25 ASN UIN Bukittinggi Ikuti Profiling ASN di UPT BKN Padang

Bukittinggi (Humas) — Sebanyak 25 Aparatur Sipil Negara (ASN) Universitas Islam Negeri (UIN) Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi mengikuti ujian kompetensi Profiling ASN (ProASN) di UPT BKN Padang, Kamis (27/08/2026).

Dalam kegiatan tersebut,  Tim kerja kepegawaian  UIN Bukittinggi, yakni Aldino Sukma, SH, Anake Prima, S.Kom dan Ria Adrian, S.Pd., turut mendampingi para ASN UIN Bukittinggi selama mengikuti pelaksanaan ujian.

Salah seorang peserta, Risdianto, SH, saat diwawancarai menyampaikan bahwa pelaksanaan ujian kompetensi Profiling ASN telah diikuti dengan baik dan berjalan lancar bersama ASN UIN Bukittinggi lainnya.

“Kegiatan ujian kompetensi Profiling ASN ini telah kita ikuti dengan baik dan lancar bersama ASN UIN Bukittinggi lainnya. Di ruangan tes tersebut kami juga bersama dengan ASN dari Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (PAS), serta Kementerian Haji,” ujar Risdianto.

Ia berharap hasil dari pelaksanaan Profiling ASN tersebut dapat memberikan manfaat bagi ASN, khususnya dalam meningkatkan motivasi sekaligus mengembangkan potensi dan keterampilan untuk menghadapi tugas dan tantangan ke depan.

Sementara itu, Ria Adrian, S.Pd., Analis Sumber Daya Manusia Aparatur Ahli Muda UIN Bukittinggi yang ikut mendampingi kegiatan tersebut, mengatakan bahwa keikutsertaan ASN UIN Bukittinggi dalam ProASN merupakan bagian dari upaya pemetaan potensi ASN.

“Pemetaan melalui ProASN dilakukan sebagai salah satu instrumen pendukung manajemen talenta, sistem merit, dan mobilitas talenta ASN. Pelaksanaan ProASN ini dilakukan dengan merujuk pada Surat Edaran Kepala BKN Nomor 6 Tahun 2026 dan Keputusan Kepala BKN Nomor 740.4 Tahun 2026, dengan sasaran PNS yang dipersiapkan untuk mengisi jabatan manajerial yang lowong,” jelas Ria Adrian.

Menurutnya, hasil profiling nantinya akan terintegrasi langsung ke dalam Sistem Informasi Aparatur Sipil Negara (SIASN) dan dapat dimanfaatkan selama tiga tahun.

Ria berharap seluruh peserta dapat mengikuti ujian profiling dengan sungguh-sungguh, sehingga potensi, kompetensi dan preferensi karier masing-masing pegawai dapat dipetakan secara objektif.

“Hasil ini bisa menjadi acuan bagi instansi dalam menyusun rencana pengembangan diri atau pelatihan atau Individual Development Plan (IDP) yang tepat sasaran, sesuai dengan celah kompetensi atau gap competency masing-masing pegawai,” ungkapnya.

Ia menambahkan, pemetaan tersebut diharapkan tidak hanya menjadi proses penilaian, tetapi juga dapat memberikan arah yang lebih jelas bagi pengembangan karier dan peningkatan kompetensi ASN UIN Bukittinggi ke depan.

Dengan mengikuti ProASN ini, UIN Bukittinggi diharapkan memiliki gambaran yang lebih objektif mengenai potensi dan kompetensi ASN, sehingga pengembangan sumber daya manusia dapat dilakukan secara lebih terarah dan sesuai dengan kebutuhan organisasi.

Aksesibilitas