Disertasi tentang BKMT Antarkan Abdul Azis Raih Gelar Doktor di UIN Bukittinggi

Bukittinggi (Humas) – Sidang terbuka promosi doktor Program Studi S3 Pendidikan Agama Islam (PAI) UIN Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi berlangsung meriah di Gedung Serbaguna Student Center Kampus III Kubang Putih, Rabu (5/8/2026). Sidang dipimpin langsung oleh Ketua Sidang yang juga Rektor UIN Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi, Prof. Dr. Silfia Hanani, S.Ag., M.Si.

Suasana sidang terbuka berbeda dari biasanya. Jalan menuju Student Center dipenuhi lebih dari 240 karangan bunga ucapan selamat dari berbagai pengurus Badan Kontak Majelis Taklim (BKMT), baik dari Sumatera Barat maupun dari Lampung, Jambi, Bengkulu, Sumatera Selatan dan sejumlah daerah lainnya. Ratusan jamaah, tokoh masyarakat, pengurus BKMT, serta para dai dan mubalig dari berbagai daerah, termasuk dari Jakarta, turut hadir memberikan dukungan kepada promovendus.

 

Pada sidang tersebut, Abdul Azis mempertahankan disertasinya yang berjudul “Internalisasi Nilai-nilai Pendidikan Islam Melalui Kegiatan Badan Kontak Majelis Taklim (BKMT) di Kota Bukittinggi.”

Dalam pemaparannya, Abdul Azis menjelaskan bahwa Kota Bukittinggi dipilih sebagai lokasi penelitian karena memiliki karakteristik yang unik. Sejak berdiri pada tahun 1996, BKMT berkembang hampir di setiap masjid di Kota Bukittinggi sehingga menjadi salah satu kekuatan pendidikan Islam nonformal di tengah masyarakat yang majemuk.

Dengan menggunakan metode penelitian kualitatif melalui pendekatan etnografi, penelitian tersebut menemukan bahwa BKMT Bukittinggi mengalami perkembangan yang sangat dinamis. Pengajian tidak lagi sekadar menjadi kegiatan rutin, tetapi telah memiliki kurikulum, sistem pembinaan, program dakwah wisata, serta tradisi riyadhoh yang memperkuat internalisasi nilai-nilai pendidikan Islam bagi para jamaah.

Promovendus juga menyampaikan bahwa keberhasilan BKMT menghimpun ribuan jamaah dalam berbagai kegiatan menunjukkan tingginya kepercayaan masyarakat. Salah satunya pada kegiatan BKMT di Kamang Magek yang dihadiri ribuan peserta hingga menyebabkan kemacetan lalu lintas, sehingga Rektor UIN Bukittinggi yang dijadwalkan memberikan tausiah tidak dapat memasuki lokasi kegiatan. Karena itu, ia berharap dukungan pemerintah daerah terhadap kegiatan BKMT ke depan semakin besar mengingat peran strategis organisasi tersebut dalam membina masyarakat.

Sidang berlangsung dinamis melalui berbagai pertanyaan akademik dari tim penguji. Penguji eksternal Prof. Dr. Duski Samad, M.Ag. menyoroti keunikan BKMT sebagai lembaga pendidikan Islam nonformal yang telah memperoleh legitimasi yuridis melalui regulasi pemerintah. Menurutnya, secara akademik BKMT harus mampu menunjukkan perbedaan dengan kegiatan wirid atau majelis taklim pada umumnya.

Menjawab pertanyaan tersebut, Abdul Azis menjelaskan bahwa BKMT memiliki struktur organisasi yang jelas, kurikulum pembelajaran, kegiatan sosial, hingga pembinaan berbagai kelompok masyarakat sehingga memenuhi unsur sebagai lembaga pendidikan Islam nonformal.

Sementara itu, Dr. Muhiddinur Kamal, S.Ag., M.Pd. menilai temuan utama penelitian ini terletak pada konsep riyadhoh sebagai proses internalisasi nilai Islam. Ia mendorong agar hasil penelitian tersebut diterbitkan menjadi buku pedoman BKMT sehingga dapat dimanfaatkan oleh pengurus BKMT di berbagai daerah di Indonesia.

Dr. Muhiddinur Kamal juga menyoroti tantangan yang dihadapi BKMT, mulai dari pembatalan jadwal secara sepihak hingga minimnya dukungan pemerintah daerah terhadap pelaksanaan kegiatan yang melibatkan ribuan jamaah.

Penguji lainnya, Dr. Mustafa, M.Ag., memberikan perhatian terhadap efektivitas metode dan materi dakwah dalam BKMT. Sementara promotor Prof. Dr. Asyari, M.Si. bersama ko-promotor Dr. Charles, M.Pd.I. menekankan pentingnya dukungan kebijakan pemerintah daerah serta penguatan kurikulum Tauhid, Ibadah, dan Akhlak agar BKMT semakin berkontribusi dalam membentuk masyarakat yang religius.

Rektor UIN Bukittinggi, Prof. Silfia Hanani, mengatakan penelitian Abdul Azis menjadi bukti bahwa lembaga pendidikan Islam nonformal memiliki peran besar dalam membangun karakter dan peradaban masyarakat.

“Disertasi ini memperlihatkan bahwa BKMT telah berkembang menjadi ruang pembelajaran masyarakat yang tidak hanya mengajarkan pengetahuan agama, tetapi juga menginternalisasikan nilai-nilai Islam dalam kehidupan sehari-hari. Hasil penelitian seperti ini diharapkan dapat menjadi rujukan bagi pemerintah dan organisasi kemasyarakatan dalam memperkuat pendidikan Islam berbasis masyarakat,” ujarnya.

Prof. Silfia Hanani juga mengajak para pengurus BKMT untuk terus meningkatkan kapasitas akademik melalui pendidikan tinggi.

“Kami membuka kesempatan seluas-luasnya bagi para pengurus BKMT dan para dai untuk melanjutkan studi di UIN Bukittinggi. Semakin tinggi kualitas sumber daya manusianya, semakin besar pula kontribusi BKMT dalam membangun masyarakat yang religius, moderat, dan berkemajuan,” katanya.

Senada dengan itu, Ketua Program Studi S3 Pendidikan Agama Islam UIN Bukittinggi, Prof. Dr. Wedra Aprison, menyebut penelitian Abdul Azis memberikan kontribusi ilmiah yang penting bagi pengembangan kajian Pendidikan Agama Islam.

“Disertasi ini menghadirkan perspektif baru bahwa BKMT bukan hanya forum pengajian, tetapi juga lembaga pendidikan Islam nonformal yang memiliki kurikulum, sistem pembinaan, serta mekanisme internalisasi nilai melalui tradisi riyadhoh. Temuan ini memperkaya khazanah keilmuan Pendidikan Agama Islam sekaligus menjadi model pembinaan masyarakat yang dapat direplikasi di berbagai daerah,” ungkapnya.

Menurut Prof. Wedra Aprison, Program Studi S3 PAI UIN Bukittinggi terus mendorong lahirnya riset-riset doktoral yang tidak hanya kuat secara akademik, tetapi juga memberikan solusi nyata terhadap persoalan masyarakat.

“Kami berharap hasil penelitian ini diterbitkan menjadi buku ilmiah dan menjadi referensi nasional bagi pengembangan BKMT serta pendidikan Islam berbasis masyarakat. Itulah komitmen Program Studi S3 PAI UIN Bukittinggi dalam menghadirkan penelitian yang berdampak bagi umat, bangsa, dan dunia akademik,” tuturnya.

Di akhir sidang, Ketua Sidang Prof. Silfia Hanani membacakan keputusan bahwa Abdul Azis dinyatakan lulus sebagai Doktor Pendidikan Agama Islam dengan predikat Sangat Memuaskan. Keputusan tersebut disambut tepuk tangan para penguji, keluarga, serta ratusan jamaah BKMT yang memadati ruang sidang, menandai berakhirnya salah satu promosi doktor paling semarak yang pernah digelar di lingkungan UIN Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi. (nz)

Aksesibilitas