UIN Bukittinggi Perluas Jaringan Asia Tenggara, Gandeng Majelis Tertinggi Agama Islam Kamboja

BUKITTINGGI (Humas) – Universitas Islam Negeri (UIN) Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi terus agresif memperluas jangkauan kemitraan internasionalnya di kawasan Asia Tenggara. Langkah strategis ini ditandai dengan kolaborasi anyar bersama lembaga otoritatif keagamaan Kamboja, Highest Council for Islamic Religious Affairs (Majelis Tertinggi Agama Islam Kamboja), dalam Pertemuan Pengembangan Kerja Sama Luar Negeri yang diinisiasi oleh Pusat Hubungan Internasional (International Office) UIN Bukittinggi, Senin (13/7/2026).

Hadir sebagai pembicara utama, Deputi Presiden Majelis Tertinggi Umat Islam Kamboja, Dr. Math Alphy, memaparkan nilai taktis di balik jalinan kemitraan ini. Menurutnya, kolaborasi dengan UIN Bukittinggi memiliki nilai strategis yang sangat tinggi bagi kedua belah pihak, baik secara geopolitik, kultural, maupun akademis.

“Kamboja dan Indonesia memiliki kedekatan historis-spiritual yang kuat, terutama melalui kesamaan Mazhab Syafii yang dianut komunitas Muslim Cham di sepanjang Sungai Mekong. Kemitraan ini menjadi jembatan penting untuk meningkatkan kapasitas SDM Muslim Kamboja yang dinamis namun masih membutuhkan akses pendidikan tinggi yang moderat dan berkualitas,” ujar Dr. Math Alphy.

Ia menambahkan bahwa Indonesia, dengan model pendidikan Islamnya yang inklusif, merupakan destinasi belajar yang paling ideal dan relevan bagi generasi muda Kamboja dibandingkan wilayah lain.

Peluang untuk Mahasiswa Kamboja dan Program Internasional

Merespons pemaparan tersebut, Rektor UIN Bukittinggi, Prof. Dr. Silfia Hanani, menyambut baik dan menegaskan komitmen universitas untuk segera mengonstruksi program kerja sama yang konkret dan aplikatif.

Rektor menyatakan bahwa UIN Bukittinggi membuka peluang selebar-lebarnya dan siap mengundang siswa-siswa potensial dari Kamboja untuk melanjutkan studi sarjana maupun pascasarjana di kampus ini.

“Kami berkomitmen memberikan ruang dan fasilitas terbaik bagi mahasiswa asal Kamboja. Kehadiran mereka tidak hanya akan memperkaya iklim akademik internasional di kampus kita, tetapi juga memperkuat peran UIN Bukittinggi sebagai pusat keunggulan integrasi keilmuan di Asia Tenggara,” ungkap Prof. Silfia Hanani.

Lebih lanjut, Rektor menjelaskan bahwa implementasi kerja sama ini tidak akan berhenti pada penerimaan mahasiswa asing saja. UIN Bukittinggi telah menyiapkan tiga pilar program strategis yang akan segera digulirkan, yaitu: penelitian Kolaboratif Internasional, Pengabdian kepada Masyarakat Bersama, dan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Internasional guna memberikan pengalaman global sekaligus kontribusi sosial yang nyata.

Melalui kemitraan yang diresmikan lewat penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) ini, UIN Bukittinggi ingin menempatkan diri  menjadi motor penggerak perdamaian, moderasi, dan kemajuan pendidikan di tingkat regional ASEAN.(Humas UIN Bukittinggi/YH)

* Kontributor: Irwandi Nashir

Aksesibilitas