Bukittinggi (Humas) – Civitas Akademika Universitas Islam Negeri (UIN) Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi melaksanakan penyembelihan lima ekor sapi kurban pada Jumat (29/05/2026). Seluruh aktivitas pemotongan dan pengelolaan daging dipusatkan di taman terbuka depan Gedung Khairuddin Yunus guna memastikan efisiensi kerja dan higienitas proses.
Pengadaan hewan kurban dari jajaran internal tahun ini berhasil menghimpun sebanyak lima ekor sapi dari partisipasi mandiri para dosen dan tenaga kependidikan. Sebagai bagian dari tradisi tahunan yang terus dirawat, satu ekor sapi dari hasil urunan tersebut langsung dialokasikan dan dikirimkan untuk warga di Malalak Barat, sebagai bentuk kepedulian rutin agar masyarakat di sana bisa sama-sama merasakan kebahagiaan hari raya.
Sementara itu, empat ekor sapi partisipasi civitas akademika digenapkan kembali menjadi lima ekor, setelah adanya tambahan satu ekor sapi melalui skema kemitraan dari Bank Syariah Indonesia (BSI).
Dok : Penyembelihan hewan kurban UIN Bukittinggi, Jumat (29/05/2026)
Total lima ekor sapi yang ada di kampus inilah yang kemudian dipotong secara terpusat. Seluruh daging kurban tersebut nantinya dibagikan secara merata untuk dinikmati bersama oleh keluarga besar Civitas Akademika UIN Bukittinggi beserta masyarakat di sekitar lingkungan kampus.
Wakil Rektor III UIN Bukittinggi, Edi Rosman, menyampaikan bahwa ibadah kurban tahun ini membawa pelajaran penting bagi seluruh warga kampus tentang arti keikhlasan dan saling membantu. Kurban bukan hanya soal memotong hewan, tetapi tentang bagaimana belajar peduli dan mengulurkan tangan kepada sesama manusia.
“Melalui tradisi kurban ini, kita ingin mengetuk hati untuk selalu peduli. Bantuan rutin yang kita kirimkan ke Malalak Barat menjadi bukti nyata bahwa UIN Bukittinggi ingin selalu hadir membawa manfaat dan kebahagiaan untuk masyarakat luas. Semoga rasa persaudaraan yang indah ini bisa terus terjaga erat setiap tahunnya,” ujar Edi Rosman.
Lewat kerja bersama di lapangan ini, momen kurban di UIN Bukittinggi tidak sekadar menjadi rutinitas ibadah di atas kertas. Agenda ini menjadi ruang hidup yang menyatukan kembali kebersamaan seluruh warga kampus, sekaligus memperpanjang silaturahmi tahunan dengan masyarakat luar yang selalu menjadi bagian dari kepedulian universitas.
Kebersamaan yang hangat ini tidak berhenti pada proses pemotongan saja. Setelah seluruh aktivitas pengelolaan daging kurban selesai, rangkaian acara akan dilanjutkan dengan momen makan bersama seluruh Civitas Akademika UIN Bukittinggi, sebagai wujud syukur dan penguat tali kekeluargaan di lingkungan kampus. (Humas UIN Bukittinggi/WA)
