PBAK 2026 UIN Bukittinggi Resmi Dibuka

Bukittinggi (Humas) – Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK) Mahasiswa Baru Tahun 2026 Universitas Islam Negeri (UIN) Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi resmi dimulai. Mengusung tema “Kampus Berdampak: Cinta Sebagai Landasan, Moderasi Sebagai Karakter, Digital Sebagai Peradaban,” kegiatan ini berlangsung selama tiga hari, 19–21 Agustus 2026.

Pembukaan PBAK 2026 diawali dengan Sidang Senat Terbuka PBAK Mahasiswa Baru Tahun 2026 yang dipimpin oleh Ketua Senat UIN Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi, Prof. Busyro, bertempat di Gedung Student Center UIN Bukittinggi, Rabu (19/8/2026).

Mahasiswa baru mengikuti rangkaian PBAK tahun ini. Para mahasiswa baru tampak antusias mengikuti berbagai agenda yang telah disiapkan panitia sebagai bagian dari proses awal mengenal lingkungan kampus, budaya akademik, kehidupan kemahasiswaan, serta nilai-nilai yang menjadi landasan dalam menjalani pendidikan di UIN Bukittinggi.

Momentum pembukaan ditandai dengan penyematan tanda peserta PBAK secara simbolis oleh Rektor UIN Bukittinggi, Prof. Silfia Hanani. Penyematan tersebut menjadi simbol dimulainya proses pengenalan budaya akademik dan kemahasiswaan bagi seluruh mahasiswa baru Tahun Akademik 2026/2027.

Dok. Penyematan tanda peserta PBAK secara simbolis oleh Rektor UIN Bukittinggi

Dalam sambutannya, Rektor Prof. Silfia Hanani menyampaikan ucapan selamat datang kepada seluruh mahasiswa baru dan mengajak mereka untuk menjadikan masa perkuliahan sebagai momentum membangun kapasitas intelektual, karakter, serta kepedulian terhadap masyarakat.

“Selamat datang bagi saudara semua di kampus UIN Bukittinggi. Terima kasih kepada para orang tua mahasiswa baru yang telah memberikan izin dan amanah kepada kami untuk mendidik putra-putrinya di UIN Bukittinggi. PBAK ini merupakan titik awal untuk memberikan pemahaman tentang budaya akademik, membangun kedisiplinan, kemandirian, dan rasa tanggung jawab sebagai mahasiswa,” ujar Rektor.

Menurutnya, UIN Bukittinggi berkomitmen memberikan pendidikan dan pembinaan yang tidak hanya berorientasi pada penguasaan ilmu pengetahuan, tetapi juga pembentukan karakter mahasiswa agar mampu memberikan dampak positif bagi masyarakat.

Dok. Penyampaian Materi dan Motivasi dari Rektor UIN Bukittinggi oleh Rektor kepada Peserta PBAK Tahun Akademik 2026/2027

Sejalan dengan tema PBAK 2026, Rektor juga menyampaikan materi bertajuk “Generasi Z Berkarakter Moderasi Beragama sebagai Fondasi Peradaban Dunia.” Dalam pemaparannya, ia menjelaskan bahwa Generasi Z merupakan generasi yang tumbuh di tengah perkembangan teknologi digital sehingga memiliki peluang besar untuk berkiprah dalam lingkungan global.

“Gen Z adalah generasi yang cepat beradaptasi, kreatif, visual, dan kolaboratif. Jadikanlah semua kelebihan itu untuk hal-hal yang positif dan bermanfaat bagi masyarakat. Jadikan kampus sebagai tempat untuk memperbaiki karakter dan meningkatkan kompetensi diri,” jelasnya.

Rektor juga mendorong mahasiswa baru agar mampu memanfaatkan berbagai keunggulan yang dimiliki untuk menjadi generasi yang berprestasi, berkarakter, serta mampu membawa nama baik UIN Bukittinggi di tingkat nasional maupun global.

“Kami berharap seluruh mahasiswa baru UIN Bukittinggi menjadi generasi yang hebat dan mampu mengharumkan nama kampus di dunia global ke depannya,” pungkas Rektor.

Penguatan Nilai Akademik dan Kemahasiswaan

Rangkaian PBAK hari pertama kemudian dilanjutkan dengan agenda Nilai-Nilai Akademik di UIN Bukittinggi. Materi pertama disampaikan oleh Wakil Rektor I UIN Bukittinggi, Dr. Afrinaldi, yang membahas Pedoman Akademik dan Kelembagaan UIN Bukittinggi.

Dok. Penguatan Nilai Akademik dan Kemahasiswaan bersama Wakil Rektor I dan III

Materi berikutnya disampaikan oleh Wakil Rektor III, Prof. Edi Rosman, yang memberikan pemahaman mengenai pola pembinaan dan kode etik mahasiswa UIN Bukittinggi. Materi ini diharapkan menjadi bekal bagi mahasiswa baru dalam memahami hak, kewajiban, tata tertib, serta etika yang harus diterapkan selama menjalani kehidupan akademik dan kemahasiswaan.

Pada sesi terakhir PBAK hari pertama, mahasiswa baru mendapatkan materi tentang “Wakaf Uang: Solusi Ekonomi Umat di Era Modern” yang disampaikan oleh Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Bukittinggi, Dr. Aidil Alfin.

Melalui rangkaian kegiatan tersebut, PBAK 2026 diharapkan tidak sekadar menjadi kegiatan pengenalan lingkungan kampus, tetapi juga menjadi fondasi awal bagi mahasiswa baru untuk membangun karakter, memahami nilai-nilai akademik, mengembangkan potensi diri, serta mempersiapkan diri menjadi generasi yang mampu memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat dan peradaban.(Humas UIN Bukittinggi/YH)

Aksesibilitas