

Bukittinggi (Humas) – Pascasarjana UIN Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi menghadirkan akademisi dari Belanda, Korea Selatan, dan Malaysia dalam The 8th Graduate International Conference (GIC) 2026 dengan pesertanya mahasiswa dan dosen UIN Bukittinggi di Cinema Gedung Sukarno M. Noor, Jumat (16/10/2026).
Mengangkat tema “Philanthropy for Human and Planetary Well-Being: Political and Interdisciplinary Perspectives for Global Action”, konferensi ini membahas peran filantropi dalam menjawab persoalan kemanusiaan sekaligus mendorong keberlanjutan lingkungan.

Direktur Pascasarjana UIN Bukittinggi, Prof. Dr. H. Nunu Burhanuddin, Lc., M.Ag., menyampaikan bahwa filantropi perlu ditempatkan dalam kerangka tanggung jawab sosial dan pelestarian lingkungan. Menurutnya, perguruan tinggi berperan mempertemukan perspektif keilmuan dan nilai kemanusiaan untuk merespons persoalan masyarakat yang semakin kompleks.
“Filantropi ditempatkan pada kerangka tanggung jawab sosial dan pelestarian lingkungan, serta peran perguruan tinggi dalam mempertemukan perspektif lingkungan dan nilai kemanusiaan dalam merespon persoalan masyarakat” ungkap Prof. Nunu Burhanuddin.
Ia menilai kepedulian terhadap sesama harus berjalan seiring dengan tanggung jawab menjaga bumi. Karena itu, filantropi tidak hanya berupa bantuan kepada masyarakat, tetapi juga upaya membangun kesadaran bersama terhadap keberlanjutan kehidupan.
Konferensi ini menghadirkan Prof. Frans Wijsen dari Radboud University, Belanda; Prof. Jiwon Suh dari Seoul National University, Korea Selatan; dan Prof. Dr. Ahmad Sunawari Long dari Universiti Kebangsaan Malaysia.
Acara GIC ke-8 UIN Bukittinggi juga hadir Wakil Wali Kota Bukittinggi Ibnu Asis yang mewakili wali kota, Ketua DPRD Kota Bukittinggi H. Syaiful Efendi, Dr. Hardi Putra Wirman, serta Dr. Gazali. Pembukaan turut didampingi Wakil Direktur Pascasarjana Prof. Hesi Eka Puteri.

Dalam pemaparannya, Ibnu Asis mengangkat gagasan membangun Kota Berhati melalui integrasi tata ruang hijau dan filantropi lingkungan. Gagasan ini menghubungkan kepedulian sosial dengan pengelolaan lingkungan perkotaan serta menekankan pentingnya pembangunan yang memperhatikan kualitas lingkungan dan kesejahteraan masyarakat.
Keterlibatan pemerintah daerah menjadi ruang pertemuan antara gagasan akademik dan kebutuhan pembangunan. Melalui GIC ke-8, UIN Bukittinggi diharapkan memperkuat jejaring akademik internasional dan mendorong lahirnya gagasan bagi kemanusiaan serta keberlanjutan lingkungan di tingkat lokal maupun global. (nz)
