
Bukittinggi (Humas) – Keikutsertaan UIN Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi dalam Musyawarah Nasional Asosiasi Pengelola Program Doktor (APDOK) Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI) membuahkan hasil membanggakan. Selain dipercaya masuk dalam jajaran pengurus APDOK periode 2026–2029, Ketua Program Studi S3 PAI UIN Bukittinggi, Prof. Dr. Wedra Aprison, M.Ag., juga menerima penghargaan sebagai Dosen Teladan Publikasi Internasional Bereputasi.

Musyawarah Nasional APDOK berlangsung selama tiga hari, 29–31 Juli 2026, di Hotel Larasari, Salatiga, dengan UIN Salatiga sebagai tuan rumah. Kegiatan tersebut dibuka secara resmi oleh Wali Kota Salatiga Nina Agustin dan dihadiri para pengelola Program Studi Doktor Pendidikan Agama Islam serta Pendidikan Islam dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia.
UIN Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi mengutus Ketua Program Studi S3 PAI, Prof. Wedra Aprison untuk mengikuti seluruh rangkaian kegiatan yang tidak hanya diisi dengan agenda Musyawarah Nasional, tetapi juga seminar internasional, diskusi akademik, serta penguatan jejaring antarprogram studi doktor.
Seminar internasional menghadirkan sejumlah akademisi terkemuka, yakni Prof. Dr. Masdar Hilmi dari UIN Sunan Ampel Surabaya, Prof. Ronald Lukens-Bull dari University of North Florida, Amerika Serikat, serta Prof. Dr. Muhammad Irfan Helmy, Atase Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia di Riyadh, Arab Saudi.
Dalam pemaparannya, Prof. Ronald Lukens-Bull menjelaskan perjalanan panjang integrasi pendidikan Islam dengan modernitas di Indonesia. Berdasarkan hasil penelitiannya terhadap sejumlah pesantren besar di Pulau Jawa, seperti Tebuireng dan An-Nur, ia menjelaskan bahwa pesantren telah berhasil mengintegrasikan mata pelajaran umum bahkan membuka jurusan IPA dan IPS sebagai bagian dari sistem pendidikan pesantren.
Menariknya, pada sesi diskusi saat coffee break, Prof. Wedra Aprison menyampaikan hasil riset yang menunjukkan adanya fenomena baru dalam perkembangan pendidikan Indonesia yang belum banyak mendapat perhatian para peneliti sebelumnya, termasuk Karel Steenbrink maupun Ronald Lukens-Bull.

Menurut Prof. Wedra, apabila sebelumnya pesantren mengintegrasikan pendidikan umum ke dalam sistem pendidikan Islam, kini terjadi perkembangan sebaliknya. Sejumlah sekolah umum mulai mengadopsi sistem pendidikan Islam, terutama pola pendidikan berbasis pesantren.
Ia menjelaskan, hasil penelitiannya di beberapa SMA berasrama, seperti SMAN 1 Padang Panjang, SMAN Unggulan M.H. Thamrin Jakarta, SMAN 1 Matauli, hingga SMAN Sipirok di Sumatera Utara menunjukkan adanya integrasi nilai, budaya, dan sistem pendidikan pesantren dalam lingkungan sekolah umum.
Paparan tersebut mendapat perhatian Prof. Ronald Lukens-Bull yang menyatakan ketertarikannya membaca hasil penelitian Prof. Wedra. Menurutnya, temuan tersebut menjadi perspektif baru dalam melihat perkembangan sistem pendidikan Indonesia, terlebih di tengah kecenderungan menurunnya minat masyarakat menyekolahkan anak ke SD, SMP, dan SMA negeri dalam beberapa tahun terakhir.
Pada sidang Musyawarah Nasional, peserta secara musyawarah mufakat memilih Dr. Silahuddin, M.Ag., Ketua Program Studi Doktor PAI UIN Ar-Raniry Banda Aceh sebagai Ketua APDOK periode 2026–2029.
Forum tersebut juga menjadi ruang berbagi pengalaman mengenai pengelolaan Program Studi Doktor yang bermutu. Prof. Dr. Sukiman dan Prof. Dr. Zainal Arifin dari UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta memaparkan strategi pengembangan kurikulum, tata kelola akademik, serta pentingnya membangun kolaborasi antarpengelola Program Studi Doktor di Indonesia melalui berbagai bentuk kerja sama akademik.
Pada penutupan kegiatan dilakukan pelantikan pengurus APDOK periode 2026–2029. Ketua Program Studi S3 PAI, Prof. Wedra Aprison, dipercaya mengemban amanah sebagai Anggota Bidang Penelitian dan Publikasi.
Kepercayaan tersebut semakin lengkap dengan diraihnya penghargaan Dosen Teladan Publikasi Internasional Bereputasi, sebagai bentuk apresiasi terhadap kontribusi Prof. Wedra dalam pengembangan publikasi ilmiah di tingkat internasional.
Penghargaan tersebut menjadi kebanggaan bagi UIN Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi, khususnya Program Studi Doktor Pendidikan Agama Islam, yang terus berupaya meningkatkan mutu akademik, memperluas jejaring kerja sama nasional maupun internasional, serta memperkuat langkah menuju akreditasi Unggul. Prestasi ini juga diharapkan menjadi motivasi bagi seluruh dosen dan mahasiswa lainnya untuk terus meningkatkan kualitas riset, publikasi ilmiah, dan kontribusi terhadap pengembangan pendidikan Islam di Indonesia. (nz)
