
Bukittinggi (Humas) – Bank Indonesia (BI) Kantor Perwakilan Provinsi Sumatera Barat menggandeng Universitas Islam Negeri (UIN) Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi sebagai salah satu lokasi penyelenggaraan rangkaian Pekan QRIS Nasional (PQN) Tahun 2026. Kegiatan yang mengangkat edukasi digitalisasi sistem pembayaran, perlindungan konsumen, serta Cinta, Bangga, dan Paham Rupiah tersebut digelar di Gedung Sinema UIN Bukittinggi, Kamis (13/8/2026).
Rangkaian PQN 2026 di UIN Bukittinggi diisi dengan kegiatan edukasi dan sosialisasi mengenai Digitalisasi Sistem Pembayaran, Perlindungan Konsumen, Cinta, Bangga, dan Paham Rupiah, serta Leadership Insight. Kegiatan ini diikuti oleh mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI), khususnya mahasiswa penerima Beasiswa Bank Indonesia.
Kegiatan dibuka secara resmi oleh Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Kerja Sama UIN Bukittinggi, Dr. Edi Rosman. Turut hadir Dekan FEBI Dr. Aidil Alfin beserta para wakil dekan, dosen, mahasiswa penerima Beasiswa BI, serta sivitas akademika UIN Bukittinggi lainnya.

Dok. Pembukaan PQN Tahun 2026 di Kampus UIN Bukittinggi Oleh Wakil Rektor bidang Kemahasiswaan dan Kerja Sama
Dalam sambutannya, Dr. Edi Rosman menyampaikan apresiasi kepada Bank Indonesia Kantor Perwakilan Provinsi Sumatera Barat yang telah memilih dan mempercayakan UIN Bukittinggi sebagai salah satu lokasi pelaksanaan PQN 2026.
“Kami atas nama pimpinan menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada Kantor Perwakilan BI Provinsi Sumbar yang telah memilih dan mempercayakan UIN Bukittinggi sebagai salah satu tempat penyelenggaraan PQN Tahun 2026. Kolaborasi bersama BI merupakan hal yang sangat berharga bagi kami dalam upaya bersama mencerdaskan anak bangsa,” ungkapnya.
Menurutnya, kerja sama antara UIN Bukittinggi dan Bank Indonesia diharapkan dapat terus diperkuat, tidak hanya melalui dukungan terhadap mahasiswa penerima Beasiswa BI, tetapi juga melalui pengembangan wawasan dan kompetensi mahasiswa mengenai kebijakan serta sistem perbankan dan ekonomi digital.
“Kami berharap ke depan akan terus ada dukungan dan kolaborasi dari BI, termasuk dalam membantu menyelesaikan persoalan pembiayaan pendidikan mahasiswa. Semoga kita dapat terus bersama-sama memberikan pembinaan dan pengetahuan mengenai bidang bank sentral kepada mahasiswa UIN Bukittinggi, khususnya mahasiswa FEBI penerima Beasiswa BI,” lanjut Edi Rosman.

Sementara itu, Deputi Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sumatera Barat, Sudarta, dalam pemaparannya memberikan edukasi mengenai sistem pembayaran digital, khususnya penggunaan QRIS, sekaligus berbagi wawasan mengenai kepemimpinan dan kiat-kiat membangun pribadi yang sukses di era digital.
“Dalam Pekan QRIS Nasional Tahun 2026 ini, kita berharap dapat saling berbagi ilmu dan pengalaman, khususnya mengenai digitalisasi sistem pembayaran, perlindungan konsumen, Cinta, Bangga, dan Paham Rupiah, serta Leadership Insight. Pada kesempatan ini, izinkan kami menyelenggarakan program Pekan QRIS Nasional dari BI di kampus UIN Bukittinggi,” ujar Sudarta.
Ia menjelaskan, QRIS merupakan salah satu inovasi Bank Indonesia dalam mendorong kemajuan transaksi digital di tengah masyarakat. Pemanfaatan QRIS dinilai dapat memberikan kemudahan, efisiensi, dan keamanan dalam proses transaksi pembayaran.
“Penggunaan QRIS merupakan salah satu gebrakan BI dalam memajukan transaksi digital di masyarakat. Semoga dengan disosialisasikannya QRIS ini, sistem transaksi dapat semakin maju, mudah, dan efisien. Kita berharap Indonesia dapat terus berkembang dan mampu sejajar dengan negara-negara maju lainnya,” tambahnya.
Selain memberikan pemahaman mengenai sistem pembayaran digital, Sudarta juga mendorong mahasiswa untuk mempersiapkan diri menghadapi perkembangan teknologi dan dinamika dunia kerja yang semakin cepat. Menurutnya, terdapat sejumlah hal penting yang harus dimiliki mahasiswa untuk mencapai kesuksesan.

Dok. Edukasi dan Sosialisasi oleh Deputi Kepala Perwakilan BI Provinsi Sumbar pada Pergelaran PQN Tahun 2026 di UIN Bukittinggi
Pertama, kompetensi, yakni menjadi yang terbaik di bidang masing-masing dengan terus memperkuat penguasaan ilmu dan keterampilan. Kedua, mahasiswa perlu mempelajari perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi baru, seperti Big Data, e-learning, Artificial Intelligence (AI), dan blockchain, yang semakin relevan dengan kebutuhan dunia kerja.
Ketiga, mahasiswa perlu membangun pola pikir positif dan kemampuan networking, baik dalam membangun relasi maupun menyelesaikan berbagai persoalan. Mahasiswa juga didorong untuk memperluas jaringan, aktif berdiskusi, serta tidak berhenti mencari dan mempelajari hal-hal baru.
“Intinya, untuk mencapai cita-cita, kita harus berusaha dengan serius, tekun, dan penuh semangat. Teruslah berinovasi dan mengikuti perkembangan digitalisasi global agar kita mampu menjadi sumber daya manusia yang unggul dan siap menghadapi masa depan,” pungkasnya.
Kegiatan PQN 2026 di UIN Bukittinggi diharapkan semakin memperkuat sinergi antara Bank Indonesia dan perguruan tinggi dalam meningkatkan literasi ekonomi dan keuangan digital mahasiswa. Selain itu, kegiatan ini menjadi ruang pembelajaran bagi mahasiswa untuk memahami perkembangan sistem pembayaran digital sekaligus mempersiapkan diri menjadi generasi muda yang kompeten, adaptif, dan berdaya saing di era transformasi digital. (Humas UIN Bukittinggi/YH)
