan UPT Asrama Haji Padang.

Pertemuan tersebut dibuka secara resmi oleh Wakil Rektor III UIN Bukittinggi, Dr. Edi Rosman. Turut hadir dalam kegiatan ini Dekan FEBI Dr. Aidil Alfin, Kabag TU FEBI, Wakil Dekan I dan Wakil Dekan III FEBI, Ketua Program Studi Manajemen Haji dan Umrah, serta beberapa Dosen FEBI UIN Bukittinggi lainnya.

Dari pihak UPT Asrama Haji Kelas I Padang, rombongan dipimpin langsung oleh Kepala UPT, Dr. Afrizen, beserta jajaran kasubag dan staf.
Dalam sambutannya, Dr. Edi Rosman menyampaikan apresiasi atas komitmen UPT Asrama Haji Kelas I Padang dalam mendukung pengembangan kompetensi mahasiswa. Ia menegaskan bahwa program magang ini menjadi bagian penting dalam meningkatkan kesiapan mahasiswa menghadapi dunia kerja, khususnya di bidang pelayanan haji dan umrah.
“Terima kasih kepada UPT Asrama Haji Kelas I Padang yang telah menerima mahasiswa kami, khususnya dari Prodi MHU dapat magang di UPT Asrama Haji Kelas I Padang . Program ini sudah kita mulai sejak tahun sebelumnya dan memberikan pengalaman nyata bagi mahasiswa kami,” ujarnya.
Hal senada disampaikan oleh Dr. Aidil Alfin yang menekankan bahwa kegiatan magang merupakan bagian integral dari proses penyelesaian studi mahasiswa MHU di FEBI UIN Bukittinggi. Ia juga menyampaikan rasa terima kasih atas kesempatan yang diberikan kepada mahasiswa MHU FEBI UIN Bukittinggi untuk magang serta belajar langsung di lapangan.
Sementara itu, Kepala UPT Asrama Haji Kelas I Padang, Dr. Afrizen, dalam komentarnya menyambut baik keberlanjutan kerja sama ini. Ia menyatakan bahwa pihaknya siap mendukung pengembangan sumber daya manusia di bidang haji dan umrah.
“Kami melihat mahasiswa dari Prodi MHU UIN Bukittinggi memiliki potensi yang baik. Program magang ini tidak hanya memberikan pengalaman praktis, tetapi juga menjadi wadah pembelajaran bersama antara dunia akademik dan praktik pelayanan haji,” ungkapnya.
Lebih lanjut, Dr. Afrizen berharap kerja sama ini dapat terus ditingkatkan, baik dari segi kualitas maupun cakupan kegiatan, sehingga mampu mencetak lulusan yang profesional dan siap berkontribusi dalam penyelenggaraan haji dan umrah di Indonesia.
Pertemuan ini menjadi langkah strategis dalam mempererat sinergi antara dunia pendidikan dan instansi pelayanan haji, sekaligus memastikan keberlanjutan program magang yang berdampak positif bagi mahasiswa dan institusi terkait.
(TimHumas/NZ)
