Sidang Promosi Doktor Hamdi Pranata, Angkat Pengembangan Modul Akidah Terintegrasi Moderasi Beragama

Dok. Foto. Hamdi Pranata menyampaikan Hasil Penelitian Disertasinya pada Sidang Ujian Terbuka Promosi Doktor dihadapan Tim Penguji (11/08/2026)

Bukittinggi (Humas) — Sidang Ujian Terbuka (Promosi Doktor) Fakultas Tarbiyah Ilmu Keguruan Prodi Pendidikan Agama Islam atas nama Hamdi Pranata dilaksanakan di Aula Cinema Gedung Sukarno M. Noor UIN Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi, Selasa (11/8/2026).

Sidang Ujian Terbuka Promosi Doktor tersebut mengangkat disertasi berjudul “Pengembangan Modul Ajar Akidah Terintegrasi dengan Moderasi Beragama dalam Perspektif Al-Qur’an di Pondok Pesantren Islam Al Mukmin (PPM) Ngruki Sukoharjo.”

Sidang berlangsung khidmat dengan dihadiri sejumlah tim penguji, di antaranya penguji internal Prof. Dr. Silfia Hanani, M.Si (Ketua Sidang,), Dr.Junaidi (Wakil Ketua Sidang),Dr. Supratman, Prof. Dr. Wedra Aprison, M.Ag., dan  Prof. Dr. Novi Hendri, M.Ag. Sementara penguji eksternal adalah Prof. Dr. H. Badrudin, M.Ag, Dan juga Prof. Dr. Nofiardi, M.Ag. bertindak sebagai penguji sekaligus promotor dan Dr. Salmiwati, M.Ag. sebagai penguji sekaligus co-promotor. Sidang juga dihadiri para undangan serta keluarga Hamdi Pranata.

Dok. Foto. Hamdi Pranata menyampaikan Hasil Penelitian Disertasinya pada Sidang Ujian Terbuka Promosi Doktor di kampus UIN Bukittinggi (11/08/2026)

Di hadapan tim penguji, Hamdi Pranata menyampaikan hasil penelitian disertasinya yang menyoroti pentingnya pengembangan modul ajar akidah yang terintegrasi dengan nilai-nilai moderasi beragama dalam perspektif Al-Qur’an.

Menurut Hamdi, salah satu persoalan penting dalam kehidupan manusia adalah bagaimana menjaga hubungan muamalah sesama manusia agar tidak mengalami kerusakan. Karena itu, nilai-nilai moderasi beragama menjadi penting untuk menjaga hubungan antarsesama manusia dalam kehidupan bermasyarakat.

Ia menjelaskan, moderasi beragama bukanlah sesuatu yang baru dalam ajaran Islam dan bukan pula sesuatu yang merupakan benda asing yang datang dari luar ajaran Islam. Nilai-nilai moderasi beragama, menurutnya, sesungguhnya telah terdapat dalam ajaran Islam itu sendiri.

“Hal-hal muamalah sesama manusia itu yang rusak karena tidak ada yang memoderasikan dengan nilai-nilai akidah tersebut. Moderasi beragama itu bukan benda asing yang disusupkan oleh orang orientalis atau orang kafir. Tetapi sesungguhnya moderasi beragama itu adalah ruh dari nilai-nilai agama,” ungkap Hamdi Pranata.

Lebih lanjut Hamdi mengatakan bahwa akidah yang kuat tidak bertentangan dengan moderasi beragama. Justru, semakin kuat pemahaman akidah seseorang, maka nilai-nilai moderasi beragama semakin penting untuk diaktualisasikan dalam kehidupan sehari-hari.

“Aqidah yang kuat tidak berpengaruh dengan moderasi beragama, tetapi semakin diaktualisasikan justru itu yang dibutuhkan,” lanjutnya.

Dalam pandangan Hamdi, nilai-nilai moderasi beragama yang diintegrasikan dalam pembelajaran akidah memiliki arti penting dalam membentuk sikap keberagamaan yang mampu menjaga hubungan baik antarsesama manusia.

Hal ini menjadi penting karena ajaran Islam tidak hanya berbicara tentang hubungan manusia dengan Allah SWT, tetapi juga mengatur hubungan manusia dengan manusia. Dengan demikian, penguatan akidah diharapkan tidak hanya melahirkan pribadi yang kuat dalam keyakinan, tetapi juga mampu membangun kehidupan sosial yang harmonis.

Menurutnya, apabila nilai-nilai moderasi beragama benar-benar dipahami dan dijalankan dalam kehidupan, maka ajaran Islam dapat menjadi salah satu kekuatan dalam memperkuat persatuan dan kesatuan bangsa.

Setelah penyampaian hasil penelitian oleh Hamdi Pranata, selanjutnya tim penguji internal dan eksternal memberikan tanggapan terhadap hasil dan kesimpulan penelitian disertasi yang dipaparkannya.

Proses tanya jawab dan tanggapan dari para penguji menjadi bagian dari rangkaian akademik dalam menguji penguasaan Hamdi Pranata terhadap hasil penelitian yang telah dilakukannya.

Sidang Ujian Terbuka Promosi Doktor tersebut kemudian diakhiri dengan penyampaian hasil kelulusan Hamdi Pranata oleh tim penguji.

Promosi doktor ini sekaligus menjadi bagian dari pengembangan kajian pendidikan Islam, khususnya dalam upaya menghadirkan pembelajaran akidah yang tidak hanya memperkuat keyakinan, tetapi juga mampu mengaktualisasikan nilai-nilai moderasi beragama dalam kehidupan sesama manusia. (nz)

Aksesibilitas