Menag Berkomitmen untuk Fokus Menjalankan Amanah Negara

Bukittinggi (Humas) – Rektor UIN Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi, Prof. Dr. Hj. Silfia Hanani, S.Ag., M.Si., menyambut baik penegasan bahwa Menteri Agama RI Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar tetap fokus menjalankan tugas kenegaraan di tengah besarnya dukungan agar dirinya maju sebagai calon Ketua Umum PBNU dalam Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) di Jombang.

Sekretaris Jenderal Kementerian Agama Kamaruddin Amin sebelumnya menegaskan, Nasaruddin Umar akan tetap menjalankan amanah yang diberikan Presiden Prabowo Subianto sebagai Menteri Agama. Penegasan itu disampaikan menyusul besarnya dukungan dari muktamirin terhadap Nasaruddin Umar. Kemenag menyebut Menag akan tetap berkhidmat untuk NU dalam posisi apa pun.

Menurut Prof. Silfia, munculnya dukungan tersebut menunjukkan kuatnya kepercayaan terhadap kapasitas, integritas, dan rekam pengabdian Nasaruddin Umar di tengah umat.

“Besarnya dukungan kepada Prof. Nasaruddin Umar tentu menunjukkan bahwa beliau merupakan figur yang dipercaya. Kepercayaan itu tidak terlepas dari kapasitas keilmuan, pengalaman, dan pengabdian beliau yang panjang dalam kehidupan keagamaan, pendidikan, serta pelayanan kepada umat dan bangsa,” ujar Prof. Silfia.

Di tengah kepercayaan tersebut, Prof. Silfia juga menyambut baik komitmen Nasaruddin Umar untuk tetap memberikan perhatian penuh terhadap tugasnya sebagai Menteri Agama. Menurutnya, fokus dalam menjalankan tugas kenegaraan menjadi bagian penting dari upaya memperkuat pembangunan kehidupan beragama di Indonesia.

“Kami melihat ada dua hal yang sama-sama positif. Di satu sisi, ada kepercayaan besar yang diberikan kepada beliau dalam dinamika Muktamar NU. Di sisi lain, beliau tetap menunjukkan komitmen terhadap amanah negara yang sedang dijalankan. Keduanya memperlihatkan luasnya ruang pengabdian Prof. Nasaruddin Umar kepada umat dan bangsa,” katanya.

Prof. Silfia menilai peran Menteri Agama sangat strategis karena berkaitan langsung dengan peningkatan kualitas kehidupan dan kerukunan umat beragama serta pengembangan pendidikan agama dan keagamaan. Hal tersebut juga menjadi bagian dari agenda yang ditegaskan Kementerian Agama tetap menjadi fokus Nasaruddin Umar.

Bagi perguruan tinggi keagamaan, lanjutnya, kesinambungan agenda Kementerian Agama memiliki arti penting, terutama dalam penguatan mutu pendidikan, riset, pengembangan sumber daya manusia, serta peningkatan kontribusi perguruan tinggi kepada masyarakat.

Terkait Muktamar ke-35 NU, Prof. Silfia menilai seluruh dinamika yang berkembang merupakan bagian dari tradisi dan mekanisme internal organisasi yang patut dihormati.

“NU memiliki sejarah panjang dan kontribusi yang sangat besar bagi kehidupan keagamaan, pendidikan, sosial, dan kebangsaan. Kita berharap Muktamar berlangsung dengan baik dan menghasilkan keputusan terbaik untuk semakin memperkuat khidmat NU kepada umat, bangsa, dan negara,” pungkasnya . (HP)

 

Aksesibilitas