
Bukittinggi (Humas) – Kontingen UIN Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi berhasil mengukir prestasi membanggakan pada ajang SEIBA Internasional 2026 yang diselenggarakan UIN Imam Bonjol Padang (7 – 11/07/2026). Para kontingen mengikuti 11 (sebelas) cabang lomba dan berhasil menyabet 9 medali emas (gold medal), 2 medali perak (silver medal), serta Platinum Medal sebagai penampil terbaik.

Medali yang diperoleh tersebut menambah ukiran prestasi mahasiswa UIN Bukittinggi dalam bidang seni, budaya, dan akademik di tingkat internasional. Selain mendominasi perolehan medali, UIN Bukittinggi juga dipercaya menampilkan tari tradisional dan nasyid pada acara penutupan sebagai penampil terbaik.

Perolehan medali yang berhasil di bawa pulang oleh kontingen UIN Bukittinggi meliputi cabang Puisi (Silver Medal), Monolog (Gold Medal), Tari Tradisional (Gold Medal dan Platinum Medal), Pop Solo (Gold Medal), Film Pendek (Gold Medal), Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) (Gold Medal), Musabaqah Syarhil Qur’an (MSQ) (Gold Medal), Nasyid (Gold Medal), Pencak Silat (Gold Medal), Poster (Gold Medal), dan Kaligrafi (Silver Medal).
Tak hanya berprestasi di arena perlombaan, kontingen UIN Bukittinggi juga mendapat kehormatan tampil sebagai presenter pada Seminar Kebudayaan Internasional yang menjadi bagian dari rangkaian kegiatan SEIBA Internasional 2026.
Rektor UIN Bukittinggi Prof. Silfia Hanani, menyampaikan apresiasi dan rasa syukurnya atas capaian luar biasa prestasi kontingen UIN Bukittinggi tersebut. Menurutnya, prestasi yang diraih merupakan hasil dari sinergitas seluruh unsur kampus dalam mendukung pengembangan potensi bakat mahasiswa UIN Bukittinggi.
“Alhamdulillah, capaian ini menjadi rasa syukur keluarga besar UIN Bukittinggi. Prestasi ini menunjukkan bahwa mahasiswa kita mampu bersaing dan tampil unggul di tingkat internasional, baik dalam bidang seni, budaya, maupun akademik. Semoga keberhasilan ini menjadi motivasi dan support untuk terus meningkatkan kualitas dan mengharumkan nama UIN Bukittinggi di berbagai ajang nasional maupun internasional,” ujar Prof. Silfia Hanani.
Sementara itu, Wakil Rektor III UIN Bukittinggi Prof. Edi Rosman, menyampaikan keberhasilan kontingen merupakan buah dari pembinaan yang berkesinambungan, semangat mahasiswa, serta dukungan penuh pimpinan UIN Bukittinggi.
“Kami bersyukur atas prestasi yang diraih kontingen UIN Bukittinggi. Perolehan sembilan medali emas, dua medali perak, dan Platinum Medal merupakan hasil kerja keras mahasiswa bersama para pembina. Kepercayaan untuk tampil pada penutupan serta menjadi presenter dalam seminar internasional semakin menegaskan kualitas mahasiswa UIN Bukittinggi di tingkat global,” ujar Prof. Edi Rosman.

Prof. Edi Rosman juga menyampaikan ucapan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung keberhasilan kontingen, mulai dari Rektor, Wakil Rektor I, Wakil Rektor II, hingga seluruh unsur UIN Bukittinggi.
Ucapan terima kasih juga disampaikan kepada Koordinator Kontingen, Dr. Nurlizam selaku Wakil Dekan III FUAD, para pembina yang terdiri dari Yusuf Affandi, Muhammad Taufik, Muhammad Rezi, dan Soraya Oktarina, Bagian Akademik dan Kemahasiswaan, Tim Humas, Tim Umum, serta seluruh sivitas akademika UIN Bukittinggi yang telah memberikan dukungan penuh selama persiapan hingga pelaksanaan kegiatan.
“Penghargaan setinggi-tingginya kami sampaikan kepada seluruh mahasiswa yang telah berjuang dengan penuh dedikasi. Kerja keras, disiplin, dan semangat mereka telah membuahkan hasil terbaik serta mengharumkan nama UIN Bukittinggi di ajang SEIBA Internasional 2026,” tutup Prof. Edi Rosman.

Hal senada disampaikan juga Koordinator Kontingen /Wakil Dekan III FUAD UIN Bukittinggi, Dr. Nurlizam terkait keberhasilan mahasiswa UIN Bukittinggi pada SEIBA Internasional 2026 merupakan hasil sinergi antara mahasiswa, dosen pembina, pimpinan UIN Bukittinggi, dan seluruh pihak yang memberikan dukungan selama proses pembinaan hingga pelaksanaan lomba. Ia menilai ajang SEIBA menjadi wadah strategis bagi mahasiswa untuk mengembangkan bakat, memperluas jejaring internasional, serta meningkatkan kepercayaan diri dalam berkompetisi di tingkat global.
“Prestasi ini hendaknya menjadi motivasi bagi seluruh mahasiswa terutama mahasiswa UIN Bukittinggi, untuk terus mengembangkan potensi akademik maupun non akademik. Kami berharap capaian ini dapat dipertahankan bahkan ditingkatkan pada berbagai kompetisi nasional maupun internasional di masa mendatang, sehingga budaya berprestasi semakin kuat tumbuh di lingkungan kampus UIN Bukittinggi,” tutupnya. (NZ)
