Cantika Atma Triannisa Buktikan kualitas bahasa internasional dan Bawa UIN Bukittinggi ke Juara Satu Storytelling PKM IV PTKIN se-Sumatera

Bukittinggi (Humas) — Universitas Islam Negeri (UIN) Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi kembali menorehkan prestasi pada ajang Pekan Kreativitas Mahasiswa (PKM) IV PTKIN se-Sumatera Tahun 2026). Kali ini, prestasi tertinggi diraih melalui cabang Storytelling, setelah mahasiswa UIN Bukittinggi, Cantika Atma Triannisa, berhasil meraih medali emas dan menempati posisi puncak dalam kompetisi tersebut.Cantika Atma Triannisa merupakan mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris. Ia tampil membawa kemampuan berbahasa Inggris dalam sebuah pertunjukan storytelling yang tidak hanya mengandalkan penguasaan bahasa, tetapi juga kemampuan menyampaikan cerita secara ekspresif dan komunikatif.Capaian tersebut menjadi salah satu prestasi penting bagi kontingen UIN Bukittinggi dalam PKM IV PTKIN se-Sumatera (2/10/2026).

Medali emas pada cabang Storytelling menunjukkan kemampuan mahasiswa dalam mengembangkan kompetensi bahasa asing sekaligus mengemasnya melalui kreativitas dan seni pertunjukan.Dalam storytelling, kemampuan berbahasa tidak hanya diukur dari ketepatan penggunaan kosakata dan tata bahasa. Peserta juga dituntut mampu membangun alur cerita, mengatur intonasi, menghadirkan ekspresi, serta menjalin komunikasi dengan audiens. Unsur-unsur tersebut menjadi bagian dari kemampuan yang ditampilkan Cantika dalam kompetisi.Prestasi Cantika sekaligus memperlihatkan potensi mahasiswa UIN Bukittinggi dalam penguasaan bahasa Inggris.

Kemampuan tersebut memiliki relevansi dengan kebutuhan perguruan tinggi dalam menghadapi lingkungan akademik yang semakin terbuka dan terhubung secara global.Bagi UIN Bukittinggi, capaian pada cabang Storytelling menjadi salah satu langkah dalam memperkuat pengembangan kompetensi mahasiswa di bidang bahasa dan komunikasi internasional. Penguasaan bahasa Inggris menjadi salah satu modal penting bagi mahasiswa untuk berinteraksi dalam lingkungan akademik dan profesional yang lebih luas.Prestasi tersebut juga sejalan dengan semangat UIN Bukittinggi untuk terus memperkuat internasionalisasi perguruan tinggi. Namun, capaian ini tidak semata-mata menjadi label, melainkan dapat menjadi bagian dari proses membangun kemampuan mahasiswa agar mampu berkompetisi dan berkomunikasi di tingkat yang lebih luas.Di balik keberhasilan Cantika meraih medali emas, terdapat proses pembinaan yang dilakukan secara berkelanjutan.

Cantika mendapatkan pembinaan dari Dr. Abhsarini Kardena, M.Pd. Pembinaan tersebut menjadi bagian penting dalam mempersiapkan peserta menghadapi kompetisi, baik dari sisi kemampuan bahasa maupun teknik penyampaian cerita.Keberhasilan Cantika juga menambah catatan prestasi UIN Bukittinggi dalam PKM IV PTKIN se-Sumatera Tahun 2026. Sebelumnya, kontingen UIN Bukittinggi juga meraih prestasi pada sejumlah cabang lain, sehingga capaian Storytelling turut memperkuat kontribusi mahasiswa dalam mengharumkan nama perguruan tinggi.

Medali emas yang diraih Cantika diharapkan menjadi motivasi bagi mahasiswa lainnya untuk terus mengembangkan kemampuan, khususnya dalam penguasaan bahasa asing. Kompetisi seperti PKM juga menjadi ruang bagi mahasiswa untuk menguji kemampuan, memperoleh pengalaman, serta membangun kepercayaan diri dalam menghadapi persaingan antarmahasiswa PTKIN se-Sumatera.Dengan capaian tersebut, Cantika Atma Triannisa tidak hanya membawa pulang medali emas, tetapi juga membawa pesan bahwa kemampuan bahasa, kreativitas, dan keberanian tampil dapat menjadi modal mahasiswa UIN Bukittinggi untuk berkompetisi pada tingkat yang lebih luas.Ke depan, pembinaan dan pengembangan kompetensi bahasa Inggris diharapkan terus diperkuat agar semakin banyak mahasiswa UIN Bukittinggi yang mampu tampil dalam berbagai kompetisi regional, nasional, maupun internasional. Capaian di cabang Storytelling menjadi salah satu pijakan dalam perjalanan tersebut.

Aksesibilitas