Bukittinggi (Humas)_Civitas akademika Universitas Islam Negeri Bukittinggi kembali menunjukkan peran strategisnya dalam pembinaan umat. Pada momentum Hari Raya Idul Fitri 1 Syawal 1447 H/2026 M, puluhan dosen dan tenaga kependidikan UIN Bukittinggi dipercaya menjadi khatib di berbagai masjid dan lapangan pelaksanaan salat Id di sejumlah wilayah di Sumatera Barat hingga luar daerah.
Kepercayaan ini mencerminkan kontribusi nyata Universitas Islam Negeri Bukittinggi sebagai lembaga pendidikan tinggi Islam dalam menyebarkan nilai-nilai dakwah, memperkuat ukhuwah Islamiyah, serta menghadirkan pesan-pesan keagamaan yang menyejukkan di tengah masyarakat. Peran ini sekaligus menegaskan posisi UIN Bukittinggi tidak hanya sebagai pusat pengembangan ilmu keislaman, tetapi juga sebagai agen transformasi sosial yang aktif menjawab kebutuhan spiritual umat.
Sebaran khatib yang berasal dari civitas Universitas Islam Negeri Bukittinggi menjangkau berbagai daerah, mulai dari pusat-pusat pemerintahan, masjid-masjid raya, hingga kawasan nagari dan pelosok. Bahkan, kepercayaan juga datang dari luar Sumatera Barat, seperti di Kabupaten Paser, Kalimantan Timur, yang menunjukkan luasnya pengaruh dan kepercayaan masyarakat terhadap kapasitas keilmuan dan integritas para dosen UIN Bukittinggi.
Keterlibatan ini tidak hanya bersifat seremonial, tetapi juga menjadi ruang aktualisasi tridharma perguruan tinggi, khususnya dalam aspek pengabdian kepada masyarakat. Melalui khutbah Idul Fitri, para khatib membawa pesan-pesan keislaman yang kontekstual, moderat, serta relevan dengan dinamika kehidupan umat, seperti pentingnya menjaga persatuan, memperkuat nilai toleransi, serta membangun kehidupan sosial yang harmonis pasca-Ramadhan.
Rektor Universitas Islam Negeri Bukittinggi, Prof. Silfia Hanani, menyampaikan apresiasi dan kebanggaannya atas kepercayaan yang diberikan kepada civitas akademika. Menurutnya, momentum Idul Fitri merupakan kesempatan strategis bagi UIN Bukittinggi untuk terus meneguhkan perannya sebagai lembaga yang tidak hanya unggul dalam bidang akademik, tetapi juga memiliki sensitivitas sosial dan keagamaan yang tinggi.
“Para khatib diharapkan mampu menginspirasi umat untuk memperkuat keimanan, mempererat silaturahmi, serta menjaga harmoni sosial dalam kehidupan bermasyarakat,” ujarnya.
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa kiprah civitas akademika Universitas Islam Negeri Bukittinggi di tengah masyarakat merupakan bagian dari misi besar institusi dalam membumikan Islam yang rahmatan lil ‘alamin. Hal ini sejalan dengan visi UIN Bukittinggi sebagai kampus yang mengintegrasikan keilmuan, keislaman, dan kearifan lokal Minangkabau dalam membangun peradaban yang berkemajuan.
Dengan keterlibatan aktif ini, Universitas Islam Negeri Bukittinggi terus meneguhkan komitmennya sebagai pusat keilmuan Islam yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga hadir nyata dalam kehidupan sosial dan spiritual masyarakat. Peran ini sekaligus memperkuat citra UIN Bukittinggi sebagai kampus dakwah yang adaptif, inklusif, dan berkontribusi nyata bagi umat, bangsa, dan kemanusiaan.
(TimHumas/NZ)
