
Bukittinggi (Humas) – Pusat Studi Gender dan Anak (PSGA) LP2M UIN Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi menggelar Seminar Hari Anak Nasional secara virtual melalui Zoom Meeting selama dua hari, Rabu-Kamis (29–30/7/2026). Kegiatan ini digelar sebagai upaya memperkuat wawasan masyarakat, khususnya orang tua, dalam menghadapi tantangan pengasuhan anak di era digital yang semakin kompleks.
Kepala PSGA LP2M UIN Bukittinggi, Dr. Linda Yarni, S.Ag., M.Si., mengungkapkan, penyelenggaraan seminar tersebut berangkat dari keprihatinan terhadap meningkatnya kasus kekerasan terhadap anak yang dipicu dampak negatif perkembangan teknologi digital yang kini telah merambah ruang domestik maupun ruang publik. Menurutnya, kondisi tersebut menuntut orang tua untuk kembali menguatkan perannya sebagai pendidik pertama bagi anak di lingkungan keluarga.
“Di era digital saat ini, anak-anak sering menjadi korban kekerasan baik di ruang domestik maupun publik. Orang tua sebagai guru pertama bagi anak perlu memperkuat wawasannya tentang pengasuhan untuk mendidik anaknya. Maka hal inilah yang menjadi landasan kami di PSGA untuk menggelar Seminar Hari Anak Nasional secara virtual selama dua hari,” ujar Linda Yarni.
Seminar dibuka oleh Ketua LP2M UIN Bukittinggi, Dr. Muhiddinur Kamal, M.Pd. Kegiatan ini bertujuan menambah sekaligus memperkuat pemahaman peserta mengenai pentingnya pola pengasuhan (parenting), pemenuhan hak-hak anak, serta pencegahan berbagai bentuk kekerasan terhadap anak.
Linda Yarni menjelaskan, meskipun dilaksanakan secara daring, seminar tetap berlangsung interaktif dan mampu mencapai tujuan yang diharapkan. Antusiasme peserta terlihat dari aktifnya forum diskusi yang diikuti dosen dan tenaga kependidikan UIN Bukittinggi, serta peserta dari berbagai lembaga lainnya.
“Walaupun kegiatan ini dilaksanakan secara virtual dan dibuka oleh Ketua LP2M UIN Bukittinggi, hal itu tidak mengurangi substansi pencapaian tujuan seminar, yakni memperkuat wawasan peserta tentang parenting agar hak-hak anak terpenuhi dan mereka terhindar dari berbagai bentuk kekerasan. Antusiasme peserta juga sangat tinggi selama diskusi berlangsung,” katanya.
Ia menambahkan, tingginya partisipasi peserta juga didukung oleh materi yang disampaikan para narasumber dari berbagai latar belakang keahlian. Dr. Subhan Djunaidi, M.P., dari ApexTech sekaligus dosen Universitas Muhammadiyah Cirebon, Trainer BNSP RI, Master Trainer Ericksonian Hypnotherapy, dan Founder Soul Programming Technology memaparkan materi tentang Hypno Parenting: Pemanfaatan Teknik Hypnosis dalam Mendidik Anak.
Selain itu, Yosi Molina, M.Psi., Psikolog, Founder Inspirasi Consulting Bukittinggi, TK Semut-Semut, SD Lebah Pembelajar, dan SMP Paus Biru Bukittinggi menyampaikan materi Anak Tangguh di Era Digital: Kesehatan Mental dan Literasi Digital. Sementara Emmalia Yuli Israwanti, S.Psi., Psikolog, Kepala Bidang Pemberdayaan Perempuan dan Pengarusutamaan Gender DP3APPKB Kota Bukittinggi, membahas Pengasuhan Responsif Gender. Adapun Kepala DP3APPKB Kota Bukittinggi, Susi Susanti, S.KM., M.M., menyampaikan materi mengenai Pencegahan Kekerasan dan Pemenuhan Hak-Hak Anak di Era Digital.
Melalui seminar ini, PSGA LP2M UIN Bukittinggi berharap penguatan kapasitas orang tua, pendidik, dan masyarakat dalam pola pengasuhan yang tepat dapat menjadi langkah nyata menciptakan lingkungan yang aman, ramah, dan bebas dari kekerasan bagi anak-anak di tengah pesatnya perkembangan teknologi digital.Apabila diinginkan, berita ini juga dapat ditambahkan komentar Ketua LP2M UIN Bukittinggi Dr. Muhiddinur Kamal, M.Pd. agar lebih kuat dari sisi kelembagaan.
