Dihadiri Peneliti Radboud University, ISRF-2 Sukses Digelar

Bukittinggi (Humas) – Universitas Islam Negeri (UIN) Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi sukses menggelar Forum Riset Mahasiswa Internasional ke-2 atau 2nd International Student Research Forum (ISRF-2). Panggung akademik yang berlangsung sejak 23 April hingga 4 Juni 2026 ini menjadi wadah strategis dalam memperkuat kolaborasi riset global sekaligus memperluas wawasan akademik dan budaya antarmahasiswa lintas negara.

Mengusung tema “Cultivating Intellect, Preserving Nature, and Upholding Ethics in a Tech-Driven World” (Mengasah Intelektualitas, Menjaga Alam, dan Menegakkan Etika di Era Berbasis Teknologi), forum ini menjadi bukti nyata komitmen UIN Bukittinggi dalam mendorong kualitas riset mahasiswa ke kancah internasional.

Pengarah ISRF ke-2, Dr. Irwandi, menyampaikan bahwa kompetisi ilmiah tahun ini dibagi ke dalam tiga kluster strategis, yaitu Kluster Ekoteologi, Sains, dan Manajemen Bencana; Kluster Pendidikan; serta Kluster Bahasa dan Sastra.

Untuk menjaga objektivitas dan bobot akademis, panitia menghadirkan jajaran panelis pakar dari berbagai institusi. Mereka adalah Dr. Nur Azmi Alwi (Universitas Negeri Padang), Dr. Yunhendri Danhas (Head Institute Indonesia), Dr. Albert (Universitas Deztron Indonesia), Dr. Nofel Nofiandri (UIN Bukittinggi).

Apresiasi tinggi datang dari Rektor UIN Bukittinggi, Prof. Dr. Silfia Hanani, M.Si. Melalui Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan, Alumni, dan Kerja Sama, Dr. Edi Rosman, M.Hum., Rektor menyampaikan bahwa ajang internasional ini merupakan lompatan besar bagi iklim akademik kampus.

“Selain kepada peserta, Rektor menitipkan pesan rasa bangga yang luar biasa kepada Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) bidang Karya Ilmiah dan Riset sebagai penyelenggara. ISRF-2 ini bukan sekadar ruang bertukar ide, melainkan fondasi penting bagi mahasiswa untuk mengasah nalar kritis yang beretika di tengah gempuran teknologi. Kampus berkomitmen penuh mendukung kegiatan yang mendorong mahasiswa kita sejajar di panggung dunia,” ujar Dr. Edi Rosman.

Tiga Pilar Pemikiran Frans Dokman

Pertemuan puncak acara yang digelar pada Kamis (4/6/2026) lalu, menghadirkan Frans Dokman, peneliti senior dari Nijmegen Institute for Mission Studies di Radboud University, Belanda. Dalam kuliah umumnya, Dokman memberikan bedah kritis mengenai arah riset modern yang menghadapi tantangan disrupsi digital dan bias global.

Dokman menguraikan tiga poin krusial yang wajib dipahami oleh peneliti muda saat ini:

* Dekolonisasi Metode Penelitian: Dokman menekankan bahwa metodologi riset selama ini masih didominasi oleh perspektif barat (Western-centric). Ia mengajak akademisi muda untuk melakukan dekolonisasi metode riset, yaitu mengontekstualisasikan metodologi ilmiah agar relevan, adil, dan mampu mengangkat kearifan serta realitas lokal tanpa terikat standardisasi usang eksternal.

* Etika dan Kebijaksanaan AI: Di tengah masifnya penggunaan kecerdasan buatan (artificial intelligence), Dokman mengingatkan mahasiswa untuk tidak sekadar menjadi pengguna pasif yang bergantung pada mesin. AI harus diposisikan sebagai alat bantu, sementara validasi kebenaran, kedalaman analisis, dan kejujuran akademik tetap bertumpu pada integritas peneliti manusia.

* Kesetaraan Akademis (Equality): Dokman menyerukan pentingnya aksesibilitas dan kesetaraan hak bagi seluruh peneliti dari berbagai belahan dunia untuk maju di segala aspek. Tidak boleh ada jurang pemisah yang menghambat ilmuwan dari negara berkembang untuk berkontribusi dalam sains global.

Dok. Apresiasi Karya Terbaik kepada Mahasiswa UIN Bukittinggi pada ajang ISRF- 2

 Apresiasi Karya Terbaik

Puncak acara ISRF-2 ini ditutup dengan pengumuman penghargaan bergengsi bagi para peneliti muda yang terbagi dalam beberapa kategori:

  1. Best Paper Awards (Penghargaan Karya Tulis Terbaik)

* Kluster Pendidikan: Diraih oleh Dina, Sri Bulan, dan Wili Widiensesi dari Program Magister Pendidikan Agama Islam. Penelitian kolaboratif mereka yang berjudul “Developing Literacy-Based Islamic Storybooks for Creed (Aqidah) Instruction in Senior High Schools” dinilai sukses menjembatani literasi dengan pengajaran agama.

* Klaster Ekoteologi, Sains, dan Manajemen Bencana: Diraih oleh Filda dari Program Magister Hukum Islam. Karya ilmiahnya yang berjudul “Climate Breakdown as a Disruption of Maqashid Dharuriyah: An Analysis of Al-Shatibi’s Thought on Global Ecological Vulnerability in the Modern Era” dinilai luar biasa dalam mengintegrasikan fikih klasik dengan krisis global modern.

* Runner-Up Paper: Diberikan kepada Erni Kasmawati, dkk., melalui makalah kritis berjudul “The Human Capital Crisis in Education: Assessing the Impacts of Low Literacy and Numeracy Skills”.

  1. Best Presenter Award (Penghargaan Presenter Terbaik)

Selain kualitas tulisan, forum ini juga mengapresiasi kemampuan penyampaian gagasan di depan publik. Penghargaan Best Presenter Award diraih oleh Agil Saputra, dkk. yang tampil memukau dengan artikulasi yang jelas, fasih, dan memikat para audiens serta dewan juri.

Melalui kesuksesan ISRF ke-2 ini, UKM-KIR UIN Bukittinggi diharapkan dapat terus konsisten menjadi motor penggerak lahirnya ilmuwan-ilmuwan muda yang siap menjawab tantangan global demi kemajuan ilmu pengetahuan. (*Humas UIN Bukittinggi/YH)

*Kontributor : Irwandi Nashir

Aksesibilitas