Mahasiswi S2 PAI UIN Bukittinggi Tiga Kali Dipercaya Menjadi Dewan Juri Lomba Al-Qur’an Tahun 2026

Bukittinggi (Humas) — Prestasi membanggakan kembali ditorehkan oleh mahasiswa Program Studi Magister (S2) Pendidikan Agama Islam (PAI) Universitas Islam Negeri (UIN) Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi. Salah seorang mahasiswinya, Tira Karnesa, S.Pd, kembali menunjukkan kapasitas akademik dan profesionalnya dengan memperoleh kepercayaan sebagai Dewan Juri pada sejumlah ajang perlombaan Al-Qur’an yang disiarkan oleh Padang TV sepanjang tahun 2026.

Kepercayaan tersebut menjadi bukti bahwa mahasiswa UIN Bukittinggi tidak hanya dibekali kemampuan akademik di ruang perkuliahan, tetapi juga mampu mengaktualisasikan keilmuannya di tengah masyarakat. Kompetensi yang dimiliki Tira Karnesa di bidang Al-Qur’an dan pendidikan Islam mendapat pengakuan sehingga dipercaya menilai berbagai perlombaan bergengsi yang diikuti peserta tingkat SD dan SMP sederajat dari berbagai daerah di Sumatera Barat.

Sepanjang tahun 2026, Tira Karnesa tercatat tiga kali mengemban amanah sebagai dewan juri. Kegiatan pertama berlangsung pada 22–24 April 2026 dalam Lomba Cerdas Qur’an Tingkat SD dan SMP Sederajat se-Kota Bukittinggi yang diselenggarakan di Gedung Balai Kota Bukittinggi. Perlombaan tersebut menjadi sarana untuk meningkatkan pemahaman peserta terhadap kandungan Al-Qur’an sekaligus menanamkan kecintaan generasi muda terhadap nilai-nilai Islam sejak dini.

Kepercayaan itu kembali diberikan pada 13 Juni 2026 saat Tira Karnesa menjadi dewan juri Lomba Smart Surau (Juz 30 dan Pemahaman Al-Qur’an) Tingkat SD dan SMP Sederajat se-Kota Padang di Bagindo Aziz Youth Center, Padang. Melalui kegiatan ini, para peserta didorong tidak hanya mampu membaca dan menghafal Al-Qur’an, tetapi juga memahami isi kandungannya serta mengamalkan ajarannya dalam kehidupan sehari-hari.

Selanjutnya, pada 15–19 Juli 2026, Tira Karnesa kembali dipercaya menjadi dewan juri dalam Lomba Cerdas Qur’an Tingkat SD dan SMP Sederajat se-Kabupaten Agam yang berlangsung di Surau Ka’bah Inyiak Tuah, Ampek Angkek. Ajang tersebut menjadi bagian dari upaya pembinaan karakter Islami bagi pelajar sekaligus membangun semangat berkompetisi secara sehat melalui pemahaman dan penguasaan ilmu Al-Qur’an.

Tira Karnesa mengatakan bahwa perlombaan Al-Qur’an memiliki peran yang sangat strategis dalam membentuk generasi Qur’ani yang cerdas, berakhlak mulia, dan mencintai Al-Qur’an. Menurutnya, seorang dewan juri tidak hanya bertugas memberikan penilaian secara objektif, tetapi juga berkewajiban memberikan motivasi dan semangat kepada para peserta agar terus belajar, memperbaiki bacaan, memperdalam pemahaman, serta menjadikan Al-Qur’an sebagai pedoman hidup.

“Setiap perlombaan bukan semata-mata mencari siapa yang menjadi juara, tetapi menjadi momentum untuk menanamkan kecintaan terhadap Al-Qur’an kepada generasi muda. Semoga anak-anak yang mengikuti perlombaan hari ini kelak menjadi generasi yang mampu mengamalkan nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan bermasyarakat,” ujarnya.

Keberhasilan Tira Karnesa mengemban amanah sebagai dewan juri pada tiga ajang Al-Qur’an tersebut menjadi inspirasi bagi mahasiswa lainnya untuk terus meningkatkan kompetensi, mengembangkan kapasitas diri, serta berkontribusi nyata bagi masyarakat melalui bidang keilmuan yang ditekuni.

Prestasi ini sekaligus memperkuat komitmen Program Studi Magister Pendidikan Agama Islam UIN Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi dalam melahirkan lulusan yang unggul secara akademik, memiliki integritas, serta mampu memberikan kontribusi nyata bagi penguatan pendidikan Islam dan pembinaan generasi Qur’ani di Sumatera Barat.

Kontributor : Dr. Hidayani Syam

Aksesibilitas