
HATYAI (Humas) — Pendekatan kebudayaan dan keagamaan kembali menjadi sarana efektif dalam mempererat hubungan antarbangsa di kawasan Asia Tenggara. Delegasi mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Internasional Universitas Islam Negeri (UIN) Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi menampilkan seni pertunjukan Melayu Minangkabau dalam peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Balai Pertemuan Kota Hatyai, Provinsi Songkhla, Thailand Selatan, Ahad (26/7/2026).
Langkah diplomasi lunak (soft diplomacy) melalui jalur akademik dan seni tradisi ini mendapat sambutan positif dari berbagai pihak, baik pemerintah setempat maupun pimpinan perguruan tinggi pengirim.
Di hadapan ratusan mata warga Muslim Kota Hatyai, Wali Kota Hatyai, serta jajaran Yayasan Songserm Sasana Vitaya School, para mahasiswa membawakan ragam kesenian serumpun. Selain pertunjukan kebudayaan Melayu, delegasi juga menyiapkan kesenian khas Minangkabau seperti Tari Pasambahan dan Randai sebagai sarana promosi kearifan lokal.
Dihubungi dari Padang, Sumatera Barat, Rektor UIN Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi Prof. Dr. Silfia Hanani, menyampaikan apresiasi tinggi atas kiprah para mahasiswanya di kancah internasional. Menurut Silfia, partisipasi mahasiswa dalam agenda keagamaan dan kebudayaan di Thailand Selatan merupakan wujud nyata implementasi pemikiran akademik yang inklusif dan berwawasan global.
”Kami sangat bangga atas pencapaian dan dedikasi mahasiswa KKN Internasional di Hatyai. Ini bukan sekadar pemenuhan tugas kurikuler perguruan tinggi, melainkan bentuk diplomasi kebudayaan yang nyata. Melalui seni Minangkabau dan semangat ukhuwah Islamiyah, mahasiswa mampu menunjukkan bahwa UIN Bukittinggi siap berkontribusi aktif di tingkat regional ASEAN,” ujar Silfia.
Silfia menambahkan, model pengabdian masyarakat lintas negara ini akan terus diperluas guna memperkuat jejaring kelembagaan serta mengokohkan posisi UIN Bukittinggi sebagai perguruan tinggi keagamaan Islam negeri yang unggul, berbudaya, dan berdaya saing internasional.

Dok.Seni Pertunjukan Melayu Minangkabau dalam peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Balai Pertemuan Kota Hatyai oleh Mahasiswa UIN Bukittinggi
Pererat Simpul Serumpun
Kehadiran mahasiswa Indonesia di Thailand Selatan dinilai memiliki signifikansi sosiologis yang kuat. Wilayah Thailand Selatan dan Sumatra Barat memiliki keterikatan histori serta akar budaya Melayu-Islam yang berkelanjutan.
Wali Kota Hatyai dalam sambutannya menyampaikan terima kasih atas kontribusi delegasi Indonesia yang dinilai berhasil menghadirkan kehangatan kultural. Seni pertunjukan yang dibawakan para mahasiswa dinilai sangat dekat dengan riwayat dan keseharian masyarakat Muslim lokal.
Hal senada diutarakan Pimpinan Yayasan Songserm Sasana Vitaya School, Rozak. Ia menilai performa mahasiswa KKN Internasional UIN Bukittinggi mampu membangun jembatan komunikasi yang efektif antara lembaga pendidikan di Thailand Selatan dan Indonesia.
Koordinator Mahasiswa KKN Internasional UIN Bukittinggi, Rafli Dwiyanto, mengungkapkan bahwa respons hangat dari warga lokal menjadi dorongan moral bagi timnya. ”Panggung ini menjadi media efektif untuk memperkenalkan kekayaan budaya Minangkabau sekaligus merekatkan silaturahmi dengan saudara-saudara seiman di Thailand,” tuturnya.
Sementara itu, Dosen Pembimbing Lapangan sekaligus Kepala Pusat Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) UIN Bukittinggi, Dr. Arjoni, M.Pd., menegaskan bahwa program ini dirancang selaras dengan visi internasionalisasi kampus. Melalui tema ”Syiarkan Kebaikan, Lestarikan Alam, Bakti UIN Bukittinggi untuk Negeri”, pengabdian mahasiswa terbukti mampu memberi dampak melampaui batas geografis domestik.

Bingkai internasionalisasi
Penjajakan dan pelaksanaan berbagai program pengabdian maupun akademik di luar negeri ini menjadi bagian integral dari strategi besar penguatan reputasi global kampus.
Kepala Pusat Hubungan Internasional UIN Bukittinggi, Dr. Irwandi, menegaskan bahwa seluruh mobilitas mahasiswa di kancah global dirancang secara terintegrasi. Menurut dia, baik program KKN Internasional maupun Magang Internasional berada dalam satu bingkai tak terpisahkan dari Program Internasionalisasi UIN Bukittinggi.
”Seluruh kegiatan, baik KKN Internasional maupun Magang Internasional, berada dalam bingkai terpadu Program Internasionalisasi UIN Bukittinggi. Langkah ini dirancang sistematis untuk memastikan bahwa setiap kiprah mahasiswa di luar negeri tidak hanya memberikan dampak edukatif dan pengabdian, tetapi juga memperkuat posisi kelembagaan kampus di tingkat global,” pungkas Irwandi. (*Humas UIN Bukittinggi/YH)
*Kontributor : Irwandi Nashir
